
"Silakan di minum tuan Teh nya.'' ucap seorang Art yang menyaji kan teh dengan cemilan di atas meja.
Ya beberapa saat yang lalu, saat Ray dan Ria berbicara di luar, Papa Ria tak sengaja melihat Ria bersama seorang Pria ,dan dengan antusias papa Ria menyuruh Ria nembawa Ray masuk kerumah nya.
"Sudah berapa lama kamu bersama putri ku.!'' ucap papa Ria kepada Ray.
"Emm,saya kenal Ria belum lama Om.!" ucap Ray gugup entah kemana Ray yang biasa nya bicara dengan tegas dan berani, saat ini hanya ada Ray yang seperti abg labil yang ketika di tanya sangat kesulitan untuk menjawab.
"Apakah kamu serius dengan putri ku, dan apa kau bisa menerima putra nya sebagai anak kandung mu.!'' ucap papa Ria .
"Sa_
''Pa stop pa , stopp ini ga seperti yang papa fikir kan, harus berapa kali ku kata kan, dia hanya kakak nya teman Ria, kita ga pacaran atau seperti apa yang papa fikir kan.!'' ucap Ria kepada papa nya, ya dia dari tadi selalu mengata kan bahwa dia dan Ray tak memiliki hubungan apa pun, namun sang papa tetap memberondong Ray dengan bermacam pertanyaan.
"Apa benar kalian ga pacaran seperti yang putri ku kata kan.!'' ucap papa Ria.
"Ya yang Ria kata kan benar om.!'' ucap Ray lesu, dan papa Ria tahu bahwa laki-laki ini menyukai putri nya.
__ADS_1
"Ku kira kau adalah calon mantu laki-laki yang di bawa putri ku, tapi ternyata aku salah.!'' ucap papa Ria tampak sedih dan kecewa.
'Ya aku adalah calon mantu mu di masa depan om.'ucap Ray di dalam hati nya.
''Ti..ti di alan Uncle.!'' ucap Cent saat Ray hendak pulang.
"Iya sayang, kamu juga hati-hati ya sama mommy, jangan nakal.!'' ucap Ray kepada Cent lalu dia mengecup kening Cent sebelum dia pulang.
"Aku tunggu besok ya Ria.!" ucap Ray kepada Ria sebelum dia pergi.
Sementara itu dari kejauhan ada dua orang wanita yang melihat Ria bersama seorang pria, ya kedua wanita itu adalah Tini dan putri nya Bella.
Mereka penasaran siapa lelaki yang saat ini bersama Ria.
"Hah, bodoh nya mereka fikir aku akan diam saja.!" ucap Ria yang menyadari bahwa dari kejauhan sana ada sebuah mobil sedan yang sangat di kenali nya.
"Hallo, sebarkan video itu.!" ucap Ria yang menelpon seseorang .
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain.
"Gila banget ya ga nyangka banget.!" ucap teman Bella.
"Lah apa gua bilang , dia pasti melayani om om buat dapetin uang, tapi ini sih uda kakek-kakek.!" ucap teman Bella yang lain.
"Hay guys, sory ya gua telat tadi__(ucap Bella terhenti saat mendengar suara yang keluar dari handphone teman-teman nya.)
(Ahh.... uhhh... terus kan sayang.. Ahhh....)
(Uh Bella loe benar-benar nikmat bangsat...)
(Akhhh ....sakitt shayang...)
Suara ******* yang keluar dari hanphone teman-teman nya Bella, itu adalah suara yang terasa familiar bagi Bella, dan tanpa fikir panjang Bella langsung merampas handphone teman nya, dan benar itu adalah video saat dia dan ibu nya melayani pria yang berbeda-beda.
Bella pun langsung lari karna merasa malu, pantas saja saat dia masuk tadi semua mata menatap nya jijik.
__ADS_1