Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan

Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan
Apa mungkin dia anak ku.


__ADS_3

Sejak Pras keluar dari ruangan nya, Ray kembali membaca semua informasi yang telah di kumpul kan Pras tentang Ria, tidak seperti Ray yang biasa nya, Ray meninggal kan pekerjaan nya hanya untuk memastikan identitas seseorang.


Ya orang itu tidak lain adalah Eilaria Wijaya, gadis cantik yang usia nya jauh lebih muda dari pada Ray, namun Ray terus-terus san teringat tentang nya, bahkan setelah pertemuan tak di sengaja Ray dengan Ria, Ray jadi sering memimpi kan wanita 3 tahun yang lalu , wanita pertama yang naik ke atas tempat tidur nya.


Ray pun membaca seluruh informasi tentang Eilaria Wijaya, dan Ray semangkin *yakin bahwa Ria adalah gadis kecil yang waktu itu berada di apertemen nya, tapi mengapa setelah kejadian itu Ria malah menghilang bagai di telan bumi, atau jangan-jangan itu adalah rencana ibu tiri Ria tanpa sepertujuan Ria, apa mungkin Ria hamil setelah melakukan nya dengan Ray, dan lagi anak yang bernama Vincent Anderson sangat mirip dengan diri nya.


Akhir nya malam hari pun tiba,pekerjaan Ray tidak ada yang selesai, ya Ray tidak bisa berfikir dengan jernih, isi kepala Ray hanya terus-terusan memikir kan tentang Ria dan siapa ayah dari anak yang bernama Vincent Anderson.


esok hari nya.


Ting ... Tong ... Ting ... Tong.. suara bel pintu rumah Ria.


Ria yang baru saja selesai mandi mendengar ada yang membunyi kan bel pintu rumah nya , Ria pun langsung berjalan santai menuju pintu untuk membuka kan pintu rumah, Ria bingung siapa yang bertamu pagi-pagi, apa lagi ini bukan akhir pekan jadi tidak mungkin orang itu adalah Edric atau pun Om Robert.


ceklek..



"Eh Tuan Ray.!'' ucap Ria, saat Ria melihat siapa yang bertamu kerumah nya,*terkejut, tentu saja Ria terkejut, seorang Tuan besar Gilbert Ray Erlangga bertamu ke rumah nya, Ray di kata kan seseorang yang dingin dan tak mudah untuk di dekati.


"Nona Ria,apa kamu baik-baik saja.?" ucap Ray saat melihat Ria yang mematung di depan nya.


Ya saking terkejut nya, Ria sampai berdiri mematung.


"Ah iya, silakan masuk Tuan.!" ucap Ria yang mempersila kan Ray masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Tanpa berfikir Ray pun langsung masuk ke dalam rumah Ria, Ray duduk di ruang tamu, begitu banyak foto-foto Ria bersama si kecil Vincent Anderson, tentu saja foto-foto ketika Vincent Anderson masih bayi juga sangat banyak, ada juga beberapa foto Ria bersama Edric,dan juga Vincent , mereka terlihat seperti sebuah keluarga bahagia, entah kenapa Ray tak suka melihat nya.


"Tuan, silakan di minum .!''ucap Ria yang membawa dua gelas teh panas dan juga cemilan.


"Terima kasih.!" ucap Ray.


"Sebelum nya maaf tuan, ada urusan apa tuan datang ke rumah saya pagi-pagi sekali.!" ucap Ria kepada Ray, dan ucapan Ria itu membuat nya sadar bahwa dia datang terlalu pagi untuk bertamu ke rumah seseorang.


"Bukan kah kau hari ini akan bekerja sama dengan Briana.!" ucap Ray dingin.


"Ya benar Tuan, apakah terjadi sesuatu kepada Briana .?" ucap Ria kepada Ray, dan terpancar jelas raut wajah ke khawatiran dari wajah Ria.


"Tidak , Briana baik-baik saja.!" ucap Ray singkat.


Saat ini Ria, Ray dan juga Cent sedang makan sarapan mereka bersama, ya Ria dan Cent terbiasa sebelum berangkat kerja mereka akan sarapan di rumah terlebih dahulu, namun berbeda dengan hari ini, jika biasa nya mereka hanya sarapan berdua, hari ini mereka sarapan bertiga dengan tamu tidak di undang, tamu yang sukses membuat emosi Ria memuncak, ya siapa lagi kalau bukan Gilbert Ray Erlangga.


"Uncle, apa matanan nya enak.?" ucap Cent yang bertanya kepada Ray.


"Ya, makanan nya enak.!" ucap Ray santai.


"Ommy Cent pintal matak kan, Cent


cuka matakan Ommy, apa Uncle juga cuka matakan Ommy.?" tanya Cent kepada Ray.


"Iya , Uncle juga suka masakan mommy Cent.!" ucap Ray santai.

__ADS_1


"Cent apa Cent lupa dengan apa yang selalu mommy kata kan, kalau lagi makan nggak boleh bicara, saat makan harus makan dengan benar dan jangan bicara.!" ucap Ria kepada anak nya.


20 menit berlalu, akhir nya Ray,Ria dan Cent pun selesai sarapan.


"Cent di sini dulu sama Uncle Ray ya, mommy mau ganti baju dulu, habis itu baru kita pergi, Cent jangan nakal sama uncle Ray ya.!" ucap Ria kepada anak nya.


"Tuan aku titip Cent bentar ya, aku mau siap-siap dulu.!" ucap Ria kepada Ray.


"iya.!" ucap Ray singkat.


Ria pun segera meninggal kan Ray dan Cent di depan tv yang berada di ruang tamu, ya Ria pergi ke kamar nya untuk ganti baju dan bermake up tipis , Ria tadi saat Ray datang dia baru saja selesai mandi, hanya saja dia belum menggunakan pakaian yang bagus, tadi dia hanya mengguna kan haju kaos oblong dan hot pants.



Eilaria Wijaya, usia 20 tahun.


'"Cent, ayo kita pergi.!" panggil Ria kepada Cent yang sedang asik bermain bersama dengan Ray, padahal Cent bukan lah anak yang gampang dekat dengan orang lain, tapi aneh nya baru dua kali bertemu Ray, Cent sudah langsung akrab dengan Cent . (Ya mungkin itu lah yang di maksud dengan ikatan batin ataupun ikatan darah kali yah)


"Tuan apa anak saya merepot kan anda.?" Tanya Ria yang menyadar kan lamunan Ray.


Ya Ray terpesona saat melihat penampilan Ria, entah kenapa aura yang di pancar kan oleh wanita yang di depan nya berbeda dengan wanita lain yang pernah di temui nya, padahal Ria hanya mengguna kan pakaian yang biasa saja, namun Ria kelihatan sangat cantik di mata Ray.


"Tidak, anak mu sangat pintar nona, dan nona Ria bisakah kamu jangan memanggil ku dengan panggilan Tuan, itu terdengar bahwa aku ini memang sudah sangat tua, panggil saja aku dengan namaku Ray.!" ucap Ray kepada Ria.


'Ah dasar sudah tahu tua masih tak mau di panggil Tuan.'ucap Ria dalam hati nya.

__ADS_1


"Baik Ray.!" ucap Ria santai, ya dia sudah terbiasa memanggil orang yang lebih tua dari nya dengan nama. selama Ria menjadi seorang model banyak macam-macam orang yang di temui nya.


__ADS_2