
*1 minggu kemudian.
Ya sudah 1 minggu sejak kejadian dimana Pras melihat Ray tidur bersama seorang anak kecil, dan sudah 1 minggu pula anak kecil itu selalu ada di dalam ruangan Pras, bahkan tak yang lebih membuat Pras terkejut, selama satu minggu ini saat Ray menyelesai kan semua pekerjaan nya, Ray akan menemani Vincent bermain , benar-benar bukan seperti Ray yang di kenal oleh Pras .
"Pras, bukan kah hari ini loe harus pergi kerumah sakit untuk mengambil sesuatu.!" ucap Ray kepada Pras dengan datar.
"Nanti, jam 12 siang gue kesana, sebenar nya ga usah tes DNA , juga udah kelihatan jelas bahwa anak itu adalah anak loe, apalagi berdasar kan penyelidikan , ibu nya kemungkinan besar adalah wanita 3 tahun lalu yang loe tidurin, ya meskipun wanita itu mengalami banyak prubahan.!"ucap Pras kepada Ray.
Tok.. tok.. suara ketukan pintu.
"Masuk.!" ucap Ray dingin.
"Selamat pagi Ray , selamat pagi pak Pras, saya ingin menjemput Vincent.!" ucap Ria , dan deg, Ray sangat terkejut ternyata Ria yang datang ke kantor nya.
Ya Ria sudah mengenal Pras 3 hari yang lalu saat Ria menjemput Vincent ke kantor nya Ray.
"Pagi, apa kamu tidak bekerja hari ini, ini baru 1 jam Vincent disini.!" ucap Ray kepada Ria.
"Iya Ray, aku ambil cuti untuk beberapa hari, karna ada sedikit urusan, dan aku kesini ingin membawa cent pulang, dan terima kasih ya, sudah membantu aku menjaga cent selama satu minggu ini.!" ucap Ria kepada Ray.
"Ya tak perlu berterima kasih, lagi pula anak mu hanya bermain sendiri , jadi dia tak merepotkan ku sama sekali.! ucap Ray kepada Ria.
__ADS_1
"Mommy.!" panggil seorang anak kecil yang baru saja keluar dari dalam sebuah kamar.
*Ya, anak kecil itu adalah Cent.
"Cent,apa kamu nakal, apa kamu membuat Uncle Ray tidak bisa bekerja dengan tenang .?" tanya Ria kepada anak nya.
"No Mommy, Cent tidak nakal, apa lagi menggangu Daddy.!" ucap Cent dengan polos nya , namun ucapan nya itu sukses membuat Ria terkejut.
.
"Daddy.?" ucap Ria dengan nada bertanya.
Ria yang mendengar ucapan anak nya pun hanya terdiam.
"Cent, Cent keluar dulu ya sama Uncle Pras , Pak Pras bisa tolong bawa Cent keluar sebentar ."" ucap Ray.
"Baik non, Cent mari sama Uncle , kita pergi beli ice cream.!" ucap Pras yang mengajak Cent untuk keluar membeli ice cream, dan tentu saja Cent tak menolak ajakan Pras.
"Ray, bisa tolong kau jelas kan apa maksud mu, mengijin kan Cent memanggil mu Daddy, aku tahu Cent memang menyukai mu, tapi dia masih kecil Ray, dia tak tahu arti dari panggilan Daddy, dan lagi kamu masih belum menikah, jika ada orang yang mendengar mu di panggil Daddy oleh anak kecil, maka apa yang akan mereka fikir kan tentang mu.!" ucap Ria kepada Ray.
"Aku tak mempunyai maksud apa pun, aku hanya ingin membuat Cent sedikit bahagia, karna dia bilang, dia tak mempunyai Daddy sejak kecil,Cent berkata dia tak pernah sekalipun melihat Daddy nya, jadi aku memperboleh kan nya untuk menganggap aku ini adalah Daddy nya, dan aku tak pernah peduli tentang apa yang orang-orang fikir kan tentang ku, dan satu lagi, meskipun kau dan Daddy nya Cent mempunyai hubungan yang tidak baik, seharus nya kau memberi tahu Cent siapa dan orang seperti apa Daddy nya.!" ucap Ray tanpa merasa bersalah sedikit pun.
__ADS_1
"Tapi Ray , panggilan Daddy itu agak terlalu_" ucap Ria yang terputus karna lebih dulu di potong oleh kata-kata yang keluar dari mulut Ray.
"Aku tak masalah , jika Cent ingin memanggil ku ,dengan panggilan Daddy, atau kau ingin aku menjadi Daddy Cent sungguhan, jika memang benar begitu aku akan menikahi mu besok.!" ucap Ray yang sudah berada tepat di depan Ria.
Ria yang nendengar ucapan Ray pun hanya terdiam, entah kenapa jantung nya seperti ingin meloncat keluar saat Ray berada sangat dekat dengan nya, dan apa lagi ucapan Ray itu, apa kah dia di lamar , tapi mana ada orang yang melamar seperti Ray.
Ria yang terkejut saat mendengar kata-kata Ray , pun masih terdiam duduk di sofa tempat dia duduk tadi.
Cupp.. tiba-tiba saja Ray menempel kan bibir nya, di bibir mungil bewarna merah muda milik Ria, Ria sangat terkejut saat Ray menempel kan bibir Ray, namun belum sempat Ria melepas kan bibir nya dari bibir Ray, Ray sudah lebih dulu membawa Ria ke dalam pelukan nya, kini Ray bukan hanya menempel kan bibir nya saja, namun Ray mulai ******* dengan lembut bibir mungil yang sedari tadi membangkit kan hasrat nya itu, entah setan apa yang merasuki Ria, Ria pun membalas ciuman Ray, mereka saling *******, semangkin lama ciuman itu semangkin panas, hingga tanpa Ria sadari sejak kapan Ray melepas kancing kemeja nya, tangan Ray perlahan meraba dua gunung kembar milik Ria, dan Deg.. tiba-tiba saja Ria tersadar, bahkan posisi mereka saat ini sudah sangat intim , Ria terbaring di atas sofa dengan Ray di atas nya*.

*Brakk... Ria mendorong Ray dengan sekuat tenaga hingga akhir Ray terjatuh ke lantai.
Ria langsung membenar kan pakaian nya, dan mengkancing lagi kemeja nya yang telah di buka oleh Ray, tanpa Ria sadari kini air mata nya kembali mengalir, setelah sekian lama tak pernah menangis.
Brakkk... suara pintu yang di tutup dengan kencang.
Sedangkan Ray masih pada posisi nya terjatuh tadi, dia tak bisa berkata apa-apa saat melihat , apa yang telah di lakukan nya pada Ria, dia bahkan membuat Ria berlari sambil menangis, Ray benar-benar tak habis fikir dengan apa yang telah di laku kan nya, dan entah kenapa hari ini Ria terlihat sangat menggoda di mata nya.
"Ahkhh, apa yang kau laku kan Ray, kau benar-benar gila, padahal belum tentu dia adalah wanita yang sama dengan wanita 3 tahun yang lalu, kau benar-benar gila Ray, bagaimana jika Ria mengatakan yang terjadi hari ini kepada Briana, bagaimana jika Ria jadi membenci mu, kau bahkan tak meminta maaf pada nya, kau benar-benar gila Ray.!" ucap Ray yang memarahi diri nya sendiri**.
__ADS_1