
*Sudah 1 bulan sejak kepulangan bi surti ke kampung halaman, selama satu bulan itu juga Cent ikut pergi je tempat kerja bersama mommy nya, saat mommy nya sedang melakukan pemotretan Cent akan di asuh oleh Briana, ya Cent bukan lah anak yang suka pilih-pilih , tak butuh waktu lama untuk Briana bisa dekat dengan Cent, apalagi anak itu sangat mirip dengan seseorang yang di kenal nya.
"Briana, aku sudah selesai, apa Cent nakal , atau membuat masalah.?" ucap Ria kepada Briana
"No, ponakan Aunty ini sangat pintar, iya kan Cent sayang.!" ucap Briana.
"Yes ,mommy , ent ga natal kok, ent pintal ,sama Aunty.!" ucap Cent , ya cara bicara Cent pelahan semangkin bagus , sudah ada beberapa kata yang dapat di ucap kan oleh Cent dengan lancar.
"Oh iya Ria, hari ini kita makan di luar ya, aku mau ketemu sama kakak laki-laki ku, nanti kalau kamu ketemu dia bersikap nya biasa aja ya , ga usah tegang, dia orang nya dingin, tapi dia baik kok.!" ucap Briana kepada Ria.
Ria pun hanya bisa menyetujui permintaan sahabat nya itu, ya dia sangat bersyukur orang seperti Briana yang merupakan seorang model terkenal dan juga dari keluarga kaya mau berteman dengan nya, bahkan sekarang telah menjadi sahabat nya*.
Sudah 20 menit lama nya Briana dan Ria menunggu di sebuah restoran, ya mereka sedang menunggu seseorang.
"Ray, sini.!" ucap Briana yang memanggil seorang pria agar ke tempat mereka.
Ray pun berjalan menuju tempat dimana Briana dan Ria sedang duduk.
"Ria, perkenal kan ini Ray, kakak ku yang paling tua.!" ucap Briana memperkenal kan Ray kepada Ria.
Deg.. Ria sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya, laki - laki itu adalah laki-laki yang kemarin di tabrak nya, dan dia adalah seorang laki-laki yang sombong menurut Ria, ternyata laki-laki itu adalah kakak dari sahabat nya.
"Eilaria, biasa di panggil Ria.!" ucap Ria memperkenal kan diri kepada Ray.
__ADS_1
Dan Ray hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.
"Briana ada urusan apa kau meminta ku untuk bertemu.!" ucap Ray dingin kepada sang adik , namun Briana sudah terbiasa dengan sikap Ray yang seperti itu.
"Tidak ada, aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama.!" ucap Briana santai.
"Briana, apa kau kurang kerjaan, aku sibuk malah kau ajak untuk bermain-main.!" ucap Ray dingin .
"Ray, hanya karna kita makan siang bersama tidak akan mungkin kau langsung jatuh miskin hanya karna meninggal kan pekerjaan mu beberapa menit, apa kau tak pernah merindukan saat-saat kita makan bersama seperti kecil dulu.!" ucap Briana dengan raut wajah sedih nya, ya di banding seorang model Briana lebih cocok jika menjadi seorang pemain drama.
"Baiklah, hanya kali ini , cepat pesan makanan mu.!" ucap Ray dingin ,bohong jika dia tidak merindukan kehangatan sebuah keluarga, namun keras nya hidup yang harus membuat nya terlihat tak mempunyai kelemahan apa pun.
"Uncle ni , ata mommy jangan,suka malah-malah, anti tepat tua.!" ucap Cent sambil memberikan sebuah mainan nya kepada Ray .
"Ah iya ini Vincent Anderson, biasa di panggil Cent, dia anak nya Ria, dia mirip dengan mu saat kecil kan Ray, aku sempat berfikir apa dia anak mu, tapi itu tak mungkin, bagaimana mungkin wanita secantik dan sebaik Ria mempunyai anak dari seorang Pria sepertimu.!" ucap Briana santai.
Ria yang mendengar nya pun merasa canggung, sedangkan Ray hanya menatap anak itu dengan lekat, apa yang di kata kan Briana memang benar anak kecil itu mirip dengan nya saat kecil.
"Itu anak mu.?" tanya Ray kepada Ria.
"Iya Tuan.!" ucap Ria, sedang Briana senyum menahan tawa, ya bagaimana tidak kakak nya itu paling tidak suka di panggil tuan oleh teman-teman Briana atau pun teman-teman Jo (si Ray udah tua tapi ga mau ngaku tua tuh😂)
"Kamu juga bekerja sama seperti Briana.!" ucap Ray, tentu saja dengan dingin nya, dia tidak kelihatan seperti seseorang yang sedang bertanya, tapi Ray lebih kelihatan sebagai seorang bos yang sedang memarahi bawahan nya karna telah berbuat kesalahan .
__ADS_1
"Iya tuan, saya Junior nya Briana, saya juga banyak belajar dari Briana.!" ucap Ria, beruntung lah Ria saat ini sudah menjadi seorang model, jadi dia sudah terbiasa berbicara dengan berani, jika Ria adalah diri nya yang dulu, mungkin dia tidak akan bisa menjawab apa yang di tanyakan oleh Ray.
('Tuan, heh gadis ini benar-benar gila, mengapa dia terus -terusan memanggil ku Tuan , meskipun dia kelihatan masih muda dan aku sedikit lebih dewasa dari nya, tapi aku tidak setua itu untuk dia panggil Tuan.!' gerutu Ray di dalam hati nya.)
"Maaf jika Briana sikap nya ke kanak-kanak kan, dia biasa suka bertindak sesuka hati nya, jika kau tak suka kau tak perlu berteman dengan orang seperti nya.!" ucap Ray dingin, dan Ria tahu sesungguh nya Ray itu menyayangi Briana hanya saja Ray tak pandai mengungkap kan perasaan nya.
"Briana memang terkadang nyebelin, tapi dia anak yang baik, dia juga lembut , penuh perhatian, bahkan terkadang saat aku melakukan pemotretan Briana lah yang menjaga Cent.!" ucap Ria dengan penuh rasa syukur , ya dia bersyukur mempunyai sahabat seperti Briana.
"Kamu kerja sambil bawa anak mu .!" ucap Ray tak percaya anak sekecil Cent itu di bawa bekerja.
"Iya, karna di rumah bibi lagi pulang kampung jadi ga ada yang jagain.!" ucap Ria .
"Apa Aunty Briana galak sama Cent.?" ucap Ray kepada Cent, dan sukses membuat Briana menatap tak percaya, sebab Briana belum pernah melihat Ray berbicara dengan seorang anak kecil ,dan ternyata Ray pun bisa bernada sedikit lembut kepada anak kecil, dan ternyata raut wajah dingin nya juga bisa sedikit berkurang saat dia bicara dengan anak kecil.
"ndak, Aunty nana tangat Baik, Cent suka Aunty nana.!" ucap Cent kepada Ray .
Ray tersenyum dan mengacak-acak rambut Cent.
"Maka Ray, cepatan kawin biar nanti punya anak se lucu Cent.!" ucap Briana saat melihat Ray meng acak-acak rambut Cent.
Ray yang mendengar perkataan Briana pun langsung menarik tangan nya .
"Yey,, matanan datang."! ucap Cent yang Melihat seorang pelayan membawa makanan ke arah mereka, akhir nya Ray, Briana , Ria dan Cent pun menikmati makanan mereka.
__ADS_1
Mohon dukungan nya ya,, terima kasih sudah bersedia baca karya author yang receh nich .