
"Bagaimana hasil nya.!'' ucap seorang pria kepada bawahan nya.
"I_itu berdasar kan apa yang saya selidiki selama ini, seperti nya tuan tak perlu membantu nona Ria untuk menyelesai kan permasalahan antara nona Ria dan mantan ibu tiri nya, atau pun mantan saudari tiri nya, karna seperti nya nona Ria tidak seperti nona muda seperti yang lain , nona Ria seperti nya agak sedikit_.!'' ucap seorang laki-laki yang merupa kan bawahan nya Ray, namun ucapan nya terputus karna Ray lebih dulu memotong perkataan nya.
"Kau datang lah kesini, aku ingin semua informasi tentang Ria,dan tetap awasi kemana saja Ria pergi dengan siapa dia bertemu dan jangan lupa untuk memastikan bahwa tak ada yang mengincar keselematan mereka berdua, jika ada yang mencuriga kan jangan lupa untuk memberi laporan kepada ku.!'' ucap Ray kepada bawahan nya
Beberapa saat kemudian.
"Ini tuan laporan tentang nona Ria.!'' ucap bawahan Ray kepada Ray.
Ray pun langsung mengambil barang yang di berikan bawahan nya untuk diri nya, sungguh di luar dugaan wanita yang terlihat sangat baik,polos dan lugu bisa melaku kan hal yang di luar dugaan.
Berdasar kan informasi yang Ray dapat kan dari bawahan nya, Ria adalah dalang di balik tersebar nya video tentang Bella di media sosial, dan Ria juga yang melapor kan Bella dan ibu nya kepada polisi,Ria membuat ibu dan anak itu mendekam di penjara,tak cukup hanya dengan itu, setelah Bella dan ibu nya di penjara Ria rutin mengunjungi mereka setiap hari dan mengantar kan makanan yang kata nya adalah kiriman dari papa Ria untuk sang mantan istri dan anak tiri nya, setelah sekian waktu ibu dan anak itu berada di penjara, mental mereka tergangu, Bella dan ibu nya mulai bertingkah aneh, bahkan mereka menyakiti satu sama lain, dan tak lama kemudian Bella dan ibu nya di pindah kan ke Rumah Sakit Jiwa dan yang lebih aneh nya lagi saat Bella dan ibu nya berada di rumah sakit jiwa, Ria masih rutin berkunjung, dan saat Ria berkunjung Bella dan ibu nya pasti akan menggila bahkan melukai mereka sendiri, semakin lama keadaan mental Bella dan ibu nya bukan semangkin membaik, malah kelihatan semangkin kemburuk.
__ADS_1
"Apa kah hanya ini informasi tentang Ria, dengan siapa dia belakangan ini bertemu.?'' ucap Ray yang penasaran siapa sebenar nya orang yang membantu Ria, tak mungkin hal seperti ini di rencana kan nya sendirian.
"Tidak ada tuan, dan selama aku mengawasi nya nona Ria hanya kadang bertemu dengan tuan muda Edric.!'' ucap bawahan Ray.
"Cari tahu tentang Edric sekarang juga, aku ingin semua informasi tentang diri nya dalam waktu 30 menit.!''ucap Ray kepada bawahan nya.
30 menit kemudian Ray sudah mendapat kan semua informasi tentang Edric dan belakangan ini seperti nya Edric lebih banyak menghabis kan waktu di kantor nya, jadi apa mungkin semua yang di laku kan Ria adalah rencna nya sendiri.
Ting.. tong...ting... tong... suara bell yang berbunyi.
"Sebentar .!'' ucap seorang Asisten runah tangga.
"Eh Tuan Ray, silakan masuk tuan.!''ucap asisten rumah tangga Ria.
__ADS_1
"Apa Ria dan Cent ada bi.?'' ucap Ray dengan sopan.
"Nona Ria ada Tuan,apa tuan ingin bertemu nona Ria dan tuan muda Cent, kalau iya mari ikut saya naik ke atas tuan.!'' ucap asisten rumah tangga Ria.
"Saya menunggu di sini aja bi.'' ucap Ray yang sedang duduk di ruang tamu.
"Baiklah kalau begitu saya panggil kan Nona Ria nya dulu ya tuan.!'' ucap asisten rumah tangga Ria.
Namun belum sempat sang Bibi memanggil Ria, handphone di saku nya berbunyi, dan Ray menyaran kan sang bibi untuk meng angkat panggilan itu terlebih dahulu.
Setelah mengangkat telepon, tiba-tiba hp sang bibi jatuh, dia baru saja menerima kabar bahwa anak nya masuk rumah sakit, dan Ray pun menawar kan diri untuk mengantar sang bibi , namun sang bibi menolak dan pergi sendirian.
"Nona Ria ada di lantai atas dia sedang berada di kamar Tuan muda Cent, bisakah tuan pergi sendiri ke lantai atas karna saya buru-buru ucap sang bibi.!''
__ADS_1