
''Ingat ini hanya permulaan, kalian pasti akan menyesal karna telah berbuat seperti ini terhadap diriku.!"ucap ibu tiri Ria kepada Papa Ria dan juga yang lain nya sebelum dia berjalan pergi meninggal kan Ria dan yang lain nya.
Ya mau tak mau ibu tiri Ria tetap menandatangani surat cerai yang di beri kan Papa Ria,namun setelah ia tanda tangan, ia merasa tak ada guna nya lagi membujuk papa Ria, ibu tiri Ria pun mengata kan apa yang benar-benar ingin di kata kan nya, tak ada guna nya lagi dia berpura-pura baik, toh semua nya sudah terbongkar.
"Ma, ini gimana ma, sekarang kita harus tinggal dimana, rumah itu milik si anak kurang ajar itu.!"ucap Bella kepada sang mama.
"Tenanglah, kau hanya membuat kepala ku tambah pusing saja, sekarang kita kembali kerumah itu kemasi barang-barang kita, dan jangan lupa bawa beberapa barang beharga.!" ucap prihatini / Tini ( mantan ibu tiri Ria.)
Tini dan anak nya Bella, mereka menuju rumah keluarga Wijaya, ya mereka akan mengambil barang-barang mereka, terutama barang beharga, lalu mereka akan pergi membawa nya .
"Maaf, kalian di larang masuk ke dalam.!"ucap beberapa pengawal yang menahan Tini dan Bella putri nya.
__ADS_1
"Minggir kalian jangan kurang ajar, kami hanya ingin mengambil pakaian kami, setelah itu kami juga akan langsung pergi dari rumah ini.!" ucap Tini yang merasa kesal, ya saat Tini dan putri nya Bella ingin masuk k dalam, tiba-tiba saja mereka di tahan oleh para pengawal yang sudah pasti itu adalah pengawal yang di tugas kan oleh Ria untuk menghalangi mereka.
"Ini pakaian kalian, semua pakaian kalian sudah ada di dalam sini, selain ini kalian tidak boleh membawa pergi barang apa pun dari sini, hanya barang-barang yang ada di dalam koper itu lah yang boleh kalian bawa pergi.!"ucap sang pengawal sambil melempar 3 koper kepada Tini dan putri nya Bella.
Tini dan Bella pun pergi tanpa kata, sambil menarik kasar koper mereka.
"Gimana dok, keadaan papa saya.?"ucap Ria yang bertanya kepada seorang dokter.
"Papa nona baik-baik saja, hanya sedikit terkejut dan stres, namun keadaan nya jauh lebih baik dari sebelum nya, mungkin sebentar lagi dia akan sadar, dan tolong jangan buat papa anda terlalu stres dan dia juga harus banyak istrahat.!"ucap sang dokter lalu pergi meninggal kan Ria dan papa nya.
Dan ya tidak berapa lama kemudian, papa Ria pun sadar.
__ADS_1
"Pa, papa sudah sadar.!"ucap Ria dengan raut wajah gembira.
"Ria putri ku.!"ucap papa Ria lirih.
"Iya pa ini Ria, maaf pa jika Ria sudah membuat papa terkejut dengan beberapa hal yang telah Ria lakukan.!"ucap Ria lirih, ya mungkin saja dia terlalu cepat memberi tahu papa nya siapa sebenar nya wanita yang di nikahi nya.
"Tidak apa-apa nak, tapi bisakah papa minta satu hal kepada mu.!"ucap papa Ria .
"Apa itu pa.?"ucap Ria
"Berhenti lah mengusik Tini dan Arabella, jangan menyimpan dendam terlalu lama nak, sudah cukup jangan di terus kan lagi pembalasan dendam mu, papa takut hal buruk akan menimpa mu.!"ucap papa Ria lirih.
__ADS_1