
"Ommy sus sus , Ent sus sus (Mommy susu , Cent mau susu).!'' ucap Vincent dengan gaya bicara khas bayi.
"Oww, Cent jagoan mommy mau minta susu yah, mommy bikini Cent susu bentar yah, Cent tunggu disini dulu yah.!" ucap Ria yang kembali meletak kan Vincent di atas Playmat Baby , Vincent kembali bermain di atas Playmat baby milik nya.
"Non, nona mau ngapain.?" ucap bi Surti yang melihat Ria masuk ke dapur.
"Ria mau buatin Cent susu bi.!" jawab Ria.
"Sini non , biar bibi yang buatin, bukan nya nona tadi sudah mau berangkat kerja ya." ucap bi surti.
"Gapapa bi, cuma bikin susu aja ga lama kok, mending bibi temani Cent bermain di depan saja gih.!" ucap Ria yang mendorong bi surti untuk keluar dari dapur.
"Cent, ini susu Cent.!" ucap Ria sambil menyodorkan botol susu ke arah putra nya , yang sudah berusia kurang lebih 2 tahun.
Cent pun berjalan pelan ke arah mommy nya , Cent ingin mengambil botol susu yang ada di tangan mommy nya, namun saat tangan Cent akan menggapai botol nya tiba-tiba saja Ria mengangkat botol yang di pegang nya ke atas.
"O_mmy .!" panggil Cent kepada Ria dengan wajah Gemas nya.
"Sini, Kiss mommy dulu, baru mommy kasih susu Cent.!" ucap Ria kepada Cent , Cent pun segera mencium pipi Mommy nya agar dia bisa segera menikmati susu yang sudah dari tadi di tunggu nya.
"Bi Ria pergi dulu ya bi, Ria mungkin hari ini agak telat ya pulang nya, nanti bibi sama Cent makan duluan ya, Ria nanti makan di luar.!" ucap Ria yang berlalu pergi meninggal kan putra nya dan bi Surti di rumah nya.
Ya 1 tahun yang lalu Ria sudah membeli sebuah rumah untuk di tinggali nya bersama Vincent dan juga bi Surti, Ria menjadi seorang model sejak Vincent berusia 8 bulan, dengan wajah yang cantik, bentuk tubuh yang indah, yang semangkin mendukung mimpi nya itu.
__ADS_1
"Eilaria, perkenal kan ini Briana Erlangga, dia juga seorang model yang berasal dari indonesia seperti mu, project kali ini akan kau tanda tangani bersama Briana, ku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik ya.!"
"Baik pak.!" ucap Briana patuh.
"Sudah, tak perlu sungkan, mulai sekarang kita teman, Briana.!" ucap Briana sambil menyodorkan tangan nya tanda ingin berkenalan dengan Ria.
"Eilaria, mohon bimbingan nya ya kak, saya baru mulai merintis karir 2 tahun yang lalu.!" ucap Riana merendahkan diri, ya dia kenal orang yang ada di depan nya ini , dia adalah Briana Erlangga, seorang model yang sangat terkenal, bahkan saat Riana masih di indonesia dia sangat mengidola kan orang yang ada di depan nya ini.
15 menit setelah berkenalan Briana dan Eilaria pun melakukan pemotretan.
Saat ini jadwal pemotretan Ria cukup padat , apalagi setelah kemarin dia melakukan pemotretan bersama dengan Briana , tak hanya sebagai seorang model ,Ria juga bekerja di dunia hiburan, saat satu tahun yang lalu Ria melakukan pemotretan di salah satu majalah, dan wajah nya yang cantik itu banyak menghiasi sosial media , tentu hal itu mengundang banyak minat produser, Ria juga sering melakukan syuting iklan, selama dua tahun ini perjalanan Ria untuk menggapai cita-cita nya berjalan dengan sangat lancar.
Tinggal satu tahun lagi, ya tinggal satu tahun lagi Ria akan kembali ke indonesia dan membalaskan dendam nya, Ria yakin saat ini Bella dan mama nya sudah pasti melihat gambar diri nya yang bredar di media sosial, Ria sangat penasaran bagaimana reaksi mereka saat mengetahui bahwa Ria yang selama ini di tindas mereka telah sukses melebar kan sayap nya.
"Ma ada yang bilang bahwa model yang lagi naik daun sekarang itu mirip dengan si bodoh Ria, dan nama nya juga sama.!" ucap Bella kepada sang mama.
"Terus kamu percaya itu Ria.?" ucap sang mama (Prihatini ,mulai sekarang akan di panggil tini yah)
"Tentu saja tidak ma, bagaimana mungkin si bodoh itu bisa menjadi seorang model terkenal.!" ucap Bella.
__ADS_1


"Dia memang mirip dengan si bodoh yang entah hilang kemana, tapi mama dapat melihat dari foto nya bahwa sorot mata mereka sangat berbeda, sudah jelas bahwa mereka orang yang berbeda.!" ucap Prihatini.
"Tapi ma, bagaimana jika seandai nya nanti si bodoh itu kembali dan membuka semua rahasia kita, bagaimana jika dia kembali dengan membawa barang bukti.?" tanya Bella kepada Tini, dan terpancar raut wajah kekhawatiran.
"Apa yang kamu takut kan, semua itu tidak akan pernah terjadi.!" ucap Tini dengan percaya diri.
Sedangkan James semenjak kepergian Ria, dia lebih sering menghabis kan waktu untuk pekerjaan nya, tak jarang James tak pulang kerumah dan lebih memilih untuk tidur di kantor saja .
James sangat menyesal, andai saja dia mau mendengarkan Ria waktu itu mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini, ya mungkin saja Ria tidak akan meninggal kan nya, Ria adalah putri nya bersama sang istri tercinta, istri yang selalu mendukung dan menemani nya dari nol , Ria adalah anak yang dulu selalu mereka impikan , anak yang membuat kebahagian nya dan sang istri menjadi sempurna , Ria adalah hadiah terbesar yang di miliki nya dari sang istri yang telah tiada, tapi apa yang telah di lakukan nya, dia menyakiti hadiah itu, merusak kebahagian putri nya sendiri, hingga saat ini sudah hampir 3 tahun lama nya dia tak pernah mendengar lagi kabar sang putri tercinta.
Setiap kali James pulang kerumah dia pasti akan sangat merasa sedih, dia akan teringat kenangan-kenangan indah diri bersama sang putri tercinta.
"Dimana kamu sayang, pulanglah, papa janji akan memaafkan kesalahan mu, papa akan mendengar kan penjelasan mu.!" ucap James pilu sambil menatap foto sang putri tersayang yang ada di hanphone nya.
"Akhh, maaf tuan saya tidak sengaja.!" ucap Ria yang tak sengaja menabrak seorang pria di depan nya.
Pria itu hanya terdiam tanpa berkata sepatah kata pun, dia hanya menatap Ria dengan tajam, Ria yang merasa di tatap dengan tajam pun merasa tidak enak.
"Sekali lagi maaf tuan, saya benar-benar tak sengaja, kalau tuan tidak apa-apa, saya permisi dulu , saya sedang terburu-buru tuan.!" ucap Ria yang langsung pergi meninggal kan pria yang baru saja di tabrak nya.
__ADS_1
"Hah, benar-bebar pria yang sombong, mungkin dia tuan muda dari kekuarga kaya.!" ucap Ria .