
***
Naura hanya diam saja, ketika Attar tidak mau menjawab pertanyaan nya. sampai mobil Attar telah sampai di fakultas nya Naura segera meraih tangan Attar untuk ia Salami dan keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Attar yang melihat nya hanya senyum.
"orang lagi marah malah di senyumin" gumam Naura yang masih bisa di dengar oleh Attar, lalu masuk ke fakultas nya menuju kelasnya. setelah melihat Naura masuk kini Attar melajukan mobilnya menuju butik.
ternyata tadi saat Naura keluar dari mobil Attar banyak mahasiswa yang memperhatikan nya, dan mulai menggosipkan tentang dia.
"ee bukannya itu tadi mobil pak Attar ya" ucap salah satu mahasiswa yang melihat Naura keluar dari mobil attar
"Iyah itu mobil pak Attar, bukannya pak attar sudah punya pacar ya, kenapa bisa mahasiswi itu diantar oleh pak attar" ucap lagi salah satu teman mahasiswi itu.
Naura berjalan dengan tidak bersemangat hari ini, ia masuk ke dalam kelasnya dan mencari sebuah bangku yang kosong karna sudah banyak mahasiswa yang masuk di ruangan itu, sedangkan Silvi belum datang.
"Silvi dimana ya" ucap Naura yang celingak celinguk mencari keberadaan sahabatnya itu, baru saja membicarakan nya Silvi sudah berada di depan pintu Naura yang melihat kedatangan Silvi langsung melambaikan tangan nya. Silvi yang melihat lambaian tangan sahabatnya itu langsung medekati Naura.
"Sudah lama Nau" tanya Silvi
"belum kok" jawab Naura
"eeh kamu punya utang cerita ya sama aku" ucap Silvi
"utang apa" tanya Naura bingung
"Itu loh pak Attar, gimana" tanya Silvi memelankan suaranya
"ishh jangan bahas dia, aku lagi ngambek sama dia tau" ucap Naura cemberut
"Ciih, Lo nggak di kasih jatah ya" selidik Silvi
baru saja Naura ingin menjawab ucapan Silvi sebuah suara yang mengucapkan salam menghentikan Naura, ternyata itu adalah dosennya Silvi dan Naura diam karena mereka sangat takut dengan dosen nya yang satu ini yang sangat terkenal dengan sebutan dosen killer.
sampai perkuliahan selesai, Naura membereskan buku-buku nya dan memasukan ke dalam tas, ia melirik jam di tangannya masih ada 30 menit lagi baru Attar akan menjemputnya, melirik Silvi yang tersenyum dengan menatap handphone nya.
"Hayoo, udah jadian ya sama Ferdi" ucap Naura, Silvi yang mendengar suara Naura langsung menatapnya
"Nau aku minta kamu jangan ngebahas Ferdi lagi ya" ucap Silvi
"Loh kenapa Sil, kamu ada masalah sama Ferdi ya" tanya Naura sedikit bingung
__ADS_1
"kemarin waktu dia ngantar aku setelah pernikahan kamu sama pak Attar, dia ngastau aku untuk tidak mengharapkan dia" ucap Silvi sedikit sakit mengingat kembali ucapan Ferdi kepadanya, Naura hanya diam ia tahu sekarang kenapa waktu dirinya membahas tentang Ferdi Silvi langsung menutup teleponnya kemarin.
"dan jahatnya lagi Nau, dia bilang kaya gitu ketika dia sudah mencuri ciuman pertama aku, huaaa" ucap silvi yang menangis untung di dalam ruangan itu hanya tinggal mereka berdua.
"sudah-sudah aku minta maaf ya" ucap Naura memeluk Silvi untuk menenangkan nya.
"kita ke kantin yuk, aku lapar nih pengen makan bakso" ajak Naura lalu Silvi mengangguk dan mereka keluar menuju kantin.
ketika mereka menuju kantin, banyak mahasiswi yang menatap ke arah mereka lebih tepatnya ke arah Naura.
"Sil, kamu ngerasa nggak sih kok mereka natap kita gitu amat ya" tanya Naura
"mereka siapa" tanya silvi yang memang tidak menyadari tatapan para mahasiswi yang ia lewati itu
"itu loh mahasiswi yang kita lewati tadi, mereka natap kita kaya ngga suka bangat sama kita" ucap Naura mengehentikan langkah nya
"biarkan saja, Kalah saing mungkin" jawab Silvi yang malas pusing lalu melanjutkan tujuan mereka ke kantin
suasana kantin sangatlah ramai, apa lagi ini adalah masuk waktunya makan siang, setelah memesan bakso mereka mencari-cari bangku yang kosong untuk mereka tempati tapi sayangnya semuanya terisi, tapi ada satu bangku yang di duduki oleh seorang pria mereka tidak tau siapa pria itu karna pria itu membelakangi mereka.
"kita kesitu aja" tunjuk Silvi ke arah bangku pria itu ia menarik tangan Naura dan menuju bangku pria itu.
"Permisi, apa kami bisa duduk disini" tanya Silvi
"Ooh Eza ternyata" ucap silvi.
"kami bisakan duduk sini" ucap silvi lagi.
"bisa-bisa, eeh duduk Kaka ipar" ucap Eza lalu sedikit menggeser duduknya, Naura hanya tersenyum kepada Eza lalu mendudukkan bokongnya. sedangkan Silvi bingung mendengar ucapan Eza yang memanggil Naura dengan sebutan Kaka ipar.
"Maksud kamu, kamu adiknya pak Attar gitu" tanya Silvi yang sudah sangat penasaran lalu duduk di dekat Naura. Eza hanya mengangguk, melihat Eza yang mengangguk kan kepala seketika membuat Silvi kaget
"Astaga ternyata kamu adiknya pak Attar, kok kamu nggak bilang-bilang sih, tapi kok nggak ada mirip-mirip nya ya" ucap Silvi
"Eza adik sepupunya mas Attar" ucap Naura yang menjawab kebingungan Silvi
"yaa pantas, kirain adik kandung" ucap Silvi Eza hanya tersenyum.
sembari mereka menunggu bakso pesanan mereka, tiba-tiba ada sekelompok mahasiswi yang sedang membicarakan tentang pak Attar, Naura yang mendengar ucapan para mahasiswi itu hanya diam saja, ada salah satu ucapan mahasiswi yang ia dengar bahwa Attar sudah memiliki kekasih dan kemarin mereka sempat ketemu, meskipun sebelumnya Attar sudah memberitahunya tapi Naura merasa panas sekarang.
__ADS_1
"jangan dengarkan mereka cuman menebak-nebak" ucap Silvi yang menenangkan sahabat nya itu.
"Tapi sepertinya mereka sedang bertengkar, karna aku melihat pak Attar menghempaskan tangan wanita itu dan meninggalkan nya" ucap mahasiswi yang memotret Attar dan Anna kemarin, mendengar ucapan dari mahasiswi itu membuat Naura sedikit tenang.
***
mereka bertiga telah menyelesaikan makan siangnya, Naura pamit ke pada Silvi dan juga Eza bahwa ia telah di jemput oleh Attar dan sedang menunggunya di parkiran. silvi dan Eza mengangguk
ketika tiba di parkiran, Naura segera menghampiri mobil Attar sebelum masuk ia melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan apa ada yang melihatnya, Attar membuka kaca mobilnya.
"ada apa" tanya attar yang bingung dengan Naura yang kelihatan seperti seseorang yang sedang sembunyi-sembunyi.
"ah tidak ada" ucap Naura lalu cepat-cepat masuk ke dalam mobil Attar.
Attar melajukan mobilnya, bukan menuju ke arah rumahnya melainkan menuju ketempat lain.
"kita mau kemana" tanya Naura tapi Attar sama sekali tidak menjawabnya seperti nya ia sangat suka membuat Naura marah.
sampai tiba-tiba mobilnya ia berhentikan di depan sebuah bangunan yang Naura sendiri pernah ia datangi.
"kita ngapain kesini" tanya Naura lagi ia benar-benar bingung.
"ayo turun" ajak Attar yang sudah keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk istrinya,
Naura hanya mengikuti Attar dan mereka menuju ke butik. Attar membuka pintu tiba-tiba terdengar sebuah bunyi PARTY POPPER CONFETTY dan semua pegawai butik menyambut mereka berdua Naura benar-benar bingung sekarang.
"ini ada apaan sih mas" tanya Naura
"butik ini sekarang untuk kamu" ucap Attar..
"astaga mas, jangan bercanda deh ayo kita pulang" ucap Naura yang merasa Attar sedang mengerjainya.
"Selamat ya Bu" ucap para pegawai butik tersebut mulut Naura sedikit terbuka dengan apa maksud ucapan selamat dari para pegawai butik itu.
"tidak usah bingun begitu, butik ini punya mas dulu tapi sekarang sudah punya kamu ucap Attar" yang semakin membuat Naura kaget.
"Mas ini benaran, mas nggak bercanda gitu" ucap Naura memastikan, Attar hanya mengangguk.
"Kamu suka" tanya Attar
__ADS_1
"lebih dari kata suka" ucap Naura
"ahhh makasih ya mas" ucap Naura lalu memeluk Attar ia menangis karna sangat terharu..