
setelah bersiap-siap mereka pun turun sambil tangan Attar tidak melepas genggaman tangannya kepada istrinya, membukakan pintu mobil dan mempersilakan istrinya untuk masuk lalu dirinya juga masuk mobil.
Attar segera menghidupkan mobilnya dan langsung melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah,Dalam perjalanan mereka hanya diam, Naura yang melamun memikirkan tentang arti dari mimpinya dan Attar yang sedang fokus mengemudi, sesekali Attar melirik istrinya yang sedang melamun menarik tangannya untuk ia genggam.
"Ada apa sih sayang? kamu takut tidak bisa menjawab ya untuk ujian hari ini" tanya Attar Naura hanya menggeleng hanya menatap kosong.
"kalau ada sesuatu sini cerita sama mas? ada apa emangnya" tanya Attar yang merasa bingung dengan sikap istrinya pagi ini kenapa banyak diam.
"nggak ada mas" jawab Naura mencium tangan suaminya membuat Attar tersenyum.
tidak terasa mereka telah sampai di kampus, Attar segera memarkirkan mobilnya dan segera keluar membukakan pintu mobil untuk sang istri melihat perlakuan Attar kepadanya membuat Naura tersentuh. mereka berjalan beriringan masuk ke dalam fakultas.
"Mas aku ke kelas dulu ya" pamit Naura mencium tangan suaminya dan Attar mengangguk.
"kalau sudah keluar kelas kamu ke ruangan mas ya" ucap Attar dan di jawab anggukan kepala dari Naura lalu berlalu meninggalkan suaminya, Attar menatap punggung istrinya yang semakin menjauh lalu dirinya melangkah kan kakinya menuju ruangannya.
***
hampir 30 menit Naura sudah masuk ke dalam kelas belum ada tanda-tanda kedatangan dari dosen yang akan memberikan ujian hari ini, membuat Naura menjadi suntuk.
"Woiii Arkan jadi masuk nggak sih, kok nggak ada kejelasan gini sakit tau di gantung" tanya Aldi korban ghosting.
"jadi kok, sabar nunggu bentar lagi" jawab Arkan yang merupakan ketting
"Ah elah ke buru gue lupa nih hafalan gue" ucap Aldi melongos.
"Semangat amat lo mau kuliah, biasanya kalau dosen masuk lo nya malah molor" ejek Reva yang baru muncul habis dari kantin.
Aldi yang semula menenggelamkan wajahnya di antara lipatan tangannya langsung mendongak dan menatap reva dengan tatapan menghunus tajam.
"Diam ya! Gua gak bicara sama lo! si muka filter " ejek Aldi
__ADS_1
reva naik pitam, kesal, ia memukul kepala Aldi dengan botol minuman nya.
"Mampus lo kan" ucap Reva
Aldi berdiri, ingin membalas. "Udah ah Al Lo aneh banget sih, cewe lo lawan!" sungut Fatin yang melerai
"Kalau lo emang cewe Tin, tapi kalau dia nih! Titisan hulk"ucap Aldi sambil menunjuk Reva dengan perasaan jengkel, Reva berdiri, tangannya sudah bertengger di kedua pinggang dengan dada yang di busung kan. " "Lo berani sama gue, hah?" tantang Reva dengan memberikan tatapan permusuhan. Aldi pun membusungkan dadanya. "Ngehadapin lo mah, kecil." ucap Aldi tidak mau kalah. Keduanya langsung adu mulut. Begitulah, dua manusia aneh itu jika sudah di pertemukan.
"Kalian kenapa sih berantem mulu" timpal Naura yang sedari tadi memilih diam.
"Tau tuh, ciri ciri jodoh emang kaya gitu, Nau." Fatin menimpali.
Aldi dan Reva menatap kedua teman mereka. "Ogah! Masa gue yang se kalem ini dapatnya cewe modelan singa betina sih?!" ucap Aldi.
"ciih gue juga ogah kali, loh bukan tipe gue, tipe gue tu yang kaya Cha Eun wo bukan kaya Lo yang mokondo" ucap Reva menunjuk muka Aldi, Naura hanya geleng-geleng kepala melihat kedua temannya tidak ada yang mau mengalah.
"eeh dosen, dosen" ucap Arkan yang membuat mereka semua diam dan duduk di bangku masing-masing padahal Arkan hanya berbohong. melihat mereka semua duduk membuat Arkan tertawa dan mendapatkan tatapan tajam dari teman-temannya.
"hushh sok nasihatin Lo" sungut Aldi menuju keluar.
Aldi yang baru akan keluar dari kelas kembali masuk lagi karna melihat dosen sedang menuju kelas mereka.
"dosen Woi, nah gara-gara Lo nih hafalan gue hilang di otak gue" ucap Aldi yang menunjuk Reva lalu duduk.
"Dih nyalahin gue, noh tanyakan sama otak Lo yang kapasitasnya berapa RAM" ucap Reva.
"kalian bisa nggak sih sehari nggak bertengkar, kayak anak kecil tau nggak" ucap Naura yang sudah tidak tahan dengan Aldi dan juga Reva.
mereka semua diam ketika dosen masuk ke dalam ruangan kelas.
"ingat jangan ada yang menyontek jika saya ketemukan salah satu dari kalian yang membuka handphone ataupun catatan, lembar jawaban kalian akan saya robek dan di anggap tidak mengikuti ujian" ucap sang dosen membuat mereka semua mengangguk.
__ADS_1
"assalamualaikum, maaf pak saya sedikit terlambat" ucap Silvi yang baru datang.
"wa'alaikumussalam, masuk sebelum saya berubah pikiran" ucap sang dosen membuat nyali Silvi menciut menuju kursi kosong.
kali ini dirinya tidak duduk berdekatan dengan Naura karna di samping tempat duduk Naura sudah tidak ada yang kosong, jadi ia terpaksa duduk sendiri di belakang, Naura melihat langkah silvi yang terlihat aneh membuat dirinya tersenyum ia tau apa penyebabnya.
ujian berjalan dengan lancar, kali ini Naura bisa menjawabnya karena merupakan mata kuliah yang ia sukai, jadi dengan santai ia menjawab semua soal-soal yang di berikan.
Teman-temannya keluar dan meninggalkan mereka berdua di ruangan, Naura berpindah tempat duduk di kursi kosong sebelah Silvi dirinya sudah tidak sabar untuk menanyai sahabatnya.
"gimana rasanya" tanya Naura sambil terus tersenyum membuat Silvi bingung dengan maksud dari perkataan nya.
"gimana, rasanya apa? nggak jelas deh Nau" ucap Silvi.
"iih sosoan nggak tau, padahal sudah tau maksud aku yang mana" ucap Naura.
"Nauraaa maksud kamu apa sih aku nggak ngerti" tanya Silvi yang menangkup pipi sahabatnya.
"rasanya di unboxing" ucap Naura yang membuat Silvi menutup mulut sahabatnya.
"Nau, kamu apa-apaan sih, jangan keras-keras ngomongnya kalau ada yang dengar gimana" ucap Silvi sambil menoleh ke kanan dan kirinya.
"Haha sorry, gimana enak kan" goda Naura yang membuat pipi Silvi merona mengingat kegiatannya bersama Eza semalam.
"yaa gitu deh" ucap Silvi membuat Naura tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa.
"Nih lihat muka kamu" ucap Naura sambil menunjukan kaca di depan Silvi yang memerah, mereka yang sedang asik tertawa tiba-tiba handphone Naura berbunyi ada sebuah panggilan yang merupakan nomor tidak di kenal Naura terdiam mengernyitkan dahinya, membiarkan panggilan itu sampai selesai tapi lagi-lagi panggilan masuk dengan nomor yang sama.
"di angkat Nau siapa tau penting kan" ucap Silvi.
dan di waktu yang sama Attar juga menerima panggilan dari ayahnya. Naura mengangkat telvonnya.
__ADS_1
"Apaa" ucap Naura terdiam hingga handphone terjatuh.