Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Hari-hari yang akan di lalui


__ADS_3

***


kini Eza hanya menatap handphone nya yang panggilan nya sudah dimatikan oleh Silvi, rasanya untuk kembali lagi ke teman-teman ia sudah tidak lagi bersemangat tapi karna tugas yang mereka kerjakan sangat banyak akhirnya mau tidak mau ia memutuskan untuk kembali.


"Nah itu dia Eza" ucap Niko yang menunjuk ke arah Eza


Eza berjalan ke arah teman-teman nya dengan tidak bersemangat, teman-teman yang melihatnya sedikit bingung padahal tadi sebelum meninggalkan mereka Eza terlihat baik-baik saja sekarang mukanya muram.


"ada apa kamu za" tanya salah satu temannya yang hanya di balas dengan gelengan kepala oleh Eza.


setelah kedatangan Eza Fara terlihat sudah kembali tersenyum ia lalu kembali duduk di dekat Eza, Eza yang melihat tingkah fara yang seperti itu membuatnya menggeser tempat duduknya.


"sangat berbeda jauh dengan Silvi" gumam Eza dan ternyata masih terdengar oleh Fara. Fara yang mendengar ucapan Eza menatap Eza dengan tidak suka ia sangat tidak suka kalau dirinya dibanding-bandingkan dengan orang lain, sedangkan Eza hanya mengacukan Fara.


***


"aku ke rumah Naura aja ya, aku juga belum pernah bermain ke rumahnya" ucap Silvi yang berusaha membuat dirinya terlihat baik-baik ia sekarang tidak akan lagi dekat dengan pria manapun kalau pria itu tidak punya niat untuk menikahinya.


meraih kembali handphone nya dan menghubungi nomor Naura, setelah mendapatkan persetujuan dari Naura ia lalu menjalankan mobilnya menuju ke rumah Naura, sebelumnya Naura sudah mengirimkan alamat rumahnya.


tidak lama ia berkendara ia telah sampai di sebuah rumah mewah dan juga megah


"Wii enak bangat hidupnya sahabatku ini, tapi inikan rumahnya" tanya silvi yang menatap indah rumah sahabatnya itu


"menurut Maps sih alamatnya memang ini, ah aku telvon Naura aja jangan sampai aku asal masuk yang ternyata bukan rumah Naura bisa-bisa aku di sangka pencuri lagi" ucap silvi lalu menghubungi Naura.


"Nau rumah kamu yang gede ini kan" tanya Silvi ketika telvonnya sudah di angkat


"emang kamu sudah di depan Sil" tanya Naura


"Iyah ini aku sudah di depan rumah yang megah bangat" jawab Silvi


"ooh yaudah kamu tunggu situ aku keluar" ucap Naura lalu mematikan telvonnya.


"mau kemana" tanya bundanya yang melihat Naura berdiri.


"itu Bun di depan ada Silvi" ucap Naura bundanya hanya mengangguk lalu Naura menuju keluar.


"Sil ayo masuk" panggil Naura dan silvi mengikuti nya.


"kamu lagi ada tamu Nau" tanya Silvi yang melihat mobil di depan rumah Naura.

__ADS_1


"bunda sama ayah di sini, terus ada ibu Sama ayah juga" jawab Naura dan silvi mengangguk-ngangguk.


"ee pak Attar kemana" tanya Silvi


"kamu ngapain tanyain suami aku" ucap Naura


"ciihh udah bucin bangat ya sekarang, sudah nggak manggil lagi bapak" ucap Silvi


"Iyah dong, apa lagi sekarang aku bakalan punya baby" jawab Naura lalu mengelus perut nya yang masih rata itu sedangkan Silvi yang melihat Naura mulutnya terbuka lebar ia kaget ucapan Naura akan punya baby.


"nggak usah kaget kaya gitu, tu mulut kamu nanti kemasukan lalat" ucap Naura.


"kamu benaran Nau, kamu hamil gitu" tanya Silvi dan Naura mengangguk tersenyum.


"waah bakalan punya ponakan ni aku" ucap Silvi.


"udah ayo" ucap Naura yang mengajak Silvi ke ruang tamu dimana dua keluarga itu sedang berkumpul. Silvi menyalami kedua orang tua Naura dan juga kedua orang tua Attar.


setelah lama mereka berbincang-bincang dan hari juga makin sore, tiba-tiba saja pintu rumah Attar di ketuk oleh seseorang melihat Attar yang akan berdiri membuka pintu Silvi menghentikan nya.


"Biar saya ajak pak" ucap silvi lalu berlalu ke arah pintu untuk membukakan siapa yang datang bertamu.


"mas-suk" ucap Silvi sedikit terbata bata karena ternyata orang itu adalah Eza.


"Tunggu Sil, aku mau ngomong sama kamu" ucap Eza.


"mau ngomong apa" tanya Silvi yang melepaskan tangan Eza


"tentang hubungan kita" ucap Eza.


"sudah za, disini banyak keluarga aku nggak mau mereka berpikir bagimana-bagimana tentang kita, kamu kan bilang nggak bisa untuk pacaran sama aku jadi sudahlah jangan bahas hubungan kita lagi.


"aku bilang tidak ingin berpacaran dengan kamu, tapi bukan berarti tidak ingin menikah dengan kamu" ucap Eza yang membuat Silvi sedikit bingung dengan ucapan Eza.


"maksud kamu" tanya Silvi


"ayo kita menikah" ucap Eza.


"Sudah gila kamu za, orang masih kuliah juga" jawab Silvi yang sedikit bahagia karna Eza ingin serius dengannya.


"lihat sahabat kamu, ia masih bisa kuliah tuh setelah nikah" jawab Eza

__ADS_1


"tapikan pak Attar sudah mapan" ucap Silvi


"aku juga sudah mapan ya" jawab Eza


"terus kamu hanya akan berdiri disitu tanpa mau masuk" tanya Silvi tapi Attar menariknya keluar dari rumah Naura dan masuk ke dalam mobilnya.


"ee e mau ngapain" tanya Silvi


"memintah restu kepada ayah sama ibu kamu" jawab Eza lalu menjalankan mobilnya.


"iih kebelet nikah kamu? ini aku belum minta izin loh sama Naura dan juga pak Attar" protes Silvi.


"Sudah kamu chat saja Naura atau kak Attar bilang kamu ada urusan tiba-tiba" ucap Eza


"tapikan mobil aku masih di sana" jawab Silvi


"mobil kamu nggak akan hilang kalau berada disana" ucap Eza dan silvi hanya bisa pasrah lalu mengirimkan pesan chat kepada Naura.


***


"Dimana Silvi? kenapa lama sekali" tanya bunda Naura


"ooh itu bunda Silvi tiba-tiba ngabarin kalau ada urusan nya yang mendadak" jawab Naura


"terus tamu yang tadi dimana" tanya bundanya lagi.


"mungkin itu teman Silvi, soalnya mobilnya Silvi juga ia tinggal" jawab Naura dan mendapat anggukan dari bundanya.


karena hari sudah semakin sore ayah dan bunda Naura berpamitan untuk pulang


"sepertinya bunda sama ayah pamit pulang ya sayang" ucap bunda Naura


"Iyah bunda sama ayah hati-hati ya" ucap Naura dan menyalami tangan kedua orang tua nya dan Attar juga melakukan hal yang sama.


"ayah sama ibu juga balik sekarang ya, Attar jaga istri kamu baik-baik" ucap ayah Attar dan di angguki oleh Attar.


setelah kedua orang tua mereka balik, kini Naura melangkah kan kakinya menuju kamarnya, seharian dirinya tidak berbaring di kasur membuatnya sangat merindukan kasurnya itu.


"ahh aku sangat merindukanmu" ucap Naura setelah berbaring di kasur sedangkan Attar yang baru saja membuka pintu kamar ia tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Aku juga sangat merindukanmu sayang" ucap Attar ia mengira kalau Naura merindukan dirinya padahal itu adalah kasurnya yang ia maksud. ia lalu berbaring di samping Naura dan ingin memeluknya tapi baru saja tangannya ia lingkarkan Naura sudah mengusirnya.

__ADS_1


"Kamu bau mas, aku nggak suka jauh-jauh sana" ucap Naura yang menjauhkan dirinya dari Attar. sedangkan Attar terdiam ia memikirkan bagaimana nanti hari-hari nya kalau Naura ngidam seperti itu yang tidak menginginkan dirinya dekat-dekat dengannya.


__ADS_2