
Oohiya nak Naura, kamu maukan dijodohkan dengan anaknya Om? Tanya ayah Attar kepada Naura.
Naura bingung harus menjawab apa, Iyah melihat tatapan kedua orang tuanya sepertinya sangat berharap untuk Naura mengiyakan dan menerima perjodohan itu.
Tapi Yang ada dipikiran Naura saat ini adalah diakan pria yang sangat pemaksa apakah aku akan bahagia jika bersama dia? walaupun sekarang aku ini sudah jadi kekasihnya, ya kekasih karna untuk sebuah kesepakatan yang menguntungkan itu, Naura larut dengan pemikirannya sendiri. "Sedangkan Attar dari tadi menunggu jawaban dari Naura."
"Hmm Naura terima perjodohan ini Om, Tante" balas Naura, (Naura hanya bisa berharap kalau perjodohan ini bisa untuk masa depannya nanti dan semoga saja Attar yang dijodohkan dengannya itu berubah)
"Jadi gimana Attar kamu sendiri terima dengan perjodohan ini? Tanya ayah Attar.
Iyah Attar terima yah.
"Alhamdulillah" ujar kedua orang tua Attar dan Naura.
"kalau begitu kita bahas saja sekalian kapan pernikahan mereka, kata ayah Attar.
"ayah Naura dan bundanya mengangguk mengiyakan pendapat dari ayah Attar"
"Jadi kapan mereka akan menikah" Tanya ayah Attar
Sebaiknya lebih cepat lebih baik, bagaimana kalau satu Minggu dari sekarang. Ujar ayah Naura
"Baiklah, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga" Ujar ayah Attar.
"Iyah Ndre" Jawab papa Naura.
Malam sudah menunjukkan pukul 00.00, keluarga Attar sudah lama balik, Naura sudah lama masuk kedalam kamarnya, Naura sedang asik bertukar pesan dengan sahabatnya Silvi, tiba-tiba ada sebuah chat masuk di handphonenya yang Naura sendiri tidak tau itu dari siapa.
" Tidur udah malam jangan begadang" isi chat dari nomor baru tersebut
"Siapa? Balas Naura.
Ia menunggu balasan chatnya tetapi sampai beberapa menit tidak ada balasan, akhirnya Naura memutuskan untuk tidur, mengingat besok adalah mata kuliah Attar ia tidak ingin terlambat lagi.
"Attar setelah mengirimkan pesan chat ke Naura memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat ia tunda tadi siang"
"Sekitar pukul jam 02.00 Attar baru menyelesaikan pekerjaannya, ia mengambil handphone nya dan melihat balasan chatnya dari Naura dan tersenyum"
"Naura sekarang sudah berada di dalam ruangan kelasnya hari ini dia adalah mahasiswi pertama yang datang lebih dulu di dalam ruangan itu"
"Para mahasiswa sudah banyak yang berdatangan memasuki ruangan perkuliahan"
"Attar masuk Keruangan perkuliahan tersebut" tidak ada satupun mahasiswi yang tidak mengakui pesona sang dosen dan semua pujian itu tidak lepas dari telinga Naura.
__ADS_1
"Naura merasa telinganya terasa panas ketika mendengar calon suaminya itu dipuji, awas saja kamu kalau sudah jadi suamiku, dan tebar pesona seperti itu kamu akan dapat tendangan dariku" ujar Naura dalam hati yang mulai posesif.
"eh Nau, ganteng bangat kan pak Attar" tanya Silvi
Humm.. jawab Naura dengan malas.
Perkuliahan telah selesai, Attar memberikan tugas kepada para mahasiswa nya, sebagai bahan untuk dpelajari diakhir semester.
"Naura Anatasya" ujar Attar yang memanggil nama Naura.
"Nau, pak Attar memanggil mu" ucap silvi yang memudarkan lamunan Naura.
"Haa.. Iyah pak ada apa ya" tanya Naura
"Sepanjang perkuliahan saya kamu tidak menyimak sama sekali" ikut keruangan saya sekarang. Ujar Attar
"Naura mengikuti langka Attar dari belakang, tidak ada yang mau membuka suara" hingga akhirnya Naura berbicara.
"Waah bapak tadi sangat tebar pesona sekali ya"
"Hee, maksud kamu? Attar berbalik dan menghentikan langkahnya tiba-tiba" Naura yang berjalan sambil menunduk itu tidak sadar bawah Attar telah berbalik badan menghadap kearahnya, hingga ia menabrak kan kepalanya dibidang dada Attar.
"Auhh, bapak kenapa tidak bilang-bilang kalau mau berhenti" ucap Naura sambil memegang kepalanya.
"Ahh, emang tadi bapak sangat tebar pesona sampai-sampai telingaku terasa panas mendengar teman-temanku yang memuji bapak" Padahalkan cuman biasa aja. ucap Naura.
"Oh jadi kamu cemburu karena mereka memuji ketampanan saya" ucap Attar dengan sangat percaya dirinya.
"Idiih, siapa juga yang cemburu, biasa aja kali" ujar Naura sambil berlalu melewati Attar.
Silvi sedang menikmati makan siangnya hari ini dikantin Fakultas, ia dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba duduk di depannya.
"Hai.. aku bolehkan duduk disini" tanya seseorang itu.
"Iyah silahkan, lagian kursi itukan bukan milikku" jawab Silvi dengan cuek.
"Kenalin, aku Eza" ujar seseorang yang duduk di depannya.
"Yaa, aku Silvi" Silvinda mustahara, mahasiswi program studi ilmu sejarah, semester enam. ujar silvi.
"Ternyata kita seangkatan" ujar Eza
"Nggak nanya" jawab Silvi
__ADS_1
"Ada apa, kenapa memanggil saya keruangan bapak" tanya Naura Ketika sudah berada di dalam ruangan Attar.
"kenapa mulut kamu itu cerewet sekali, saya hanya ingin kerja ditemani sama kamu" ujar Attar dengan lembut.
"Sini, Attar mengajak Naura dengan lembut dan mengajaknya untuk duduk disampingnya"
"Naura yang diperlakukan seperti itu oleh Attar seketika hatinya meleleh"
"Aishh sifatnya tidak bisa bisa ditebak, kemarin-kemarin bikin emosi sekarang beda lagi" ucap Naura dalam hati.
"Kamu pulang sama saya, kita harus fitting baju untuk acara yang lagi enam hari" kata Attar.
"Kamu jangan terlalu sering begadang, lihat ini kantung matamu sedikit menghitam" ujar Attar yang sambil membelai kantung mata Naura.
"Jantung Naura sekarang ini seperti lomba pacuan kuda" Astaga jangan sampai dia mendengar detak jantungku. Naura buru-buru menepis tangan Attar dan agak sedikit menggeser tempat duduknya.
"Ternyata bukan cuman Naura yang merasakan detak jantungnya berdetak lebih kencang, Attar pun merasakan yang sama" Cuman bedanya Attar bisa menyembunyikan itu, berbeda dengan Naura yang kelihatan salting karena mukanya yang memerah sekarang akibat ulah Attar.
"kalau begitu, saya keluar saja nanti bapak hubungi saja kalau bapak sudah mau pulang" Naura hendak berdiri.
"tiba-tiba saja Attar menarik tangan Naura yang membuat keseimbangan tubuh Naura tidak seimbang sehingga membuat ia terjatuh dan menindih tubuh Attar" posisi mereka saat ini sangatlah dekat, Attar tepat dibawah Naura.
"Attar dan Naura saling bertatapan, jantung keduanya berdebar dengan sangat kuat"
Muncul ide jail Attar yang memajukan bibirnya hendak mencium Naura, Naura yang melihat bibir Attar sudah seperti bibir ikan, seketika itu ia berteriak Ahhhh....dan berlari keluar dari ruangan Attar
"Astaga baru juga begitu bagaimana nanti kalau malam pertama, membayangkannya saja sudah membuat aku tertawa. gumam Attar dan tertawa.
"Saat ini Naura berlari seperti habis melihat setan" Kenapa dia tiba-tiba berubah begitu, sepertinya aku akan memiliki penyakit jantung kalau hidup bersama dengan dia nanti.ujar Naura.
"ahh itu dia Naura, Silvi mendekati Naura" kamu ngapain disini Nau? Tanya Silvi
Naura yang belum bisa menetralisir perasaannya itu tiba-tiba kaget dengan kedatangan sahabatnya itu.
"Astagfirullah setan, setan" kata Naura
"Ihh Nauraaa ini aku Silvi, masa cewe secantik dan seimut aku dibilang kan setan" kata Silvi.
"Hehe maaf" pinta Naura cengengesan.
"Kamu tadi ngapain diruangan pak Attar? kenapa lama sekali" tanya Silvi
"Nggak ngapa-ngapain, udah yuk kita kesana" ajak Naura
__ADS_1