Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Sikap profesional Attar


__ADS_3

***


saat tiba di depan fakultas nya Naura jadi tidak pede lagi untuk keluar ia takut nanti akan mendapatkan kata-kata yang akan menyakiti perasaan nya apa lagi hari ini dengan penampilan nya yang berbeda.


"kamu harus percaya diri, kamu cantik bangat tau dengan memakai hijab" ucap Attar mencoba menyemangati istrinya.


"tapi mas" ucap Naura


"nggak usah takut dengan omongan teman-teman kamu nanti, lagian kan selama ini kamu hanya punya sahabat dekat Silvi aja jadi nggak usah mikirin ucapan teman-teman kamu yang lain" ucap Attar


"ayo" ajak Attar yang keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk istrinya


sampai saat ini hubungan Naura dan juga Attar belum ada yang tau, karna Naura yang menutupi nya dan Attar juga menghargai apapun keputusan istrinya yang tidak membuatnya terbebani.


setelah di buka kan pintu oleh suaminya Naura keluar dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"nggak usah nunduk gitu kalau lagi di depan suami" ucap Attar lalu Naura mengangkat kepalanya menatap Attar.


"Mas aku buka aja ya" ucap Naura


"astagfirullah jangan gitu sayang, sudah nggak apa-apa kalau bukan sekarang mau sampai kapan kamu bisa berani untuk memakai hijab, jangan pikirkan ucapan orang lain oke mas ada buat kamu kok" ucap Attar menyemangati istrinya.


"Oke, makasih ya mas" ucap Naura


"ayo" ajak Naura dengan semangat sambil menggandeng tangan Attar ia lupa kalau mereka sedang berada di area kampus.


mereka berjalan melewati beberapa mahasiswa, mahasiswa yang melihat kedekatan Naura dan juga Attar membuat mereka menggosip yang tidak-tidak Naura bahkan sama sekali belum sadar dengan apa yang terjadi hingga para mahasiswa itu menatap terus ke arahnya.


yang ia pikirkan mungkin saat ini mahasiswa yang melihatnya sedang terpesona dengan penampilan barunya, tapi nyatanya bukan tentang hal itu..


"Mas lihatlah mereka menatapku seperti itu" ucap Naura lalu menunduk lesu.


"sudah tidak apa-apa ada mas disini" ucap Attar


ketika Naura menunduk ia melihat tangannya yang menggandeng tangan Attar hingga membuat nya begitu terkejut dan tersadar dengan tatapan yang di berikan oleh para mahasiswa itu.


"astagfirullah" ucap Naura yang melepaskan genggaman nya di tangan Attar.


"ada apa" tanya Attar yang juga tidak menyadari apa yang sedang terjadi bukannya menjawab pertanyaan dari Attar Naura menarik tangan suaminya menuju ruangan Attar.


"ada apa sih kok tegang gitu, nggak usah mikirin ucapan teman-teman kamu yang menatap kamu seperti itu" ucap Attar yang belum menyadari sebenarnya kenapa para mahasiswa itu menatap mereka dengan begitu intens.


"mas bukan itu, mereka natap kita karena sejak masuk tadi kita gandengan" ucap Naura

__ADS_1


"aduuh gimana ini" ucap Naura lagi.


"Oh" Attar hanya ber oh ketika sadar akan tatapan para mahasiswa nya tadi.


"hanya Oh saja" tanya Naura


"mas nggak takut apa" tanya Naura yang resah.


"loh takutkan apa, kita kan suami istri jadi sah sah aja dong untuk bergandengan tangan" jawab attar yang terlihat begitu sangat santai


"iih bukan itu loh mas tapi ini itu di kampus, aku takut nanti fans-fans kamu nyerang aku tau" ucap Naura yang cemberut karna mendapatkan respon dari suaminya yang biasa-biasa saja.


"sayang sebaik apapun menyembunyikan suatu kebohongan pasti akan terbongkar juga" ucap Attar.


"tapi aku belum siap untuk sekarang" jawab Naura ia terlihat sangat tidak tenang dengan apa yang terjadi tadi.


"sudah-sudah ayo kita ke kelas kamu, ini sudah waktunya jam masuk" ajak Attar karena hari ini adalah jadwal mata kuliah nya yang di kelas Naura.


Naura dengan perasaan yang campur aduk terpaksa melangkah mengikuti suaminya, dan benar saja ketika menuju kelasnya para mahasiswa itu masih tetap menatapnya dan berbisik-bisik entah apa yang mereka bicarakan.


"Ada baiknya juga mereka tau sekarang supaya nanti kalau perut aku sudah besar mereka tidak akan menuduhku hamil tanpa suami" gumam Naura setelah berfikir dengan tanggapan-tanggapan dari mahasiswa yang melihat nya tadi.


"jangan terlalu dipikirkan" ucap Attar yang membuyarkan lamunannya.


"Iyah emang, jadi kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi" ucap Attar


sesampainya di depan ruangan kelasnya Naura terlebih dulu masuk ia melihat ke arah teman-teman nya yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan satu persatu tapi ia bahagia karena ternyata mendapatkan respon senyuman dari teman-temannya.


"waah Naura cantik bangat" puji salah satu mahasiswa cowo yang melihat penampilan Naura.


"Naura sudah insaf nih" ucap mahasiswi yang satu lagi dan hanya di balas dengan senyuman oleh Naura


"Cantik Nau" ucap mahasiswi yang lain dan menjadi sedikit ribut.


"makasih" jawab Naura lalu berjalan menuju ke Silvi yang tengah menatap dirinya tanpa berkedip. setelah itu barulah Attar masuk dan membuat para mahasiswa itu menjadi diam, seperti biasa kalau sudah Attar yang masuk ke dalam kelas mereka para mahasiswi itu akan merasa sangat bahagia dan juga akan serius menyimak perkuliahan.


"Nau kamu benaran memakai hijab" tanya Silvi dan Naura hanya mengangguk setelah duduk di samping Silvi.


"gimana bagus nggak" tanya Naura sedikit memelankan suaranya takut di dengar oleh suaminya yang sedang mengajar


"terlihat sangat cantik dan lebih anggun" jawab Silvi dan itu membuat Naura tersenyum


"hihi makasih" ucap Naura

__ADS_1


"Melihat kamu yang menggunakan hijab aku juga ke pengen untuk mencobanya" ucap Silvi


"coba aja Sil, benaran adem loh nggak gerah sama skali, tadinya aku mau buka karna takut omongan-omongan para netizen tapi untungnya ada mas suami" ucap Naura sambil tersenyum


"tolong mahasiswa yang duduk paling pojok jangan hanya asik bercerita" ucap Attar sambil melirik kearah istrinya dan juga Silvi


"Nanti kamu ke butik aku di sana banyak baju-baju muslimah" ucap Naura.


Naura dan silvi yang tidak merasa sama sekali dengan ucapan dari Attar dan kembali melanjutkan pembicaraan nya.


"haa kamu punya butik Nau" tanya Silvi dengan penasaran


"Iyah itu di berikan sama suami aku, tapi belum pernah aku kunjungi setelah terakhir pemotongan pita" jawab Naura


"Naura Silvi silahkan bercerita di depan sini" ucap Attar dengan sedikit menegaskan suaranya karena merasa ucapannya tadi tidak di indahkan oleh kedua wanita itu.


"haa apa pak" tanya Naura dan Silvi serentak.


"kalian dari tadi hanya asik bercerita di situ, tanpa menyimak perkuliahan saya, apa kalian sudah paham dengan apa yang saya sampaikan" ucap Attar


Attar memang kalau di dalam proses perkuliahan selalu bersikap profesional ia akan menegur sekalipun itu adalah istrinya


"Maaf pak" ucap keduanya menunduk


"kalau kalian sudah merasa paham dengan mata kuliah yang saya pegang silahkan tidak usah masuk lagi" ucap Attar dan itu membuat keduanya merasa takut.


"astaga seram juga suami kamu Nau" ucap Silvi sedikit berbisik.


"husss jangan terlalu keras nanti orangnya dengar" ucap Naura


"awas saja kalau sudah di rumah" gumam Naura dan masih terdengar oleh Silvi.


"Iyah Nau jangan kasih jatah hihi" ucap Silvi


"kalian dengar dengan ucapan saya" ucap Attar lagi.


"Iyah pak dengar kok, maaf" ucap keduanya.


setelah itu Attar kembali melanjutkan materi yang ia sampaikan sampai perkuliahan selesai ia keluar menuju ruangannya tapi sebelum itu mengirimkan pesan chat kepada Naura.


"kamu kalau nikah fitting bajunya di butik aku aja, soal harga bolehlah kita bicarakan" ucap Naura sambil tersenyum


tiba-tiba handphone nya berbunyi ia melihat dan membalas pesan chat dari suaminya lalu setelah itu ia berpamitan kepada Silvi untuk pulang lebih dulu karna ia akan ke rumah sakit.

__ADS_1


"aku duluan ya daa" ucap Naura melambaikan tangannya dan Silvi membalas dengan melambaikan tangannya juga.


__ADS_2