
***
hampir satu bulan Eza dan Silvi saling kenal hubungan mereka tidak terasa sudah sangat dekat, meskipun belum ada status ke jelasan dari keduanya tapi hubungan mereka sudah seperti orang yang pacaran, Eza yang tidak suka kalau melihat Silvi dekat dengan teman cowonya begitu juga dengan Silvi yang tidak suka kalau Eza di dekati dengan teman wanitanya nya.
Sebenarnya hari ini silvi lagi tidak ada perkuliahan, tapi ia memutuskan untuk ke kampus di rumah ia merasa bosan. menurutnya kalau di kampus ia akan merasa tidak sendiri secara banyak mahasiswa yang berada di kampus meskipun sudah semester 6 teman dekat Silvi hanyalah Naura, prinsipnya untuk apa mempunyai banyak teman kalau tidak tulus.
sedang duduk-duduk di taman fakultas tidak sengaja ia melihat Eza bersama teman-teman nya sedang berdiskusi tentang kegiatan yang akan di lakukan di fakultas nya nanti, lebih tepatnya dies natalis fakultas. ketika melihat seseorang perempuan berhijab yang tiba-tiba duduk bersebelahan dengan Eza ia menggerutu menatap tak suka ke arah perempuan itu.
"Emang ya susah jalani hubungan tanpa status, kebanyakan makan hati ini mah" gumam Silvi sambil terus menatap ke arah Eza ia berharap Eza akan menggeser tempat duduk nya menjauh dari wanita itu, tapi sayangnya Eza sama sekali tidak merasa terganggu.
"dasar pria, kemarin larang-larang aku ngga boleh dekat sama ini, ngga boleh chattan sama ini, kukira hubungan kita spesial ternyata tidak sama sekali" ucap Silvi
Eza merasa dari tadi ada yang memperhatikan nya ia celingak celinguk ke kanan dan kiri mencari seseorang apa benar ada yang memperhatikan nya, ketika ia menoleh ke depan seketika tatapan nya bertemu dengan Silvi, terlihat Silvi menatapnya tidak suka lalu memalingkan tatapan nya kepada Eza dan meraih tasnya.
"kalau aku tau bakalan lihat pemandangan yang tidak mengenakkan hati, mending aku di kamar aja tadi" ucap silvi yang menyalakan dirinya dan beranjak dari taman itu.
Eza yang melihat Silvi pergi begitu saja tanpa mau menemuinya ia merasa heran.
"ee kenapa dengan dia" ucap Eza yang masih bisa di dengar oleh teman-temannya.
"siapa za" tanya mereka
"Ooh ngga, kalian lanjut aja ya aku izin sebentar" pamit Eza.
wanita yang duduk di samping Eza tadi hanya menunduk ia kesal kepada Eza yang meninggalkan mereka hanya karna Silvi, ternyata wanita itu memang sengaja duduk di dekat Eza ketika melihat Silvi yang duduk sendiri di taman tadi.
"lihatin apa fara" tanya Niko yang melihat Fara menunduk sejak kepergian Eza
"Eeh nggak kok nik" ucap Fara.
__ADS_1
sedangkan Niko yang memang sudah tau kalau Fara memendam perasaan kepada Eza membuat hatinya tersayat, karena rupanya ia sebenarnya menyukai teman satu jurusan nya itu dari pertama kali mereka masuk kuliah, tapi untuk mengungkapkan perasaan nya sudah pasti ia akan di tolak. apa lagi wanita yang ia sukai itu menyukai temannya sendiri yang memang Eza adalah mahasiswa tampan dan juga berprestasi.
"ayo kita kerjakan sembari menunggu Eza" ucap Niko dan di angguki oleh teman-temannya yang lain sedangkan Fara tidak lagi bersemangat seperti tadi sewaktu ada Eza.
Eza menyusul Silvi tapi sudah tidak menemukan keberadaan Silvi, ia lalu mengambil handphone nya dan menghubungi nomor Silvi tapi sayang nya Silvi tidak mengangkat nya.
"ciihh ngapain juga telvon" ucap silvi yang menatap layar handphone nya lalu membiarkan sampai panggilan itu berhenti.
"Astaga kenapa nggak di angkat sih" ucap Eza
"terus tadi kenapa tatapan nya sama aku kaya aneh gitu ya" ucap Eza yang bertanya-tanya dengan tatapan yang diberikan oleh Silvi tadi, lalu menatap handphone nya dan mengirimkan pesan chat kepada Silvi.
"Kamu dimana sekarang? kenapa aku telvon kamu nggak angkat" isi pesan chat Eza
"nggak kemana-mana, kalau ada yang penting chat aja" balas Silvi tapi belum lama ia membalas pesan chat dari Eza handphone nya kembali lagi berbunyi rupanya Eza menghubungi nya kembali tapi lagi-lagi Silvi tidak mau mengangkat nya.
"Kamu ini kenapa sih? angkat nggak telvonku" Eza kembali mengirimkan pesan chat kepada Silvi
tapi lagi-lagi Eza menghubungi Silvi kembali, melihat Eza yang kembali menghubungi nya silvi akhirnya dengan terpaksa mengangkat telvon dari Eza.
"kamu dimana sekarang" tanya Eza ketika Silvi sudah mengangkat telvonnya
"Aku lagi di jalan mau pulang" jawab Silvi
"sharelock sekarang jangan kemana-mana" ucap Eza
"mau ngapain, kayanya kamu juga lagi sibuk kasian teman-teman kamu" jawab Silvi
"mereka bisa ngerjain tanpa aku, sekarang kamu sharelock dan tunggu aku kesitu jangan kemana-mana" ucap Eza.
__ADS_1
"nggak usah nyusul aku, aku mau jalan-jalan sendiri" ucap silvi yang memang sangat keras kepala.
"Kamu ini mendengar apa nggak sih, sharelock sekarang atau nggak"
"atau nggak apa" ucap Silvi yang memotong pembicaraan Eza
"ingat za, kita itu nggak punya status hubungan apa-apa, kamu nggak berhak buat larang-larang aku begitupun aku, aku nggak harus ngikutin ucapan kamu" balas Silvi
ia memberhentikan mobilnya di samping jalan ia merasa sesak sekarang karna nyatanya mencintai seseorang yang tanpa adanya status itu sangat menyakitkan di bandingkan dengan penolakan dari Ferdi kemarin.
mendengar ucapan dari Silvi membuat Eza tersadar ia memang sangat menyayangi Silvi tapi untuk mengajaknya berpacaran ia tidak bisa karna itu bukan perbuatan yang baik.
"kita seperti orang yang sama-sama tidak mau kehilangan, sama-sama membutuhkan tapi aku sadar kita nggak punya hubungan apa-apa" ucap Silvi dan Eza hanya diam mendengarkan ia memang salah.
"Kamu pikir dong, kamu ngedekatin aku, ngebuat seolah-olah aku ini milikmu kamu kira aku nggak berharap lebih gitu sama kamu, setelah perhatian yang kamu berikan selama kurang lebih satu bulan ini kita kenal" ucap Silvi lagi
"Maaf Silvi, aku juga sangat menginginkan hubungan lebih sama kamu tapi untuk mengajak kamu pacaran aku nggak bisa" jawab Eza
"Aku tau, dan aku sadar sekarang memang kebanyakan pria ngedekatin wanita itu hanya karna ia penasaran aja, sekarang kamu sudah nggak penasaran sama aku kan makanya kamu kaya gitu" ucap Silvi
"aku juga sadar, aku bukan wanita yang kamu inginkan aku jauh dari teman perempuan mu yang menggunakan hijab" ucap silvi
Eza yang mendengar ucapan Silvi seketika tersadar kalau tatapan yang Silvi berikan kepada nya tadi karna Fara yang tiba-tiba duduk di dekatnya.
"Aku nggak bisa ngajak kamu untuk pacaran sama aku Sil, karna pacaran itu dosa" jawab Eza.
"Kamu kira dengan cara kamu yang ngedekatin aku kaya gitu kamu nggak bakalan dapat dosa, emang, hubungan kita tanpa status tapi cara kamu yang larang aku atau yang setiap malam telvonan sama aku itu adalah dosa za" jawab Silvi
"tapi aku nggak bisa ngelihat kamu sama pria lain Sil" ucap Eza.
__ADS_1
"kamu tu egois za, kalau kaya gitu mari kita bertemu di versi terbaik menurut takdir, mari saling memperbaiki diri tanpa harus seperti ini" jawab Silvi lalu mematikan panggilan nya secara sepihak