Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Pertengkaran Attar dan Naura


__ADS_3

***


Anna benar-benar tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya bahwa Attar memanglah sudah menikah, ia bahkan tak bergeming ketika Attar melingkar kan tangannya di pinggang Naura dan juga ucapannya bahwa wanita yang ia rangkul itu adalah istrinya.


"mba ini siapa nya suami aku ya, kok datang-datang langsung bilang kangen" ucap Naura.


"Ooh kenalin aku Anna, mantan kekasih dari pria yang kamu rebut" ucap Anna yang menekankan kata kekasih dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Naura.


Tetapi Naura sama sekali tidak menyambut tangan Anna, ia melihat Anna dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Ciih siapa yang rebut dari kamu, suami aku sendiri yang datang lamar aku, kamu itu cuman masa lalunya jadi jangan kegatelan" ucap Naura sedangkan Attar hanya diam melihat dua wanita itu saling beradu mulut.


"Attar nggak mungkin ya bisa lupain aku secepat itu, aku yakin kamu hanyalah pelariannya" ucap Anna yang kelewat pede.


Silvi yang sudah geram dengan Anna dari tadi, tiba-tiba ia berdiri memegang sebuah gelas yang berisi jus minumannya, Eza menarik tangan Silvi ia curiga dengan gelagat Silvi yang hendak akan berdiri.


"jangan ikut campur" ucap Eza memperingatkan tapi tangannya di hempaskan oleh Silvi


"tidak akan aku biarkan wanita itu merusak kebahagiaan sahabat aku" ucap Silvi lalu mendekati Anna yang masih terus bicara.


"Kamu itt.. ucapan Anna terhenti kalah sebuah air di siramkan di atas kepalanya dan yang melakukan itu adalah Silvi.


"Mbak itu terlalu pede, makanya mbak sering-sering lah berkaca" ucap Silvi dengan santai setelah menyiramkan semua jus minumannya tanpa sisa.


Anna sangat marah sekarang ia benar-benar di buat malu oleh Silvi, apa lagi ternyata dari tadi banyak pengunjung yang memperhatikan ke arah meja mereka. ia mengambil tasnya dan berlalu meninggalkan mereka, tetapi sebelum itu ia berbalik menatap Naura dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.


"jangan biarkan wanita seperti itu masuk ke dalam rumah tangga kalian" ucap Silvi yang terlihat lebih dewasa lalu kembali ke meja untuk menghabiskan makanan nya.


"ada apa" tanya Silvi kepada Eza yang tidak melepaskan tatapan kepadanya.


"keren bangat kamu tadi" puji Eza sambil mengacungkan jempol nya.


"biasa aja kali" ucap Silvi dan duduk lalu melahap makanan nya mumpung lagi dapat traktiran.


"jadi wanita itu yang mas pernah ceritakan sama aku waktu itu" tanya Naura


"Iyah sayang, padahal aku sudah memblokir nomornya dan sudah pernah memperingatkan nya bahwa untuk tidak mengganggu aku lagi karna aku sudah menikah, tapi ia sama sekali tidak percaya" jawab Attar.


"ciih cuman wanita seperti itu, aku tidak akan mau kalah" ucap Naura.

__ADS_1


"ayo kita pulang saja, aku sudah tidak lapar" ajak Naura kepada suaminya.


"Kamu sudah tidak mual lagi sama bau parfum aku" tanya Attar.


"Iyah karna wanita itu, siapa tadi namanya" tanya Naura.


"Anna" ucap Attar


"yaa si Anna Anna itu, awas aja kalau aku lihat mas ketemu lagi sama dia" ucap Naura


"Iyah sayang, mas juga nggak tau kenapa tiba-tiba dia ada di restoran ini" ucap Attar.


"kita pulang saja" ucap Naura menarik tangan Attar dan menuju ke meja yang ada Silvi dan juga Eza.


Eza yang melihat Naura menggandeng tangan Attar membuatnya tersenyum, lalu menatap mereka.


"ternyata ada juga manfaatnya wanita tadi untuk kak Attar" ucap Eza.


"Maksud kamu" tanya Naura tak suka dengan ucapan Eza barusan.


"Iyah, lihat sekarang tadi padahal kamu sangat tersiksa berdekatan dengan kak Attar sekarang malah gandengan" ucap Eza


Attar yang mendengar ucapan Eza barusan membuat nya tersenyum ia memang membenarkan perkataan adik sepupunya itu, tapi berbeda dengan Naura yang tidak suka dengan ucapan Eza.


"kami pulang sekarang ya, kalian makan saja semuanya saya yang bayar" ucap Attar


"Oke makasih ya pak attar" ucap Silvi sangat semangat.


"ingat Nau jangan biarkan wanita tadi merusak rumah tanggamu" ucap Silvi lalu kembali melanjutkan makannya dan Naura mengangguk.


setelah Attar dan Naura meninggalkan mereka, kini keduanya juga sudah menghabiskan makanan yang mereka pesan.


"Aku antar kamu sekarang atau kamu masih ada tempat yang mau di kunjungi" tanya Eza


"antar aku ke rumah Naura, mobil aku masih di sana" ucap Naura.


"Oh oke" ucap Eza.


sesampainya di rumah Naura langsung turun ke mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada suaminya, ternyata Naura menyimpan semua pertanyaan-pertanyaan kepada Attar ia hanya tidak ingin bertengkar di restoran tadi.

__ADS_1


Attar mengikuti dari belakang ia bingung sekarang kenapa Naura selalu berubah-ubah sikapnya padahal tadi ia biasa saja sekarang malah banyak diam. Naura menaiki anak tangga menuju kamarnya sesampainya di dalam kamar ia berdiri sambil melamun entah apa yang ia pikirkan sekarang.


Attar yang melihat istrinya yang sedang berdiri mendekati nya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang, menempatkan dagunya ke bahu istrinya dan menghirup aroma tubuh Naura yang sangat membuatnya nyaman.


Attar yang tidak mendapat respon dari istrinya ia melepaskan pelukannya lalu membalikan tubuh Naura agar bisa berhadapan dengan nya.


"kenapa mas bisa memilih untuk makan di restoran itu" tanya Naura setelah berhadapan dengan suaminya


"karna itu dekat sama rumah sayang" jawab Attar


"Mas sengaja milih restoran itu kan, kenapa bisa ada wanita itu di sana" tanya Naura lagi.


"mas nggak tau sayang kenapa dia bisa ada di sana" jawab Attar


"ingat ya mas aku nggak suka kebohongan" ucap Naura


"mas benaran nggak bohong" jawab Attar.


"kenapa mas nikah sama aku" tanya Naura yang rupanya ia masih memikirkan ucapan Anna tadi.


Attar benar-benar tidak tau harus menjelaskan seperti apa lagi kepada Naura agar bisa percaya.


"kenapa pertanyaan itu kamu tanyakan lagi Naura, jangan mencari-cari bahan untuk bertengkar" ucap Attar yang berusaha untuk tidak mengeraskan suaranya.


mobil Eza memasuki halaman rumah Attar, keduanya lalu turun dan masuk ke dalam rumah Attar yang memang tidak dikunci karna dari tadi mereka membunyikan bel pintu tak kunjung di buka, hari ini juga bi Siti pekerja rumah Attar sedang izin.


"astaga ini masih siang mereka sudah masuk ke dalam kamar" ucap Silvi setelah masuk ke dalam rumah Naura sambil senyum-senyum.


"senyum kamu itu seperti mempunyai makna" ucap Eza yang mengusap muka Silvi.


"Haishh apaan sih" ucap Silvi lalu menatap Eza dengan muka cemberutnya, sedangkan Eza yang di tatap hanya diam saja.


"benarkan mas nikah sama aku hanya menjadikan aku sebagai pelarian kamu dari wanita tadi" ucap Naura yang mengeraskan suaranya dan itu di dengar oleh Eza dan juga Silvi.


"Stop Naura" ucap Attar dengan suara membentak


"Mas sudah bilang sama kamu, kalau mas sudah lama tidak punya hubungan dengan Anna dan kamu sama sekali tidak mengerti itu" ucap Attar lagi.


"belajarlah lebih dewasa lagi, kamu bukan lagi anak kecil yang harus dikastau ber ulang-ulang" ucap Attar dan Naura hanya diam mendengar bentakan dari Attar.

__ADS_1


"ayo kita pulang saja" ucap Silvi yang takut dengan suara kemarahan dari dosennya itu.


"jangan, kita tunggu sebentar saja disini" ucap Eza.


__ADS_2