
"saya akan berusaha menjaganya dan juga melindungi nya dan bertanggung jawab penuh, saya sangat paham sebagai orang tua Om dan Tante sangat mencintai Silvi, dan saya akan melakukan hal itu juga" ucap Eza
"om saya datang kemari bukan hanya sekedar untuk mengatakan ucapan cinta dan keseriusan, tapi saya ingin menikahi Silvi meskipun kami masih berkuliah tapi setelah menikah saya tidak akan melarang Silvi untuk bisa menggapai mimpi nya saya tidak akan menjadi penghalang untuk nya tapi saya akan menjadi pendukungnya" ucap Eza lagi
mendengar ucapan dari Eza ayah Silvi tak ada alasan lagi untuk menolak lamaran dari Eza. tapi biar bagaimanapun semua keputusan berada di tangan anaknya ia lalu berbalik menatap Silvi, Silvi yang merasa di tatap oleh ayahnya bertanya dengan sedikit berbisik.
"ada apa ayah, kenapa melihat ku seperti itu" tanya Silvi melihat tingkah putrinya yang sangat tidak peka membuat ayah Silvi geleng-geleng.
"kamu lihatkan Eza, Silvi itu sama sekali tidak peka jadi nanti kamu yang harus banyak-banyak bersabar untuk memahami nya" ucap ayah Silvi
"tidak peka kan apa sih ayah" tanya Silvi
"itu maksud kedatangan Eza kesini kamu terima apa tidak, kasian dari tadi ada yang nungguin sebuah jawaban" ucap ayahnya
"ooh emang harus Silvi yang jawab yah" tanya Silvi
Naura yang melihat tingkah kepolosan dari sahabatnya itu sungguh sangat ingin menoyor kepala Silvi tapi itu tidak mungkin ia lakukan.
"ya iyalah Sil kamu yang harus jawab, nggak mungkin Tante yang mau jawab yang di lamar itu kamu" ucap Naura sambil terus makan ia tidak berhenti untuk mengunyah.
"Ooh gitu ya, Iyah kok aku terimana" ucap Silvi yang padat dan jelas tanpa adanya basa basi.
"Alhamdulillah" ucap mereka serentak setelah mendengar jawaban Silvi.
"aku punya syarat" ucap Silvi
"apa" tanya Eza
"aku nggak bisa masak, aku bisanya makan saja jadi kamu harus bisa terima itu" ucap Silvi dan di jawab anggukan kepala oleh Eza.
setelah menetapkan tanggal yang baik untuk pernikahan, mereka berpamitan untuk pulang karna malam sudah hampir larut apa lagi Naura juga yang sedang hamil.
***
"mas benar ya besok dari kampus kita ke rumah ibu, setelah itu ke rumah bunda aku sudah sangat kangen sama mereka" ucap Naura yang sedang berbaring di kasur berbantalkan lengan suaminya.
"Iyah sayang insyaallah" jawab Attar sambil mengelus kepala Naura
"sayang gimana kalau besok kita ke dokter kandungan dulu, mas baru ingat besok kan jadwal kamu untuk cek kandungan" ucap Attar
"oohiya ya, kok bisa sih aku lupa" ucap Naura
"sayang sekali padahal masih muda sudah pelupa" ejek Attar.
"Iyah soalnya yang selalu ada di pikirin aku hanya mas" ucap Naura yang mencoba menggombali Attar.
"hahaha belajar dari mana kata-kata itu hum" tanya Attar yang menarik hidung Naura.
"nggak tau, itu keluar sendiri dari mulut aku" jawab Naura
"mas maunya anak cewek atau cowok" tanya Naura
__ADS_1
"mas sih, yang mana-mana saja mas tetap akan menyayangi nya baik itu anak cewek ataupun cowok tapi kalau boleh request mas maunya anak cewek" ucap Attar.
"request request di kira mau request lagu apa, tadi katanya yang mana-mana saja sekarang malah ingin request nggak konsisten tau" ucap Naura cemberut.
"nggak kok sayang, kan mas bilang kalau boleh" ucap Attar memeluk istrinya dan menciumi wajah Naura.
"pokoknya apapun yang di kasih sama Allah" ucap Naura membalas memeluk tubuh Attar
"Iyah Iyah, seperti nya mas ganti aja jadi anak cowok deh soalnya kalau anak cewek mas takut jangan sampai lebih cerewet dari kamu" ucap Attar sedikit tertawa
"tuh kan nggak konsisten lagi" ucap Naura yang semakin dibuat cemberut oleh suaminya
"nggak kok sayang, Iyah apapun itu mas akan menyayangi nya" ucap Attar sebaiknya mengalah lebih baik.
"mas aku kok ke pengen pakai hijab ya, mas ngijinin nggak kalau aku pakai hijab" tanya Naura yang melonggarkan pelukannya dan mendongak kan kepalanya menatap wajah Attar dengan intens.
"maa sya Allah, apapun itu kalau itu baik mas akan selalu mendukung kamu, kenapa tiba-tiba ingin memakai hijab" tanya Attar serius
"nggak tau mas, cuman ke pengen aja emang dari dulu sudah ada niat untuk pakai cuman ya gitu deh Istiqomah nya susah" jawab Naura
"bukan Istiqomah nya yang susah sayang, tapi kamu yang sudah terlalu nyaman dengan penampilan kamu seperti ini, jadi untuk melakukan itu harus banyak hal untuk di lakukan" ucap Attar mencium kening istrinya
"Iyah mas, mulai besok aku mau pakai hijab ya" ucap Naura yang meminta persetujuan dari suaminya.
"Iyah sayang" ucap Attar
"tapi mas pasti teman-teman aku bakalan ngomongin aku kaya gimana kalau besok tiba-tiba mereka melihat aku memakai hijab" tanya Naura.
"ya udah deh besok aku harus siapkan hati aku" ucap Naura.
"ayo tidur" ajak Attar yang mendekap kembali tubuh Naura ke dalam pelukannya dan memejamkan matanya.
Naura bukannya tidur malah terus menatap wajah suaminya dan mengganggu mata dan juga hidung Attar.
"kok mancung bangat sih, ini nggak adil" ucap Naura yang menutup hidung Attar, Attar yang merasa pernapasan nya terhalang membuka kembali matanya dan menatap istrinya.
"kamu ingin bunuh mas ya" ucap Attar dengan lembut lalu memegang tangan Naura lalu menempelkan ke bibirnya.
"Mas kok bisa sih mancung gitu, ibu dulu ngidam makan apa ya supaya aku juga ikut yang ibu makan" ucap Naura yang membuat Attar terkekeh.
"astaga sayang beginilah kalau pria tampan, ibu waktu ngidam katanya nggak aneh-aneh kaya kamu kemarin yang nggak bisa dekat-dekat sama aku untung ngidam kamu nggak berlanjut sampai kamu lahiran" ucap Attar
"aku nggak percaya sama mas, besok aku harus tanya langsung sama ibu supaya anak kita juga mancung nggak kaya hidung aku" ucap Naura
"kan ayahnya sudah mancung sayang, pasti nanti bakalan ngikutin hidung ayahnya" ucap Attar.
"ayo kita tidur, tidak baik bumil terlalu begadang apa lagi besok mau ke kampus" ucap Attar mencoba memejamkan kembali matanya dan begitu juga dengan Naura.
***
Silvi terus membayangkan dirinya tidak lama lagi akan menikah sambil melihat-lihat foto-fotonya bersama Eza.
__ADS_1
"aku nggak nyangka bangat bentar lagi akan menjadi seorang istri dari Eza, aduu gimana ya nanti menghadapi malam pertama.? aku harus banyak bertanya ni sama Naura" gumam Silvi senyum senyum.
"astagfirullah mikirin apa sih aku nih, belum juga nikah sudah mikirin gimana nanti malam pertama" gumam Silvi yang geleng-geleng tiba-tiba saja handphone nya berbunyi dan itu panggilan dari Eza.
"hallo assalamualaikum" sapa Eza setelah panggilan nya di angkat
"Iyah wa'alaikumussalam, ada apa" tanya Silvi
"kok belum tidur" tanya Eza
"karena kamu telvonlah makanya aku belum tidur, kalau aku sudah nggak angkat telvon kamu berarti itu sudah tidur" ucap Silvi mendengar ucapan Silvi Eza hanya tersenyum
"ya sudah kamu tidur kalau gitu, jangan begadang" ucap Eza
"Iyah Iyah assalamualaikum" ucap Silvi
"wa'alaikumussalam" jawab Eza lalu mematikan telvonnya.
***
Naura sedang berada di depan cermin ia tersenyum melihat dirinya yang menggunakan hijab berputar-putar melihat dirinya Attar mendekati Naura sambil tersenyum, ia sangat kagum dengan penampilan baru dari istrinya terlihat lebih dewasa dan tambah cantik setelah menggunakan hijab.
"Maa sya Allah cantiknya istriku" ucap Attar
Naura yang mendengar pujian dari Attar berbalik menatap suaminya yang sudah berada di belakangnya.
"mas mujinya ikhlas kan" tanya Naura dan di jawab anggukan oleh Attar, Naura mencoba mencari kebenaran di mata suaminya Attar yang merasakan tatapan Naura yang seperti itu merasa aneh.
"ada apa di wajah mas" ucap Attar lalu mengusap wajahnya yang ia kira mungkin ada sesuatu di wajahnya yang membuat Naura menatap nya seperti itu.
"ahh tidak, aku hanya mencari kebenaran di sana" ucap Naura dan berbalik kembali menatap dirinya di depan cermin.
"kamu tidak percaya sekali dengan ucapan suami kamu ini ya" ucap Attar menggelitik pinggang Naura.
"iih mas, bukannya nggak percaya ya, biasanya pria kalau ada mau nya pastinya selalu mengeluarkan kata-kata manis" ucap Naura sambil membenarkan hijabnya
"gimana penampilan aku" ucap Naura berbalik menatap suaminya
"kalau nanti mas muji kamu ngira aku ada mau" ucap Attar
"iih ini beda Lo Konsep nya, jadi gimana" tanya Naura lagi
"Cantik sayang" ucap Attar
"oke ayo kita berangkat sekarang" ajak Naura menggandeng tangan Attar dan berjalan menuruni anak tangga menuju mobil suaminya.
***
salam penulis
@egacy_12
__ADS_1
makasih banyak buat semua yang sudah baca novel ku, maa sya Allah tabarakallah Alhamdulillah sekarang novelku sudah di kontrak setelah beberapa kali gagal hehe senang bangat loh.