Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Perubahan Naura


__ADS_3

***


kini pernikahan Attar dan Naura sudah berjalan satu bulan, selama itu juga rumah tangga mereka kelihatan sangat Romantis. keduanya sedang berada di dalam kamar dengan Naura yang berbaring dan berbantalkan lengan Attar.


"Mas besok masuk ngajar ya" tanya Naura yang hanya di angguki oleh Attar.


"Ayo tidur" ajak Attar lalu mendekap tubuh istrinya lalu memejamkan mata nya begitupun juga dengan Naura yang membalas memeluk tubuh Attar dan memejamkan mata.


***


kini pagi telah menyapa Naura terbangun ketika ia merasakan mual di perut nya, lalu berlari cepat ke arah kamar mandi, Attar yang mendengar suara Naura terbangun dan melirik ke arah pintu kamar mandi yang tidak di tutup lalu menyusul istrinya ia khawatir karna mendengar Naura yang muntah.


sedangkan Naura sekarang muka nya sangat pucat, ia merasa mual tapi ketika akan muntah tidak ada yang keluar hanya saja perutnya serasa tidak enak sekali.


"ada apa" tanya Attar khawatir


Naura hanya menggeleng dan berlalu keluar dari kamar mandi, tapi Attar yang melihat wajah Naura yang pucat langsung menggendong nya dan membaringkan nya ke kasur.


"Muka kamu sangat pucat, yang mana yang sakit sayang" tanya Attar lembut.


"nggak tau mas, mual aja mungkin masuk angin" ucap Naura


"masa sih, kan AC di matikan dan di kamar juga hangat nggak dingin" ucap Attar


"yaa kan penyakit nggak ada yang tau datangnya dari arah mana mas, sudah sana mas kan katanya hari ini mau ngajar kan" ucap Naura dengan sedikit lemah.


"Mas nggak jadi ngajar deh hari ini, masa istri lagi sakit malah di tinggal" jawab Attar.


"Sudah mas, nggak papa kok lagian kan sebentar lagi bi Siti datang" ucap Naura lagi.


"nggak, mas nggak mau nanti pas aku tinggal ke kampus kamu kenapa-kenapa, sudah kamu tunggu sini" ucap Attar lalu berdiri mengambil minyak kayu putih dan kembali lagi duduk di dekat Naura.


lalu Attar sedikit mengangkat baju istrinya dan mengoleskan sedikit minyak kayu putih ke perut istri nya, Naura yang mencium bau minyak kayu putih itu seketika isi perutnya ingin keluar rasa mual nya kembali lagi.

__ADS_1


"mas jauh kan minyak kayu putih itu, ishh baunya busuk" ucap Naura yang menutup hidungnya ia bingung biasanya kalau emang lagi sakit perut pasti ia selalu mengoleskan minyak kayu putih di perutnya tapi kenapa sekarang ia tidak suka dengan bau nya.


"Yaudah kamu istirahat ya, mas mau masakan kamu bubur" ucap Attar


"nggak mau bubur" jawab Naura


"oke, kamu maunya makan apa biar mas bikinkan" jawab Attar


"Aku mau bakso mas" ucap Naura yang membuat Attar melongo.


"astaga ini masih pagi sayang, mana ada jam segini yang bakalan buka, lagian kamu itu lagi sakit" Jawab Attar


"tapi itu obatnya mas, supaya aku nggak mual, tadi katanya mas mau bikin kan" jawab Naura cemberut.


"Mas jahat" ucap Naura menunduk


"Yaa kalau bakso mas nggak bisa sayang, mas bisanya masak mie sama bubur aja" ucap Attar dengan lembut.


"makan bubur aja ya, kamu kan lagi sakit" bujuk Attar tapi Naura tidak menanggapi ucapannya


"Mas Naura mual sekali, huek huek"


mata Naura kini sudah berair karna biasanya kalau ia sakit ia akan sangat di manja oleh ibunya ya meskipun sekarang sudah ada suaminya tapi itu sangat berbeda.


"kok nangis si sayang" tanya Attar lembut


"Huaaaa, Naura semakin mengeraskan tangisan nya Attar di buat bingung oleh tingkah istrinya. ia lalu menarik Naura untuk masuk ke dalam dekapan nya berniat agar tangisan istrinya itu berhenti tapi nyatanya tidak Naura malah semakin sesegukan.


"apa mas punya salah" tanya Attar yang khawatir dan mendapat jawaban anggukan dari Naura, lalu mengangkat wajah Naura untuk bisa ia tatap.


"katakan apa salah mas" tanya Attar


"tadi mas katanya mau buatkan makanan untuk aku, tapi giliran aku minta nya bakso mas bilang nggak bisa, kalau emang nggak bisa masak ya setidaknya jangan nawarin" ucap Naura kembali menangis.

__ADS_1


"Ya Allah aku kira karna perutnya yang sakit sekali makanya dia menangis, tapi ternyata hanya karna keinginan untuk makan bakso tidak terpenuhi membuatnya nangis seperti ini" gumam Attar dalam hati ia mengusap wajahnya lalu mengangkat tubuh Naura dan membawahnya kembali ke kasur.


"Ya sudah mas Carikan bakso sekarang, kamu istrahat dulu ya" ucap Attar


mendengar ucapan Attar seketika senyum Naura mengembang, ia sangat bahagia karna keinginan nya akan terpenuhi sedangkan Attar ia bingung mau cari dimana bakso sepagi ini.


"apa kamu tau penjual bakso di dekat sini sayang" tanya Attar dengan lembut


"nggak tau mas, kok tanya aku sih" jawab Naura cuek


"oke mas akan cari" jawab Attar dan berdiri menuju walk-in closet untuk mengganti bajunya setelah itu ia keluar lagi dan melihat Naura yang sedang senyum-senyum menatap layar handphone nya, seperti biasa kerjanya hanya menscrol-scrol tik-tok dan tanpa melirik ke arah Attar sama sekali


"astaga kenapa seperti nya dia sedang mengerjaiku" gumam Attar dalam hati lalu mengambil handphone dan juga kunci mobil, dan hendak keluar tapi ia terhenti karena Naura memanggilnya dan berbalik menatap istrinya.


"Kamu berubah pikiran untuk makan bakso" tanya Attar yang terlihat sangat antusias.


"Bukan" jawab Naura


"Oh, lalu apa" tanya Attar yang terlihat sangat sabar menghadapi tingkah istrinya yang tiba-tiba berubah sangat menyebalkan ia merasa bahwa Naura memang sedang mengerjainya sekarang. karna selama sebulan mereka menikah ia tidak pernah melihat tingkah Naura seperti yang terjadi sekarang.


"Aku mau ikut" jawab Naura lalu turun dan mendekati suaminya


"Kamu kan lagi sakit, istrahat saja ya" ucap Attar


"nggak mau, nanti mas pasti di tempat penjual baksonya nanti malah tebar pesona" jawab Naura sedangkan Attar benar-benar bingung dengan istrinya sekarang terlihat sangat menyebalkan dan posesif.


"kalau begitu mas nggak usah keluar" ucap Attar yang menuju sofa lalu duduk.


"Terserah mas saja deh, aku tau kok mas nggak sayang sama aku" ucap Naura kembali menangis Attar yang melihat istrinya menangis mendekatinya dan menenangkan istrinya.


"bukannya mas nggak sayang sama kamu, tapi tadikan kamu kelihatannya sangat pucat mual-mual sekarang malah pengen ikut mas, mas juga bingung kok pagi ini kamu cengeng sekali" jawab Attar yang mengejek istrinya.


"Sudah ya, kalau mau ikut mas kamu ganti baju dulu sana" ucap Attar

__ADS_1


"huaaa tuh kan mas malu jalan sama aku karna penampilan ku yang seperti ini" ucap Naura dan semakin keras tangisan. Attar mengusap wajahnya ia tidak tau lagi bagaimana dengan sikap Naura yang tiba-tiba berubah menjadi sangat cengeng.


__ADS_2