Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
39


__ADS_3

setelah di tinggal Naura, Silvi masih tetap setia duduk sendiri di dalam kelasnya ia masih belum ingin beranjak pulang, sedikit-sedikit tertawa kecil kalah melihat video yang menurutnya itu lucu.


saking asiknya tertawa sendiri Silvi tidak tau kalau ternyata di ruangan itu ada seseorang yang sedang tidur, awal-awal mendengar suara tertawa dari Silvi pria itu masih tidak merasa terganggu hingga pada akhirnya Silvi memukul meja karna video yang ia lihat yang sangat lucu.


brakkkk....


"Hahaha" Silvi tertawa sambil memegang perutnya


"Heiii bisa diam tidak" ucap pria yang sudah terbangun Karena Silvi.


melihat ada pria di dalam kelas membuat Silvi menjadi bungkam ia mengira dirinyalah satu-yang berada di situ.


"ee sejak kapan kamu disini" tanya Silvi


"sejak kamu tertawa tertawa tidak jelas seperti orang gila" ucap pria itu.


"enak saja ngatain aku gila, kamu kali" ucap Silvi lalu bergegas merapikan buku-buku nya dan keluar.


"Dasar wanita aneh" ucap pria itu lalu kembali melanjutkan tidurnya setelah Silvi keluar.


"enak saja ngatain aku gila" cerocos Silvi ia berjalan sambil menunduk dengan menatap layar handphone nya ia masih tetap setia menonton komedi yang membuat nya terus tertawa hingga tidak sadar kalau langkahnya seperti tertahan.


"ada apa ini, kenapa aku nggak bisa maju" ucap Silvi sambil melihat kakinya yang berusaha melangkah tapi masih tetap berada di tempat, Silvi bergidik ngeri mendongakan kepalanya menatap ke arah depan yang terlihat sangat sepi, tidak ada suara ataupun seseorang disitu.


"ooh ibu apakah disini berhantu" ucap Silvi


tawa Eza tidak bisa ia tahan lagi, karna mendengar ucapan Silvi yang parnoan akan hantu.


"kamu nganggap aku hantu, haha istighfar Silvi disini mana ada hantunya" ucap Eza yang melepaskan pegangannya ke tas Silvi.


Silvi berbalik menatap Eza yang masih terus tertawa dengan muka yang masih terlihat pucat.


"Kamu, kalau aku kenapa-kenapa gimana? jangan buat lagi kaya gitu aku parno tau nggak" ucap Silvi sambil menunjuk Eza.


"kan ada aku, lagian disini nggak ada hantu Sil" ucap Eza.

__ADS_1


"tetap saja aku nggak suka" ucap Silvi yang memang sangat penakut.


"Iyah Iyah maaf nggak akan terulang lagi, lagian kamu tadi tertawa-tertawa nggak jelas emangnya lagi lihat apa? sampe-sampe nggak lihat kalau aku dari tadi ngikutin kamu dari belakang" tanya Eza yang penasaran.


"lagi nonton komedi habisnya lucu jadi tertawa deh" ucap Silvi


"jangan sering-sering tertawa sendirian apa lagi di tempat sepi yang seperti ini, nanti kamu kemasukan" bisik Eza menakut-nakuti Silvi dan berlalu meninggalkan Silvi yang terdiam.


"huaa tungguin" ucap Silvi dan berlari mengejar Eza


"Ezaaaa tungguin nggak atau aku aduin ke ayah, katanya kemarin janji sama ayah mau jagain aku" teriak Silvi yang masih terus mengejar Eza karna Eza yang tinggi jadi langkahnya sangat cepat di bandingkan dengan Silvi yang langkahnya seperti siput.


"cepat" ucap Eza dan berhenti untuk menunggu Silvi


"kamu kan nggak lari ko jalan kamu cepat bangat sih" protes Silvi ketika sudah berada di hadapan Eza sambil mengatur nafasnya. "makanya tumbuh tu ke atas bukan kesamping" ucap Eza sambil memegang kepala Silvi dan membuat Silvi cemberut.


"jangan di buat gitu, gemmes tau" ucap Eza menarik pipi Silvi sehingga menjadi merah.


"Iish sakit tau" ucap Silvi sambil mengelus-elus pipinya


"astaga kenapa lama sekali" gumam Silvi yang sudah memajukan bibirnya seperti bibir ikan menunggu ciuman dari Eza tapi tak kunjung dia dapatkan, yang ada malah tangan Attar di letakkan di bibirnya merasakan hal itu membuat Silvi membuka matanya dan mendapatkan Eza yang sedang tersenyum ia sengaja mengerjai Silvi.


"istighfar belum hallal" ucap Eza memperjelas kata halal membuat silvi bersemu merah ia merasa sangat malu sekarang.


"ishh apa sih" ucap Silvi cemberut dan berlalu meninggalkan Eza


"hahaha mau ikut aku nggak" tanya Eza yang sudah berada di samping Silvi


"ikut kemana" tanya Silvi


"ketemu ibu sama ayah aku" ucap Eza yang membuat silvi bahagia ia tidak menyangka akan hubungan nya bersama Eza sekarang sudah sangat serius.


"ayo" ucap Silvi yang sangat antusias apa lagi ia sangat penasaran bagaimana rumah Attar dan juga bagaimana kedua orang tua Eza karna semenjak awal dekat ia tidak pernah di ajak untuk ke rumah Eza yang ada hanya Eza yang sering ke rumahnya.


mereka berjalan sambil membawa mobil masing-masing sebenarnya Eza sudah melarang Silvi untuk tidak usah membawa mobilnya tapi Silvi tidak mau, akhirnya mau tidak mau Eza mengalah saja.

__ADS_1


***


setelah melakukan pemeriksaan dan juga USG kedua pasangan suami istri Naura dan Eza tampak sangat bahagia setelah mengetahui perkembangan bayi mereka, tapi untuk mengetahui jenis kelamin bayi belum bisa karna kehamilan Naura baru menginjak dua bulan lebih, mereka di sarankan oleh dokter agar bisa mengetahui jenis kelamin bayi ketika di usia kehamilan yang menginjak 18 Minggu.


Eza membisikkan sesuatu kepada istrinya, Naura yang mendengar ucapan Eza membuat dirinya mendapatkan cubitan di perutnya.


"iish mas aja yang tanya, ngapain nyuruh aku" ucap Naura.


"kamu ajalah sayang, ayolah" ucap Attar yang merengek seperti anak kecil, sedangkan dokter yang tau apa maksud dari perdebatan pasangan itu berdehem dan menghentikan perdebatan mereka.


"Umm untuk melakukan hal itu, bisa ya pak Bu asal jangan bermain kasar" ucap sang dokter yang membuat Naura bungkam ia tidak tau kenapa dokter itu bisa menjawab apa yang ingin suaminya tanyakan.


"waah apa dokter bisa membaca pikiran seseorang" ucap Naura dan hanya di balas dengan senyuman oleh dokter.


***


setelah selesai pemeriksaan mereka berniat untuk berkunjung ke rumah orang tua Attar karena Naura yang kangen dengan ibu mertua nya, di sepanjang jalan Naura hanya diam.


"kebiasaan kamu tuh melamun terus ya" ucap Attar


"aku itu sebenarnya masih bete sama kamu mas" jawab Naura


"bete karena apa? emang mas habis buat salah" tanya Attar dan Naura mengangguk.


"mas itu ngeselin tau, kenapa juga mempertanyakan hal itu sama dokter" ucap Naura yang ternyata masih terus mengingat hal tadi.


"dan satu lagi tadi mas di kelas seram bangat tau" ucap Naura yang mengeluarkan semua kelakuan suaminya.


"nggak ada salahnya loh kita menanyakan hal itu, dan untuk soal tadi di kelas mas hanya tidak ingin kamu itu ketinggalan soal ilmu" ucap Attar


"Iyah Iyah" jawab Naura


"mas aku mau itu" tunjuk Naura ke sebuah jajanan di samping jalan.


"kamu mau yang itu? tanya Attar dan di jawab anggukan oleh Naura lalu Attar menepihkan mobilnya

__ADS_1


__ADS_2