
"belajarlah lebih dewasa lagi, kamu bukan lagi anak kecil yang harus dikastau ber ulang-ulang" ucap Attar.
karena emosi yang menguasainya Attar tidak sadar bahwa ia telah membentak istrinya,
Naura hanya diam setelah mendapat kan bentakan dari Attar ia menunduk lalu terdengar suara Isak tangisnya.
Silvi dan Eza yang mendengar suara keras dari Attar membuat mereka saling memandang.
"ayo kita pulang saja" ucap Silvi yang takut dengan suara kemarahan dari dosennya itu.
"jangan, kita tunggu sebentar saja disini" ucap Eza.
***
mendengar Isak tangis dari Naura Attar baru sadar bahwa ia telah membentak istrinya meraih Naura ke dalam dekapan nya, meskipun Naura berontak tapi tenaga Attar sangat kuat hingga akhirnya Naura membiarkan suaminya itu memeluknya.
"Maafkan mas telah membentak mu, tapi percayalah mas tidak tau kenapa bisa Anna tiba-tiba muncul di restoran itu" ucap Attar mencoba menjelaskan.
"dan jangan pernah berfikir kalau kamu adalah pelarianku dari wanita itu, aku sudah sangat lama melupakan dia" ucap Attar.
Naura sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia semenjak hamil merasa perasaan nya sangatlah sensitif apa lagi dirinya di bentak seperti tadi.
***
Silvi membayangkan bagaimana perasaan sahabatnya itu setelah di bentak, ia tau betul bagaimana Naura kalau di bentak ia sangat tidak bisa kalau di bentak.
"Kenapa sudah tidak ada suara" tanya Silvi sedikit berbisik kepada Eza, Eza hanya menggeleng kan kepalanya pertanda kalau ia tidak tau apa yang terjadi di atas sana.
"aku akan naik ke atas" ucap Eza hendak melangkah tetapi Silvi menghentikan nya.
"jangaannn, kamu nggak takut sama pak Attar" tanya Naura dan Eza menggeleng.
"sepertinya mereka sudah baikan, kita pulang saja" ucap Silvi ia sebenarnya masih penasaran dengan sahabatnya sekarang bagaimana perasaan nya setelah di bentak tapi ia percaya kalau pak Attar bisa menenangkan nya.
"ayo kita pulang saja, tidak baik kita menguping pembicaraan orang lain" ucap Silvi lagi lalu menarik tangan Eza untuk keluar dari rumah
__ADS_1
"kamu nggak penasaran sama sahabat kamu di atas" tanya Eza setelah mereka sudah berada di luar
"kenapa malah kamu yang jadi kepo begini, sudah lah aku memang penasaran tapi aku juga percaya kepada suami istri itu mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka" ucap Silvi lalu berlalu meninggalkan Eza dan masuk ke dalam mobilnya, karna memang niatnya ke rumah Naura hanya untuk mengambil mobilnya.
Silvi menjalankan mobilnya dan melewati mobil Eza dan Eza yang masih tidak bergeming dari tempatnya tadi, Silvi memberhentikan mobilnya dan membuka kaca mobilnya melihat ke arah pria itu.
"hei apa kamu hanya akan berdiri di situ saja" tanya Naura dan Eza menggeleng lalu masuk ke dalam mobilnya, melihat Eza yang sudah masuk ke dalam mobilnya Silvi kembali menjalankan mobilnya dan dengan di ikuti oleh Eza dari belakang.
***
Naura mencoba melepaskan dirinya dalam dekapan suaminya tapi tenaga Attar sangatlah kuat.
"lepas mas aku cape" pinta Naura dengan tatapan yang kosong
"nggak, biarkan begini saja" ucap Attar dan semakin memeluk tubuh istrinya.
"mas minta maaf, mas ke bawah emosi tadi" ucap Attar yang menyesal karna telah membentak istrinya tadi.
"Mas sayang bangat sama kamu, jadi tolong percayai aku" ucap Attar tapi Naura sama sekali tidak mengeluarkan suara dan itu sangat membuat Attar takut dirinya tidak akan di maafkan oleh istrinya.
merasakan suaminya itu menangis Naura malah ingin tertawa sekarang, bisa-bisanya pria itu menangis di hadapannya baru kali ini Naura mendengar seorang pria yang menangis dan itu adalah suaminya sendiri.
"ayolah mas, yang di bentak itu aku, kenapa malah mas yang menangis sekarang" ucap Naura.
mendengar ucapan Naura Attar mendongakkan kepalanya dan menatap istrinya, Naura mencoba menahan tawanya ia takut jangan sampai suaminya itu jadi malu kalau Naura menertawakan nya sekarang.
"maaf" ucap Attar seperti seorang bocah
"Iyah Iyah, tolong lepas mas aku lapar bangat tau" ucap Naura cemberut karna tadi di restoran ia tidak sempat memakan makanannya.
"Mas akan masakan kalau begitu" ucap Attar menarik tangan istrinya dan turun menuju dapur.
sesampainya di dapur Attar membuka kulkas dan mencari-cari entah apa yang akan ia masak, sekarang ia bingung terlalu banyak bahan-bahan masakan yang ada di dalam kulkas, sedangkan Naura hanya memperhatikan apa yang akan Attar buatkan untuknya.
"kalau mas hanya akan masak bubur dan mie goreng sebaiknya tidak usah" ucap Naura melihat Attar yang sama sekali tidak beranjak di hadapan kulkas yang ia buka.
__ADS_1
Attar berbalik dan menampilkan senyumnya kepada istrinya.
"Mas nggak tau mau masak apa, di kulkas itu terlalu banyak bahan-bahan masakan" ucap Attar menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"sudahlah biar aku aja yang masak" ucap Naura mendekati suaminya dan mulai mengambil bahan-bahan yang ada di dalam kulkas ia berniat untuk masak ayam saja.
setelah menyiapkan semua bahan-bahan nya Naura mulai memasukan satu persatu, sedangkan Attar hanya diam dan memperhatikan Naura ia benar-benar salut dengan kepiawaian istrinya dalam memasak padahal ia tau kalau istrinya dari keluarga yang kaya, ia pikir biasanya kalau wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya pasti jarang bisa masak.
tidak butuh waktu yang lama masakan Naura sudah masak, ia menyiapkan di atas piring lalu membawanya ke meja makan semua gerakan Naura tidak lepas dari tatapan suaminya.
"Ada apa mas" tanya Naura
"Tidak sayang, ee sudah masak ya" tanya Attar Naura hanya mengangguk lalu mengambil piring suaminya dan mengambilkan nya nasi dan juga lauknya, lalu setelah itu barulah ia mengambil untuk dirinya sendiri keduanya makan dengan sangat khidmat dan tidak ada yang mengeluarkan suara sepatah katapun hanya suara sendok yang terdengar.
***
Silvi tiba di rumahnya dengan di temani oleh Eza, saat tiba di rumah Silvi bingung mobil siapa yang ada di halaman rumahnya, ia tau mobil ini mobil siapa tapi ia tidak yakin kalau pemiliknya adalah orang yang ia tau. Silvi turun dari mobilnya dan memperhatikan mobil itu dari dekat.
"nggak, nggak mungkinlah ini mobil Ferdi" ucap Silvi dalam hati.
"Kenapa Sil" tanya Eza yang sudah berada di dekatnya.
"ooh nggak kok, ayo singgah dulu" ajak silvi kepada Eza untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Iyah" jawab Eza dan keduanya melangkah masuk.
langkah silvi terhenti ketika mendengar sebuah suara yang sangat ia kenal, dan Eza bingung dengan Silvi yang seperti sedang melihat hantu.
"heii kayanya kamu suka sekali melamun ya" ucap Eza yang menyadarkan Silvi dari keterkejutan nya. Silvi maraih tangan Eza dan berjalan ke arah ruang tamu.
salam penulis
@egacy_12
maaf ya kalau cerita nya nggak seru🙃
__ADS_1