
Naura sangat manja kepada ibu mertuanya ia duduk bahkan sambil bersandar di bahu sang ibu karena ia sangat merasa nyaman apa lagi sudah lama ia tidak bertemu jadi sekalinya bertemu kangen bangat.
Attar yang melihat Naura sangat manja kepada sang ibu menampilkan senyumnya, ia merasa kalau kasih sayang ibunya terhadapnya sudah berpaling kepada Naura setelah ia menikah.
"ibu ayah belum pulang" tanya Attar
"Iyah, kamu tau sendiri kan ayah kamu itu super sibuk ibu kadang merasa sepi di rumah" jawab ibunya sambil mengelus kepala Naura yang bersandar di bahunya.
"ibu kan bisa ke rumah supaya aku juga ada temannya" ucap Naura mengangkat kepalanya dan menatap sang ibu mertua.
"Iyah sayang" jawab sang ibu.
"kamu kapan akan mengambil alih kantor Attar" tanya ibunya.
"entahlah Bu, Attar rasa sudah nyaman dengan profesi aku sekarang" jawab Attar
"kasian loh ayah kamu, harusnya ia sudah waktunya untuk bersantai-santai di rumah" ucap ibunya.
"nanti Attar pertimbangkan ya Bu" jawab Attar dan di angguki oleh sang ibu.
"ee kalian sudah makan" tanya sang ibu
"ini, hanya makan ini" ucap Naura dengan muka cemberutnya tanpa menghentikan kunyahan nya, jajanan yang Attar belikan tadi.
"ibu mas Attar itu jahat, masa hanya di belikan makanan yang seperti ini harus nya kan dibelikan makanan yang enak-enak" ucap Naura yang mendramatis sedangkan Attar melototi nya.
"lihat itu ibu matanya sudah mau keluar" ucap Naura menunjuk Attar dan ibunya juga mengikuti arah tangan Naura.
"waa istriku ini pintar sekali dia membuat drama ya" gumam Attar dalam hati
"ibu Naura nggak pernah minta, makanya Attar nggak belikan" ucap Attar ketika menyadari tatapan sang ibu.
"kamu sebagai suami harusnya peka dong Attar, perempuan mau nya tidak perlu harus di minta dulu baru di berikan sesuatu itukan dari inisiatif kamu" ucap sang ibu dan Attar mengangguk pasrah sedangkan Naura tersenyum dengan kemenangan.
"siap salah ibu" ucap Attar sambil menatap terus istrinya.
"hihi rasain tuh, siapa suruh tadi marahin aku di kelas" gumam Naura dalam hati sambil terus tertawa sedangkan Attar yang melihat nya mendengus kesal.
"ya sudah kalau begitu ayo kita makan sama-sama ibu juga sudah masak sebelum kalian kesini" ajak ibunya beranjak ke meja makan di ikuti Naura dan juga Attar.
"Kenapa ngomong gitu ke ibu" bisik Attar kepada Naura yang sedang berada di sampingnya.
__ADS_1
"hehe sengaja beri pelajaran buat mas makanya peka dong" ucap Naura lalu berjalan cepat mendekati ibu mertua nya dengan tertawa, ia menghindari suaminya tanpa melihat ekspresinya karna sudah bisa di pastikan bagaimana muka Attar yang dibuat kesal oleh dirinya.
"kenapa" tanya ibu mertua nya yang melihat Naura terus tertawa.
"haha coba deh ibu balik ke belakang, gimana ekspresi muka mas Attar" bisik Naura
ibu mertua nya mengikuti ucapan Naura berbalik melihat anaknya yang di buat kesal oleh menantunya, melihat muka Attar yang di tekuk membuat ibunya dan juga Naura tertawa.
Attar tau kenapa kedua wanita itu pasti sedang menertawakan nya, tapi ia hanya cuek saja lalu duduk dan mulai meraih piringnya dan mengambil nasi tanpa menunggu Naura yang mengambilkannya, seperti nya Attar sekarang sedang ngambek sekarang.
melihat Attar seperti itu membuat kedua wanita itu saling bertatapan dan menahan tawa mereka, Naura dan ibu mertuanya sangat sefrekuensi ternyata. mereka makan dengan sangat khidmat tanpa ada yang mengeluarkan pembicaraan.
"ibu sampaikan salam ku ke ayah" ucap Naura sudah berada di dalam mobil melambaikan tangannya dan di balas oleh ibu mertuanya.
"kalian hati-hati Attar jangan ngebut ya" ucap ibu memperingatkannya
"Iyah Bu, nanti kapan-kapan aku berkunjung ke kantor" ucap Attar kepada ibunya dan di jawab dengan anggukan kepala dari sang ibu, lalu attar menjalankan mobilnya menuju ke rumah mertuanya hari ini ia sangat memenuhi keinginan istrinya.
karena rumah mertuanya yang jauh dan harus berputar arah lagi, membuat Naura tertidur sepanjang perjalanan menuju rumah orang tuanya.
***
"Za, Eza ini rumah kamu" tanya Silvi dengan ekspresi kagum, Silvi memang tipe yang kalau melihat sesuatu yang indah membuat dirinya mengagumi keindahan tersebut.
"Maa sya Allah, ternyata rumah Eza lebih bagus dari rumah aku" gumam Silvi dalam hati.
"Eza kamu sudah balik nak" tanya ayah Eza yang sedang berada di ruang tamu lalu menatap ke arah Silvi. mendapatkan tatapan dari ayah Eza membuat Silvi menjadi canggung karna ini adalah kali pertama nya bertemu.
"Waa ini calon menantu ayah za" tanya ayahnya dan Eza mengangguk Silvi maju dan meraih tangan ayah Attar dan menyalami nya.
"cantik ya" ucap ayah Eza sambil tersenyum.
"makasih Om" ucap Silvi dan membalas senyuman calon ayah mertua nya.
"jangan manggil Om, sebentar lagi kamu akan jadi anak ayah, ayah minta maaf ya soal kemarin malam tidak bisa mengantar Eza"
"Iyah Om, ee ayah" ucap Silvi dengan kikuk.
"Gimana keadaan ibu yah" tanya Eza
"sedang beristirahat baru saja selesai makan" jawab ayahnya.
__ADS_1
"kalian sudah makan" tanya ayahnya.
"sudah ayah tadi sebelum kesini kami sudah makan" jawab Eza.
"nak Silvi masih kuliah" tanya ayah Eza
"masih yah sama kaya Eza dan satu fakultas juga, cuman ya kita beda jurusan yah" jawab Silvi
mereka bercerita hingga lupa dengan waktu yang sudah hampir magrib, semua itu karna ayah Eza yang enak di ajak ngobrol dan Silvi merasa seperti sedang mengobrol dengan ayahnya. sampai tiba-tiba handphone berbunyi dan itu sebuah panggilan dari ayahnya, ia sebelum ke rumah Eza Silvi lupa memberitahukan kepada sang ayah kalau ia akan pulang agak sedikit terlambat.
"Hallo assalamualaikum ayah" sapa Silvi
"wa'alaikumussalam kamu sedang dimana Silvi, kenapa belum pulang-pulang kamu jangan keluyuran sama teman-teman kamu, kamu itu sudah jadi tunangan Eza dan sangat tidak baik jika kamu keluar jalan tanpa Eza tau" ucap ayahnya yang tidak membuat Silvi untuk menjawab ucapan nya.
"ayah ini cerewet skali, aku bahkan tidak sempat untuk menjawab ucapan ayah" protes Silvi.
"Kamu sedang dimana, apa kamu sedang bersama Eza? ingat jangan berdua-duaan karena yang ketiganya itu adalah setan" ucap ayah Silvi dan itu membuat mata Silvi melotot sempurna mendengar ucapan dari ayahnya apa lagi suara ayahnya yang keras dan di dengar oleh Eza dan juga calon ayah mertuanya.
"ayah aku sekarang sedang berada di rumah Eza dan kita disini bukan cuman berdua tapi bertiga sama ayah Eza" jawab Silvi.
"apa ucapan ayah tadi di dengar oleh mereka" tanya sang ayah mendengar ucapan dari ayah Silvi Eza dan juga ayahnya tidak bisa menahan tawanya.
"haha iyah dan aku mendengar nya bahwa orang ketiga itu adalah setan" ucap ayah Eza dan itu membuat ayah Silvi jadi tak enak hati.
"Maaf maaf calon besan, saya hanya takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kalau hanya mereka berdua" ucap ayah Silvi.
"Iyah tidak apa-apa, saya tau sebagai orang tua yang mempunyai seorang putri makanya pas Eza meminta untuk menikah saya menyetujui keinginan nya karna saya takut jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti yang kamu takutkan" ucap ayah Eza
"sekali lagi saya minta maaf ya, kalau begitu saya tutup" ucap ayah Silvi mematikan panggilan nya.
"ini handphone kamu, seperti nya ayah kamu adalah orang yang asik kalau di ajak bercerita" ucap ayah Eza tersenyum
"Maaf ya ayah, ayah orang nya emang kaya gitu" ucap Silvi meminta maaf
"Iyah, saya paham dengan ayah kamu, nanti kalian juga akan merasakan apa yang orang tua rasakan kalau anaknya terlambat pulang" ucap ayah Eza keduanya hanya mengangguk.
"kayanya Silvi pamit pulang sekarang yah" ucap Silvi beranjak berdiri dan meraih tangan ayah Eza lalu menyalami nya.
Eza juga ikut berdiri dan mau mengantar Silvi karna ini sudah mulai malam.
"Aku mau pamitan sama ibu" ucap Silvi
__ADS_1
"ibu jarang mau menemui orang, jadi lain kali saja ya aku antar kamu sekarang nanti ayah marah" ucap Eza, Silvi mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Eza mereka masing-masing menyetir sendiri.