Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
kedapatan


__ADS_3

***


setelah kejadian malam itu komunikasi Silvi dan juga Eza sudah tidak sebaik sebelum-sebelumnya, bahkan sudah hampir sebulan keduanya tidak berkomunikasi Silvi berusaha untuk menjelaskan kepada Eza tapi sayangnya Eza seakan menjauhi dirinya.


"flash back of"


malam itu langkah Eza terhenti kalah melihat sosok pria yang pernah membuat Silvi jatuh cinta kepadanya, pria itu terlihat sangat asik bercerita bersama kedua orang tua Silvi berat rasanya untuk melangkah tapi Eza tetap berusaha untuk bisa biasa saja.


ia berjalan bersama dengan Silvi, tapi baru saja akan duduk Eza mendengar sebuah ucapan yang membuat nya susah menelan salivanya. ayah Silvi mengucapkan kalau Ferdi adalah calon menantunya dan sebentar lagi mereka akan merencanakan pernikahan mendengar pengakuan dari ayah Silvi Eza merasa seakan dunianya berhenti berputar.


tak jadi duduk ia bergegas berpamitan untuk pulang bahkan tanpa mendengar penjelasan dari Silvi. Silvi berdiri ingin mengikuti Eza tapi ayahnya menyuruhnya untuk duduk.


"maksud ayah tadi apa" tanya Silvi


"dan kamu, ngapain kamu ke rumah aku" tanya Silvi dengan menunjuk tak suka ke arah Ferdi


"Silvi begitukah didikan ayah kepada kamu, turunkan tanganmu" ucap ayah Silvi memperingati Silvi mau tidak mau tangannya ia turunkan.


"tidak apa-apa Om, mungkin Silvi masih marah sama aku" ucap Ferdi


sungguh melihat Ferdi seperti itu membuat Silvi sangat muak kepadanya, ia tidak tau apa mau dari pria ini tiba-tiba saja datang setelah menghempaskan nya.


"hee maksud kamu apa, kenapa kamu datang ke rumah aku" tanya Silvi yang sudah tidak tahan untuk beranjak dari tempat itu.


"biar om saja yang memberitahukan kepada mu" jawab Ferdi dengan tersenyum manis tapi sayang nya senyuman itu tidak mendapat balasan dari Silvi.


"ini maksudnya apa ayah, memberitahukan tentang apa" tanya silvi kepada ayahnya.


"dia calon suami kamu, sebentar lagi kalian akan menikah" jawab ayahnya dan membuat mata Silvi membulat sempurna ia bahkan tidak mampu menelan salivanya.


"jangan harap aku akan menikah dengan nya, aku sudah punya calon suami pilihanku sendiri dan aku yakin dia jauh lebih baik dari pria ini" ucap Silvi menunjuk Ferdi lalu berdiri meninggalkan ketiga orang tersebut.

__ADS_1


muka Ferdi menjadi masam karena mendengar ucapan dari Silvi, padahal ia datang kerumah Silvi dengan sangat percaya diri bahwa Silvi akan menerima nya karna ia yakin Silvi sangat mencintainya, nyatanya ekspetasinya sangatlah tidak sesuai.


sesampainya dirumahnya Eza melangkah menuju kamarnya ia merasa sakit hati untuk kedua kalinya, ia merasa telah di bohongi oleh Silvi karna dulu dirinya pernah mengajak Silvi untuk menikah, tapi wanita itu menolaknya dengan alasan bahwa ia memiliki janji kepada sang ayah untuk menyelesaikan gelarnya baru akan menikah.


"lalu apa maksud dari perkataan ayahnya tadi? mereka bahkan akan segera menikah, akhhh" ucap Eza frustasi ia menjambak rambut nya sendiri.


Silvi mencoba menghubungi Eza tapi panggilan nya sama sekali tidak di angkat, ia harus menjelaskan kepada Eza agar ia tidak salah paham. Silvi tidak menyerah menghubungi Eza meskipun usahanya sia-sia ia akhirnya memutuskan agar besok saja menjelaskan kepada eza.


mulai dari situlah hubungan keduanya menjadi tidak seperti dulu.


***


"pulang dari kampus kita kerumah ibu ya mas" ucap Naura


"apa kamu tidak ingin mengecek butikmu, setelah berpindah pemilik sepertinya butik itu seakan tidak di urus" ucap Attar dengan mendekati istrinya dan mencium keningnya.


"siapa suruh mas berikan kepadaku, aku kan nggak minta" ucap Naura cemberut ia merasa seolah-olah di salahkan oleh suaminya.


"bukan begitu sayang, mas cuman bercanda kok" ucap Attar yang meraih istrinya ke dalam dekapan nya, lalu Attar turun kearah perut Naura dan menciumnya ia berbicara di depan perut istrinya yang belum terlihat besar.


"mas, kaya akan di dengar aja ucapan kamu" ucap Naura sambil tersenyum


"harus sering di ajak ngobrol dong sayang, biar dia kenal sama ayahnya dan harus sering-sering juga di kunjungi seperti tadi malam" ucap Attar dengan sedikit mengedipkan matanya sedangkan Naura yang melihat suaminya itu hanya geleng-geleng kepala.


"ayo kita berangkat, aku hari ini hanya ada satu mata kuliah aja kalau mas hari ini sibuk nanti aku ke rumah ibu naik taksi aja" ucap Naura tetapi mendapatkan jawaban gelengan kepala dari suaminya.


"mas nggak ngizinin, kamu nanti kalau sudah selesai mata kuliah kamu, keruangan mas aja tunggu sampai mas selesai oke" jawab Attar dan Naura mengangguk kan kepalanya.


mereka berjalan menuruni anak tangga dengan bergandengan, bi Siti yang ternyata sudah datang tersenyum melihat kedua majikannya itu.


"aduuh romantis bangat ya pagi-pagi" ucap bi Siti yang mendekati Attar dan juga Naura sambil tersenyum

__ADS_1


"hehe Iyah bi, titip rumah ya bi" ucap Naura dan membalas senyuman bi siti


"Iyah non" jawab bi Siti.


***


hari ini Silvi berniat untuk bertemu dengan Eza, ia harus menjelaskan kepada Eza dan menanyakan kepada Eza kenapa menjauhi dirinya, ia sudah berhari-hari ingin menemui Eza tetapi pria itu selalu punya alasan untuk tidak bertemu dengan nya.


"aku nggak bisa kalau di giniin terus" ucap Silvi


setelah sampai di kampus ia mencoba menghubungi Eza tapi seperti biasa panggilan nya selalu tidak di angkat oleh Eza, akhirnya mau tidak mau ia mencari ruangan kelas Eza. lama ia berkeliling di ruangan mana yang Eza masukki Silvi sama sekali tidak menemukan keberadaan pria itu.


"apa hari ini dia tidak ada jadwal kuliah" gumam Silvi dalam hati nya lalu meraih handphone nya dan mengirimkan pesan chat kepada Eza ia sangat berharap akan mendapatkan balasan chatnya hingga beberapa kali ia melihat layar handphone nya sama sekali tidak ada notif apa pun ia akhirnya memutuskan untuk menuju kantin.


baru saja akan melangkah Silvi menabrak seseorang yang berdiri di hadapannya dan membuat dirinya terjatuh.


"Auh, siapa sih" ucap Silvi yang memegang pantatnya


Eza mengulurkan tangannya untuk Silvi raih tapi Silvi sama sekali tidak melirik ke arah nya dan mengabaikan tangan Eza.


"kamu ngapain berdiri di depan orang, ini sakit tau" ucap Silvi yang masih terus mengomel tanpa melihat ke arah orang yang ia tabrak.


ia tidak tau saja kalau Eza sekarang sedang menahan tawanya ia merasa gemmas sekali kepada Silvi rupanya wanita itu sama sekali tidak berubah, kalau Silvi sudah halal baginya ia tidak akan segan-segan untuk memeluknya karena jujur ia sangat kangen dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


"Masih suka marah-marah ya" ucap Eza yang berjongkok di hadapan Silvi.


mendengar suara yang sudah sangat lama ia tidak dengar membuat Silvi menatap ke arah Eza yang sedang menatapnya balik dengan tersenyum, saking senangnya Silvi tidak bisa menahan dirinya untuk memeluknya ia menarik Eza yang ada di hadapannya dengan sangat kuat, Eza yang tidak seimbang akhirnya terjatuh di atas Silvi mereka tidak tau bahwa mereka sedang berada di dalam area kampus.


"ngapain kalian" ucap Attar dengan suara yang sedikit keras.


"Silvi" ucap Naura

__ADS_1


Eza dan Silvi kaget karena kedapatan dengan posisi yang terbilang sangat intim, untung ditempat itu sepi jadi tidak ada mahasiswa yang melihat mereka selain Attar dan juga Naura. keduanya berusaha memperbaiki diri dan berdiri kalah mendengar ucapan dari Attar.


"kalian berdua ikut saya" ucap Attar berjalan menuju ruangannya sambil menggenggam tangan istrinya. Eza dan Silvi mau tidak mau harus mengikuti ucapan Attar karena ia sebagai dosen mereka dan mereka juga harus menjelaskan apa yang terjadi tadi agar tidak terjadi salah paham.


__ADS_2