Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Pertemuan dengan Anna


__ADS_3

***


setelah Attar menjalankan mobilnya Eza mengikuti mobil Attar dari belakang. di dalam mobil Eza dan Silvi tidak ada obrolan sama sekali keduanya hanya diam, Silvi yang sibuk dengan pikirannya sendiri dan Eza yang fokus dengan mengendarai mobilnya.


"Naura setelah menikah hidupnya bahagia bangat ya, rasanya aku juga sudah tidak sabar deh pengen nikah juga" gumam Silvi dalam hati.


"astagfirullah mikirin apa sih aku ini" ucap Silvi yang menggelengkan kepalanya.


"ada apa Sil" tanya Eza yang mendengar ucapan Silvi tadi.


"ee nggak ada apa-apa kok" jawab Silvi dan Eza cuman ngangguk-ngangguk lalu kembali fokus mengikuti mobil Attar.


***


di sisi lain Naura kembali mual-mual lagi karna mencium bau parfum Attar, padahal tadi pagi ia biasa saja.


"Mas pake parfum apa sih? kok nggak enak gini bau nya, huek huek" ucap Naura sambil menutup hidungnya ia benar-benar sudah tidak tahan dengan bau parfum suaminya.


"parfum yang biasa kok sayang, ini dari tadi pagi Lo, kenapa sekarang malah nggak suka sama bau parfum aku" jawab Attar lalu memberhentikan mobilnya ia tidak tega melihat istrinya yang mual-mual dari tadi.


kemudian Attar mengelus-elus punggung istrinya untuk mengurangi rasa mualnya tapi bau harum dari parfum Attar malah semakin membuatnya mual, melihat mobil Attar berhenti Eza juga ikut berhenti di samping mobil Attar dan membuka kaca mobilnya.


"kenapa berhenti kak" tanya Eza


"ini Naura mual-mual" jawab Attar yang sambil terus mengelus punggung istrinya.


"perlu ke rumah sakit kak" tanya Eza


baru saja Attar hendak akan menjawab ucapan Eza, Naura membuka pintu mobilnya dan keluar membuat Attar melongo.


"mau kemana" tanya Attar yang ikut keluar dari mobilnya.


"Stop, mas disitu aja aku mau sama-sama Eza dan silvi aja, aku nggak tahan sama bau parfum mas" ucap Naura lalu tanpa mendengar persetujuan dari suaminya ia langsung bergegas masuk ke dalam mobil Eza, sedangkan Eza ia tidak tau harus bicara apa ia tidak enak dengan Attar.


"apa kak Attar sedang bertengkar" tanya Eza dan mendapat gelengan kepala dari Attar.


"Oke kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Attar lalu masuk ke dalam mobilnya dan kembali menjalankan menuju restoran tempat mereka untuk makan siang.


rasa laparnya sekarang sudah hilang, karna Naura yang memilih lebih baik bersama dengan Silvi dan juga Eza dan membuat nya sendirian di dalam mobil.

__ADS_1


***


"Oii kamu bertengkar ya sama pak Attar" selidik Silvi dan Naura menjawab dengan gelengan kepala.


"iih kalau nggak bertengkar, kenapa pak Attar kamu ninggalin sendirian, kalau aku jadi kamu aku nggak akan mau sih untuk jauh-jauh" ucap Silvi yang bersedekap dada


Eza yang mendengar ucapan Silvi barusan yang bilang tidak ingin jauh-jauh dari Attar membuatnya tiba-tiba mempercepat mobilnya dan itu membuat kedua wanita yang bersama nya sedikit takut.


"Hei, kamu menakuti istri pak Attar dan juga baby nya" ucap Silvi sedikit mengeraskan suara nya.


mendengar ucapan Silvi yang menyebut baby Attar, Eza lalu melirik Naura yang memang sedikit takut karna ulahnya tadi, ia lalu kembali memelankan mobilnya sedangkan mobil Attar ada di depan nya kalau tadi mobil attar ada di belakangnya sudah pasti ia akan mendapatkan kemarahan dari Attar.


"Naura lagi hamil" tanya Eza


"Iyah, dan kamu menakuti nya kenapa juga tiba-tiba mobil kamu jalankan kaya tadi" ucap protes Silvi


"maaf maaf aku hanya sedikit kaget saja tadi" ucap Eza.


"Maaf ya Naura" ucap Eza dan Naura hanya mengangguk saja.


"kalau mau mati jangan ajak-ajak dong" ucap Silvi yang masih tetap protes.


"sudah sudah Sil nggak papa kok" ucap Naura.


"aku nggak bisa nyium parfum dia, mual-mual aku kalau nyium bau parfum nya" jawab Naura.


"Emang ya orang hamil itu kalau ngidam sering yang aneh-aneh" ucap Silvi.


***


kini mereka sudah berada di sebuah restoran yang tak jauh dari rumahnya karna ia sengaja memilih tempat itu agar tidak terlalu jauh untuk berkendara.


mereka duduk dalam satu meja, Naura bahkan duduk agak jauh dari suaminya masih tetap menutupi hidung nya, Attar sebenarnya ia ingin protes karena istrinya itu menjauhinya hanya karena bau parfum yang ia pakai, tapi ia memang sering mendengar kalau wanita sedang hamil itu terkadang sering ngidam yang aneh-aneh jadi ia hanya bisa diam saja.


Eza dan Silvi yang melihat kedua sepasang suami istri itu hanya bisa geleng-geleng, Silvi membayangkan bagaimana nantinya kalau dirinya hamil apa akan seperti sahabatnya itu. Eza yang melihat Silvi melamun ia sedikit menyenggol lengan Silvi yang duduk bersampingan dengan nya.


"Ada apa" tanya Silvi sedikit berbisik


"jangan membayangkan yang aneh-aneh, kamu di ajak nikah aja belum mau" jawab Eza.

__ADS_1


"astaga bagaimana dia bisa tau apa yang aku pikirkan" guman Silvi dalam hati.


***


setelah pesanan mereka di bawakan, tidak ada yang bersuara mereka makan dengan sangat khidmat sedangkan Naura tidak mood makan apa lagi ia sambil menutupi hidung nya.


"Kenapa tidak di makan" tanya Attar. Naura tidak menjawab ia hanya menunjukkan muka cemberut nya dan tangannya yang menutupi hidung nya.


"Mas akan pindah ke meja situ kalau begitu" ucap Attar lalu berdiri sambil menenteng piring makanannya dan Naura hanya melihatnya.


ia sebenarnya merasa bersalah, tapi itu juga membuatnya tersiksa karena ia sangat lapar tapi tidak mood untuk makan kalau ia masih mencium bau parfum suaminya.


"Maaf" ucap Naura menunduk


"tidak apa-apa mas kasian sama kamu gara-gara aku kamu nggak bisa makan, aku kesitu saja ya" ucap Attar dan Naura menganggukinya.


"Waah kasian ya pak Attar, sayang banget sama istri" ucap Silvi ketika Attar sudah berpindah ke meja lain yang tak jauh dari mereka


tiba-tiba saja Attar yang baru saja duduk berpindah ke meja lain, sebuah suara yang ia kenal menyapanya dan tanpa persetujuan dari Attar Anna langsung duduk di kursi yang ada di depan Attar.


Naura yang mendengar suara wanita yang menyapa suaminya berbalik melihat ke arah Attar, tatapan tak suka ia layangkan ke arah wanita itu sedangkan Attar juga berbalik melihat ke arah istrinya ia takut jangan sampai Naura salah paham. sedangkan Eza dan Silvi hanya jadi seorang penonton, mereka tidak tau siapa wanita itu.


"Aku kangen sama kamu, sudah lama ya kita tidak ketemu" ucap Anna.


Naura yang mendengar ucapan kangen dari wanita itu ia menjauhkan piringnya dan berdiri mendekati meja suaminya, rasa mualnya sudah terkalahkan oleh rasa tak suka kepada wanita itu.


"Ayo Nau semangat" ucap Silvi yang mencoba menyemangati sahabatnya itu.


"hussh, jangan memprovokasi" ucap Eza yang memperingatkan Silvi.


"ishh paan sih" ucap Silvi tak suka.


"Nggak malu mbak, bilang kangen sama pria yang sudah beristri" ucap Naura ketika sudah berada di meja suaminya, Attar mencoba meraih tangan istrinya tapi Naura hempaskan.


"Siapa kamu" tanya Anna yang menatap Naura


"aku istri dari pria yang ada di hadapanmu ini" ucap Naura


"ciihh jangan ngaku-ngaku kamu ya" ucap Anna yang berbalik menatap Attar.

__ADS_1


"Ini yang aku ucapkan sebelumnya kalau aku sudah menikah" ucap Attar ia lalu berdiri merangkul pinggang istrinya memperlihatkan kepada Anna kalau mereka memanglah sepasang suami istri..


Anna yang melihat tangan Attar melingkar di pinggang Naura membuatnya jadi panas, padahal di restoran itu sama sekali tidak panas.


__ADS_2