
siang ini karena hari Minggu, tidak ada kegiatan lain yang Naura lakukan dirinya hanya sedang duduk bersama suaminya di ruang tamu bersama buku-bukunya, bukan sedang berbincang ataupun bersantai Naura sedang belajar untuk ujian besok mata kuliah yang sekaligus dosennya adalah suaminya.
dirinya sama sekali tidak mengerti dengan bahasa Belanda, entah apa yang akan ia isikan di lembar jawaban nya nanti, terdengar Naura mendengus kesal.
"Ada apa" tanya Attar yang melihat istrinya sedang kesal dengan menatap buku-bukunya.
"mas kasih dong bocoran soal untuk ujian besok, aku nggak ngerti sama sekali dengan bahasa Belanda ini" pinta Naura dan Attar menggelengkan kepalanya melihat itu Naura semakin kesal.
"kita masih punya perjanjian Lo ya" ucap Naura yang masih mengingat perjanjian nya dulu yang di tawarkan oleh suaminya.
"perjanjian yang mana" tanya Attar yang berpura-pura tidak mengingatnya.
"mas jangan berpura-pura lupa, awas saja kalau nilaiku error" ucap Naura
"kalau error berarti mengulang lagi dong" ucap Attar dengan santai dan mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
"Makanya Mas kasihlah bocoran soalnya, biar empat atau 5 lima soal aku udah bersyukur bangat kalau dapat segitu" pinta Naura dengan puppy eyes nya, Attar jadi gemmes mengusap kepala istrinya.
"nggak ada bocoran soal mau entah itu satu ataupun dua" ucap Attar membuat Naura jadi cemberut dirinya mengira Attar akan memenuhi permintaannya tapi nyatanya tidak.
Naura menghela nafasnya, kembali meraih bukunya dan mencoba untuk memahami kosa kata bahasa Belanda yang sama sekali ia tidak tau.
"punya suami dosen tapi nggak mau bantu istrinya, dasar" cibir Naura dan ternyata di dengar oleh Attar.
"sekarang kamu belajar, biar mas mendengarkan kalau salah nanti mas yang membenarkan" ucap lembut Attar.
Naura mulai membaca bukunya, tapi baru satu kosa kata yang ia ucapkan sudah mendapatkan teguran salah dari suaminya, setelah mendengarkan pengucapan dari suaminya Naura kembali mengulangnya, tapi lagi-lagi Attar menghentikan nya.
"bukan seperti itu pengucapannya, ini kosa kata yang paling muda Lo sayang" ucap Attar.
"Iyah itu muda bagi kamu tapi susah bagi aku, sudahlah biar aku belajar sendiri aja" ucap Naura yang membelakangi suaminya.
Naura mulai mengucapkan kosa kata dengan suara yang kecil agar suaminya tidak mendengarkan, tapi Naura sangat kesusahan untuk mempelajarinya ternyata lebih susah mempelajari bahasa Belanda dibandingkan dengan bahasa Inggris.
"Ah sudahlah aku mau makan" ucap Naura yang menyimpan bukunya di atas meja beranjak menuju dapur sedangkan Attar hanya tersenyum melihat istrinya lalu membereskan buku-buku Naura.
aroma masakan Naura tercium sangat wangi, membuat attar beranjak menyusulnya ke dapur dan melihat istrinya yang makan dengan sangat lahap.
"kalau mas mau, buat sendiri. kalau mau aku yang buatkan aku harus mendapatkan bayaran" ucap Naura yang mencoba bernegosiasi.
__ADS_1
Attar sama sekali tidak tertarik dengan tawaran dari istrinya ia akhirnya kembali ke ruang tamu, Naura yang melihat suaminya pergi menjadi sangat kesal tetapi juga kasihan dengan suami yang belum sarapan, akhirnya Naura memutuskan untuk membawa makanan nya di ruang tamu dan mengajak suaminya untuk makan. tapi Attar menolak dengan dalil kalau ia belum lapar.
"Aaaaaa" ucap Naura menyuapi Attar, sendok yang berisi nasi goreng terhenti di depan Attar yang tidak ingin menerima suapan dari Naura, melihat itu membuat Naura jadi jengkel lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
"Mas aku tambah marah, kenapa sekarang malah mas balik marah sama aku" ucap Naura kesal.
"emang ada ya orang kalau marah, harus bilang kalau dirinya lagi marah" ejek Attar
"Sini biar aku yang suapin, kamu jangan suka marah-marah nanti anak kita ketularan sama sikap kamu" ucap Attar meraih piring di tangannya.
"biarin, dari pada ketularan sama sikap ayahnya yang nyebelin" ucap Naura yang tak mau kalah.
Attar tidak mau berdebat, kalau dirinya mengajak istrinya berdebat itu tidak akan pernah selesai Naura selalu saja mempunyai jawaban sekalipun dirinya salah.
selesai makan Naura tidak lagi melanjutkan belajarnya dirinya berniat nanti malam saja akan ia lanjutkan, dan beranjak masuk ke dalam kamar nya ia merasa sangat mengantuk sekarang.
***
Naura sangat malas untuk ke kampus pagi ini dirinya belum siap untuk ujian, karena semalam ia sama sekali tidak belajar ulang.
"apa kamu yakin akan bisa menjawab ujian pagi" tanya Attar dan tidak mendapatkan jawaban dari istrinya.
"nggak ada hari ini yang namanya tidak masuk, dan nggak ada ganti jadwal, bukannya kemarin kamu sudah belajar" tanya Attar.
"Siapa kemarin yang tidak ingin di ajar, dan lebih memilih belajar sendiri" sindir Attar.
"sudah ayo kita berangkat, masih ada Silvi yang akan bisa bantu" ucap Naura yang mengandalkan sahabatnya padahal selama ini Silvi paling mengandalkan dirinya.
Naura berjalan beriringan dengan Attar menuju kelasnya, saat sampai di depan ruangan kelasnya ia berpapasan dengan seniornya yang dari dulu tidak menyukai Naura. Aleta memasang senyum manis dan menyapa Attar.
"selamat pagi pak Attar" sapa Aleta
"Iyah" jawab Attar cuek, setelah menyapa Attar Aleta berlalu pergi dan memberikan tatapan sinis kepada Naura.
"Ciih dasar kegatelan" cibir Naura lalu masuk ke dalam kelasnya tanpa melihat suaminya, Attar ikut masuk setelah Naura masuk dan membuat para mahasiswi semakin mencurigai hubungan mereka.
ujian hampir dimulai muka Naura malah semakin kusut karena hari ini ia tidak tau akan mengisi lembar jawaban nya seperti apa.
"bagi ya Nau jawaban kamu, aku tau pasti kamu dapat bocoran soalkan sama pak Attar"
__ADS_1
tanya Silvi, Naura menjawab dengan gelengan kepala.
"bocoran soal dari mana, nggak ada biar satu suami aku itu pelit bangat tau, aku hari ini ngandalin otak kamu " ucap Naura kesal sambil menatap Attar.
"waa mati dong kita, aku juga nggak belajar sedikitpun" keluh Silvi.
"yaudah kita saling melihat-lihat saja" ucap Naura.
benar saja Naura dan Silvi hanya mengisi asal-asalan saja yang penting lembar jawaban mereka tidak terlihat kosong, setelah dikumpulkan semua lembar jawaban dari mahasiswa Attar keluar menuju ruangannya.
disaat Naura sedang membereskan buku-buku nya, Aleta datang bersama teman-teman nya sambil melipat tangan di dadanya.
"Ternyata Lo diam-diam tapi busuk ya" ucap Aleta.
"maksud kamu" tanya Naura
"ciih Lo ngincar pak Attar kan, jangan kegatelan deh Lo pak Attar sudah punya pacar, nggak mungkin terpikat sama bocah kaya lo" ucap Aleta sinis.
"Sirik bangat kamu, emangnya kenapa kalau aku ngincar pak Attar, dan yang kamu bilangkan bocah siapa haa" ucap Naura yang tak mau kalah
"dasar nggak tau malu, Lo tuh bocah baru juga masuk wilayah kampus, semester berapa sih loh" ucap Aleta.
"nggak usah pamer kalau kamu paling tinggi semester disini, aku tau kok kamu senior tua" ucap Naura dan membuat Aleta semakin marah karena di bilangkan tua oleh Naura.
Aleta hendak melayangkan kata-kata tapi Attar kembali masuk ke dalam ruangan itu, rupanya Silvi mengirimkan pesan kepada Attar melalui handphone Naura dan memberitahukan kepada Attar kalau Naura sedang di ganggu oleh Aleta.
"Ada apa ini" tanya Attar menatap Naura yang sedang menahan amarahnya.
"Oh nggak ada apa-apa ko pak" jawab Aleta sambil menyenggol lengan teman-temannya.
"i-iiyah pak, nggak ada apa-apa kok" jawab teman-teman Aleta.
"Nggak pak, mereka datang-datang dengan menuduh Naura kalau kegatelan sama bapak" ucap salah satu teman Naura. Attar melayangkan tatapan tajam ke arah Aleta dan juga teman-teman nya.
"Kamu tau yang kamu bilangkan kegatelan itu adalah istri saya" ucap tegas Attar lalu menatap Naura yang juga sedang menatapnya, semua mahasiswa yang ada di ruangan itu terkejut dengan ucapan Attar Aleta dan juga teman-teman nya tak kalah terkejutnya.
"Maa-aaf pak kami tidak tau" ucap mereka menunduk.
Attar menarik tangan istrinya untuk keluar dari ruangan itu.
__ADS_1