Pesona Dosen Muhammad Attar

Pesona Dosen Muhammad Attar
Eza dan Silvi


__ADS_3

***


kini Attar dan Naura sedang menuju ke kampus dengan menggunakan mobil, Attar mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang, keduanya tidak ada pembicaraan hingga mereka sampai di kampus karena Naura hanya melamun ia memikirkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tau dan juga author dong hihi.


setelah memarkirkan mobilnya Attar keluar dan membukakan pintu mobil untuk istrinya, Naura yang melihat Attar melakukan itu membuatnya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa di tempat itu tidak ada orang lain selain mereka. sedangkan Attar bingung dengan Naura yang seperti sedang melihat seseorang.


"ada apa" tanya Attar yang mengikuti arah pandang Naura


"ee cuman memastikan apa disini ada orang lain atau hanya kita berdua" jawab Naura


"Memangnya kalau ada orang lain kenapa" tanya Attar.


"Ini itu gara-gara mas" ucap Naura yang menyalakan Attar


"loh kok gara-gara mas sih, emangnya aku salah apa" tanya Attar


"Salah mas kenapa jadi pria yang tampan dan banyak fans, aku itu takut jangan sampai hubungan kita ada yang tau terus fans-fans mas nyerang aku, aku nggak mau ya mati muda" ucap Naura lalu keluar dari mobil setelah ia memastikan kalau disitu memang hanya ada mereka berdua. sedangkan Attar yang masih mencerna ucapan dari istrinya itu diam tak bergeming hingga tersadar kalau Naura sudah meraih tangannya untuk ia salim.


"Ooh jadi ini alasan kamu kemarin waktu nikah nggak mau ngundang teman-teman kampus kamu" tanya Attar dan di jawab anggukan oleh Naura.


"Aku ke kelas dulu ya mas" ucap Naura


"Iyah" jawab Attar mencium kening istrinya setelah itu Naura berlalu meninggalkan Attar untuk menuju kelasnya, dan begitu juga dengan Attar yang menuju ke ruangannya.


sayangnya ternyata di tempat parkir itu ada salah satu mahasiswa yang sedang berada di dalam mobilnya dan melihat semua dan mendengar pembicaraan antara Naura dan Attar.


"Sepertinya mereka menjalin hubungan khusus" ucap laki-laki itu


***


Di dalam kelas setelah Naura masuk sudah mendengar suara Silvi yang memanggil nya rupanya sahabatnya itu sudah duduk di dalam kelas dan telah datang lebih dulu, Naura berjalan mendekati Silvi dan duduk di samping nya yang memang Silvi sudah menyimpan kan nya kursi kosong untuk Naura duduki.


"cepat amat, tumben" ucap Naura sambil duduk dan menyimpan tasnya.


"takut terlambat, kamu kan tau perkuliahan siapa hari ini" jawab Silvi dan Naura hanya mengangguk ngangguk.

__ADS_1


"ee kamu kesini nya sama siapa di antar atau gimana? bukan nya mobil kamu masih di rumah aku ya" ucap Naura.


"aku di jemput" ucap Silvi sambil tersenyum Naura yang melihat senyum sahabatnya itu menjadi curiga.


"hayoo di antar sama siapa kamu, kok senyum senyum kaya bahagia bangat gitu" ucap Naura


"Nau gimana menurut kamu, kalau misal nih ya, misalnya ada cowo yang ngajak kamu untuk nikah kamu bahagia ngga" tanya Silvi


"ada yang ngajak kamu nikah Sil" tanya Naura yang memang yakin pasti maksud ucapan Silvi itu adalah dirinya bukan orang lain.


"iih bukan aku, tapi misalnya gitu loh Nau" ucap Silvi


"ah kamu mah sudah mulai main rahasia rahasian sama aku, aku yakin yang kamu maksud itu adalah kamu sendiri kan siapa yang ngajak kamu nikah" tanya Naura dan silvi hanya diam ia sudah tau memang kalau sahabat nya ini sangat pintar sekali menebak.


"Itu loh Nau Eza yang ngajak aku nikah tapi aku belum siap Nau kami memang belum siap" jawab Silvi dan membuat Naura ternganga


"kamu benaran di ajak nikah sama Eza? emang kamu sudah kenal lama sama dia" tanya Naura dan silvi hanya ngangguk-ngangguk.


"iih kok aku baru tau sih, kenapa nggak cerita sama aku" ucap Naura yang protes.


"bukannya nggak mau cerita Nau, kamu aja setiap di telvon suka matiin panggilan aku secara sepihak" ucap Silvi yang balik protes.


"dia itu ngajak aku nikah bukan karena dirinya sudah siap, hanya saja dia takut nanti aku jalanin hubungan sama orang lain. jadi aku bilang sama dia kalau kita komitmen aja dulu aku janji bakalan nunggu dia, dan kamu tau kan ayah aku kaya gimana harus dapat gelar dulu baru nikah" jawab Silvi dan Naura ngangguk-ngangguk.


tidak lama dosen mereka masuk dan perkuliahan di lakukan sebagai mana biasanya sampai selesai. kini mereka tinggal berdua selepas perkuliahan selesai mereka belum mau untuk beranjak dari situ.


di sisi lain Attar sedang fokus dengan laptopnya lalu melirik jam tangannya jam sudah menunjukkan 11:45 ia yakin pasti istrinya sudah selesai perkuliahan nya ia lalu mengambil handphone nya dan menghubungi nomor istrinya.


Naura yang sedang asik bercerita bersama Silvi terhenti karna handphone berbunyi ia lalu melihat siapa yang menghubungi nya setelah melihat siapa yang menghubungi nya Naura lalu mengangkat nya.


"ada apa" tanya Naura


"sudah selesai kuliah kamu" tanya Attar


"Iyah, ini aku masih di kelas sama Silvi" jawab Naura.

__ADS_1


"ayo kita keluar cari makan ajak sekalian sama Silvi" ucap Attar


"Oke" jawab Naura lalu mematikan panggilan nya lalu beralih menatap Silvi


"ada apa" tanya Silvi


"ayo kita cari makan suami aku ngajak kita buat makan, kasian tau kalau anak aku kelaparan" ajak Naura yang sambil membereskan buku-buku nya.


"Waah kayanya nggak dulu deh, aku nggak mau nanti di sana jadi obat nyamuk" tolak Silvi


"iih nggak boleh gitu, ini loh mas Attar yang bilang ngajak sama kamu" ucap Naura


lalu menarik tangan Silvi dan menuju parkiran mobil tapi sebelum itu ia mengirimkan pesan chat kepada suaminya kalau ia dan Silvi menunggu dia di parkiran saja, karena ia takut jangan sampai semakin sering keruangan suaminya semakin di ketahui hubungan nya.


setelah membaca pesan chat dari istrinya Attar menghubungi Eza untuk ikut bersama mereka, Eza yang mendengar bahwa Silvi juga di ajak ia tidak akan mungkin menolak. setelah menghubungi Eza Attar berjalan menyusul istrinya sampai di parkiran dua wanita yang bagaikan perangko itu sedang berdiri tak jauh dari mobilnya ia lalu mendekati kedua wanita itu.


"Ayo mas" ajak Naura


"kita nunggu Eza dulu, sebentar lagi dia akan tiba" jawab Attar


"apa pak Attar tau hubungan aku sama Eza? kok tiba-tiba gini pak Attar ngajak aku sama Eza" gumam Silvi dalam hati.


tidak lama setelah itu Eza muncul dengan senyum yang mengembang.


"ayo kak" ucap Eza setelah berdiri di dekat Attar lalu Attar mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya dan Naura juga ikut masuk, ketika giliran Silvi ingin masuk ke dalam mobil Attar dan Naura Eza menghentikan nya.


"Kamu ngapain mau masuk situ" tanya Eza


"yaa aku ikutlah, orang aku di ajak juga" ucap Silvi


"Iyah tapi kamu sama Aku, jangan jadi obat nyamuk bagi mereka" ucap Eza lalu menarik tangan Silvi.


"kak aku sama Silvi ya, aku bawah mobil kok" ucap Eza yang menunjukkan kunci mobil di tangan nya dan Attar mengangguk setelah itu menjalankan mobilnya.


salam penulis

__ADS_1


@egacy_12


hari ini up 1 episode ya, semangat bacanya jangan lupa komen dan juga likenya🥰


__ADS_2