Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 35 - Hari Yang Paling Buruk


__ADS_3

Perdebatan hebat terjadi di rumah kontrakan Cindy pagi itu, mereka berdua tidak jadi sarapan dan malah membahas tentang hal ini.


Aslan telah menjelaskan semua tentang perceraiannya dengan Nadia dan harta yang telah dibagi jadi dua.


tapi Aslan tidak menceritakan tentang hubungan Nadia dan Steve, tidak menjelaskan bahwa saat perceraian itu dia pun dalam keadaan tertekan hingga tak bisa mengambil lebih.


Aslan malu untuk menceritakan itu semua, dia tidak ingin Cindy menertawakannya karena sekarang Nadia malah mendapatkan pengganti dia yang lebih baik.


"Selama ini Nadia tidak bekerja, harusnya dia tidak punya hak sedikitpun untuk mengambil harta gono gini!" balas Cindy, masih betah bicara dengan suaranya yang terdengar tinggi, masalahnya dia merasa kesal sekali.


Bagaimana bisa Nadia yang selama ini hanya seorang wanita pengangguran tiba-tiba bisa mendapatkan banyak harta ketika sudah bercerai dari Aslan.


Jelas ini tidak adil, harusnya semua harta itu dinikmati oleh istri baru Aslan, yaitu dia.


"Kamu harusnya tuntut balik dia Mas! ambil rumah itu dari Nadia!!"


"Cukup Cin, Aku tidak mau memperdebatkan ini lagi. Lagi pula rumah itu bukan hanya akan ditinggali oleh Nadia tapi juga anakku, Zyan!"


"Jangan bawa-bawa Zayn Mas, dia bisa ikut dengan kita. Tapi Nadia sungguh tidak berhak untuk tinggal di rumah itu. Paham nggak sih Mas?!!"

__ADS_1


Astaga, kepala Cindy rasanya saat ini juga ingin pecah. Bagaimana bisa dalam semalam seolah Aslan berubah jadi pria yang sangat bodoh.


"Terserah kamu mau bilang apa, yang jelas aku dan Nadia sudah bercerai dan pembagian harta itu adalah keputusan kami. karena itulah sekarang kita akan tinggal di sini."


"Kamu membohongi aku Mas! kalau tahu begini aku tidak akan Sudi menikah dengan kamu!!"


"Jadi sekarang kamu ingin berpisah denganku? baiklah, ayo lakukan," balas Aslan.


Namun Cindy seketika merasa takut ketika mendengar ancaman itu. Mengingat tentang perjanjian menikah mereka, juga mengingat tentang pekerjaannya di perusahaan ini, jelas semuanya jadi merugikan untuk dia sendiri.


Cindy Seperti telah jatuh ke dalam jurang dan dia tidak punya pilihan untuk keluar dari jurang tersebut.


"Bukan aku yang membohongi kamu Cin, tapi kamulah yang membohongi aku. Cinta mu palsu, kamu hanya melihat apa yang aku punya."


"Hidup ini realistis saja Mas, tanpa harta kita bisa apa? rumah ini masih mengontrak, jika ditambah kamu pasti biayanya juga jadi tambah mahal!"


"Kenapa itu jadi masalah? kita berdua sama-sama kerja kan? bagian ku untuk menabung dan uang-uang pentingnya. Bagian kamu untuk mengurus dapur dan rumah."


Mendengarkan penjelasan Aslan itu, seketika Cindy jadi langsung menangis. Niat awalnya Menikah dengan Aslan untuk hidup lebih enak, tapi ternyata malah jadi semakin sulit seperti ini.

__ADS_1


Sekarang dia harus harus memikirkan dapur untuk dua orang, bukan itu dia sendiri.


"Jahat kamu Mas! jahat!!"


"Berhentilah mengeluh Cin, kita harus segera pergi bekerja," balas Aslan.


makanan yang bersaji di atas meja itu akhirnya tidak mereka sentuh sedikitpun.


Aslan bahkan pergi lebih dulu tanpa mengajak istrinya. Hingga Cindy terpaksa berlari untuk menyusul.


Mereka tidak bisa berbuat semuanya, karena saat ini masih bekerja pada orang.


Hari kedua menyandang status sebagai istri sahnya Aslan adalah hari yang paling buruk bagi Cindy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ke novel author yang lain ya ...


cek profil ada 3 yang sudah tamat..

__ADS_1



__ADS_2