Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 54 - Gara-gara Devi


__ADS_3

"Aku sangat ingin menyentuh kamu Nad, dan sekarang aku sedang coba menahan itu," ucap Steve, dia menggelengkan kepalanya kuat dan segera memandikan Nadia dengan cepat.


Wanita cantik di dalam bathtub itu hanya mampu terkekeh pelan.


Sungguh Steve sangat menginginkan mereka kembali bercinta, tapi Nadia belum makan, belum mengisi tenaga setelah percintaan panas mereka.


Steve tidak setega itu.


Selesai mandi, Steve pun kembali menggendong istrinya untuk keluar dari sana.


Mendudukkan Nadia di pinggir ranjang, mengambil baju dan bahkan bantu istrinya untuk memakai baju tersebut.


Masih memakai baju, terdengar suara pintu yang diketuk dari luar.


"Itu pasti sarapan untuk mu," ucap Steve, dia segera membuka pintu dan mengambil nampan berisi banyak makanan disana.


Nadia tersenyum melihat pemandangan tersebut, betapa Steve begitu memperlakukan dia seperti ratu. Sebuah perlakuan yang tak pernah dia dapatkan dari Aslan.


Astaga, kenapa aku jadi selalu membandingkan. Maafkan aku ya Tuhan. Batin Nadia.


Seburuk apapun Aslan, pria itu tetaplah ayah kandungnya Zayn. Nadia berharap Aslan pun menemukan kebahagiaan seperti dia.


Berharap Aslan kelak akan berubah lebih menyayangi Zayn juga.


"Aku akan menyuapi kamu," ucap Steve.


Nadia tersenyum, dia tidak akan menolak semua perlakuan manis yang suami. Nanti, dia juga akan membalas dengan hal yang lebih, melayani Steve sepenuh hati, memberikan yang terbaik.

__ADS_1


Sebuah ciuman Nadia berikan sebelum suaminya mulai memberi dia suapan.


Cup! ciuman kecil di pipi namun membuat Steve bahagia sekali. Harinya jadi lebih berwarna.


"Aku sangat mencintai kamu," ucap Steve.


"Aku juga, sangat sangat mencintai kamu," balas Nadia.


Manis sekali.


Sementara itu di tempat lain, di perusahaan Paradise Tour.


Nadia dan Steve yang sama-sama tidak masuk kerja tentu saja jadi pembicaraan semua orang.


Pagi-pagi disana semua orang sudah ramai bergosip, bahkan di sela-sela kerja mereka pun menyempatkan diri untuk membahas kisah cinta yang terjadi di perusahaan ini.


Semua beranggapan sama bahwa Nadia sangat beruntung mendapatkan sang Direktur Utama. Jadi wanita itu tidak perlu repot-repot lagi untuk bekerja sebagai admin, cukup tinggal di rumah dan jadi nyonya.


Semua orang terang-terangan mengaku bahwa ingin juga memiliki nasib yang sama seperti Nadia. Menikah dengan pria tampan dan kaya raya.


Kurang ajar, dia mendapatkan yang terbaik, sementara aku apa? aku seperti dijebak. batin Cindy, dia sungguh merasa kesal.


Jika diingat-ingat pernikahannya dengan Aslan terkesan sangat buru-buru, kalau dia tahu Aslan sudah kehilangan semuanya tentu dia tidak akan mau menikah dengan pria tersebut.


Cindy makin geram saat dipikirannya terlintas bahwa sebelum dia menikah dengan Aslan, Aslan sudah lebih tau tentang hubungan Nadia dan Cindy.


Hih! menyebalkan sekali!! geram wanita itu, Tapi tentu saja hanya mampu dia ucapkan di dalam hati. Sekarang ini Cindy jadi selalu marah-marah.

__ADS_1


Dia lantas mendatangi ruangan Aslan, hanya kepada pria itulah dia bisa meluapkan semua kekesalan yang ada di dalam hatinya.


"Katakan Mas, apa kamu menikahi aku setelah mengetahui jika Nadia bersama dengan tuan Steve?!" tanya Cindy langsung, tanpa basa basi. Dia berdiri di depan meja kerja Aslan dan menatap nyalang.


"Iya, kenapa?"


"Arght!! kenapa kamu tidak mengatakannya padaku lebih dulu?!!"


"Untuk apa?" balas Aslan pula.


Dan Cindy hanya diam tak bisa menjawab, hanya tangannya yang terkepal kuat.


Hari pun berlalu.


Pesta pernikahan Nadia dan Steve makin santer terdengar. Pesta itu akan di adakan di hotel bintang 5, acaranya mewah dan megah, gaun yang akan dipakai Nadia pun sangat cantik sekali.


Karena Devi jadi teman dekat Nadia di kantor itu jadi semua informasi tentang pernikahan Nadia gampang tersebar. Bahkan foto Nadia saat fitting baju pun dapat dilihat oleh semua orang gara-gara Devi.


Semuanya ikut bahagia, hanya Cindy yang merana.


"Berhenti lah membicarakan tentang Nadia! bosan aku mendengarnya! lebih baik urus saja pekerjaan mu itu!" geram Cindy, dia membentak Devi saat di kantin jam istirahat. Semua orang sontak melihat ke arah Cindy.


Tapi Devi tidak takut dengan gertakan itu.


"Kenapa kamu sewot, iri ya tidak bisa seberuntung Nadia? hahaha kasihan." Devi bahkan menjulurkan lidahnya hingga membuat Cindy meradang.


"Kurang ajar!" Cindy langsung menjambak rambut Devi dan Devi pun membalas hal serupa.

__ADS_1


Perkelahian akhirnya terjadi di antara kedua wanita tersebut.


Kantin seketika berubah jadi gaduh.


__ADS_2