
Hari itu benar-benar jadi hari akhir bagi Aslan dan Cindy, tidak peduli sebanyak apapun mereka memohon untuk tidak dikeluarkan, tapi tetap saja keduanya dipecat secara tidak terhormat.
Mereka berdua bahkan tidak diberi kesempatan untuk merapikan barang-barangnya terlebih dahulu, detik itu juga mereka dikeluarkan dari perusahaan ini.
Apalagi saat Jacob menjelaskan bahwa sebenarnya Aslan adalah mantan suaminya Nadia, Aslan dan Cindy sudah menjalin hubungan sejak pria itu masih menjadi suaminya Nadia.
Makin habis lah harga diri kedua manusia tersebut, tak ada lagi satu pun orang yang menaruh simpati.
"Boddoh! kamu benar-benar boddoh Aslan!" pekik Cindy, rasanya tidak sudi lagi Dia memanggil pria itu dengan sebutan Mas.
Sekarang Cindy sudah tidak lagi menghormati Aslan, pria yang membuat hidupnya hancur.
Plak! satu tamparan keras Aslan layangkan tepat di wajah Cindy, sampai wanita itu terhuyung dan jatuh ke jalanan.
Brugh!
Dan tanpa perasaan, Aslan pun pergi meninggalkan Cindy begitu saja.
Hubungan mereka pun telah hancur, tak ada lagi yang indah seperti dulu.
Cindy hanya menangis dengan pilu, hilang harga diri dan hidupnya.
1 Minggu kemudian.
Akhirnya pesta pernikahan Nadia dan Steve digelar.
__ADS_1
Siapapun bisa menyaksikan mewahnya acara pernikahan tersebut.
Zayn yang hadir diantara sepasang suami istri itu makin memperlengkap kebahagiaan.
Steve juga tidak pernah menyembunyikan tetang masa lalu Nadia, termasuk kebenaran bahwa wanita itu adalah mantan istrinya Aslan.
Namun kejujuran itu justru semakin membuat Aslan terpuruk.
Kini dia tidak ada lagi pekerjaan, dengan Cindy pun dia sudah berpisah, Cindy seperti orang stress semenjak video itu beredar, dia seperti tak punya masa depan.
Uang Aslan tabungannya pun juga semakin menipis. Satu-satunya yang terpikir adalah menjual sertifikat tanah pembagian harta dari perceraiannya dengan Nadia.
Tidak ada satu pun orang yang tau bahwa saat pesta pernikahan itu Aslan pun hadir di sana.
Tapi dia tidak masuk lebih dalam. Hanya memperhatikan dari kejauhan.
Tanda sadar, Aslan menjatuhkan air matanya. Begitu besar rasa penyesalan di dalam hati.
Kamu berhak bahagia Nad, selama ini kamu adalah istri ku yang paling baik. Batin Aslan.
Zayn, Daddy sangat menyayangi kamu Nak, maafkan Daddy.
Makin pilu hati Aslan, saat menyadari Zayn sedikitpun tidak pernah mencarinya selama ini.
Namun Aslan tak berani menuntut, karena selama ini pun dia meninggalkan perannya yang sebagai seorang ayah.
__ADS_1
Maafkan Daddy Zayn, maafkan Daddy. Batin Aslan lagi.
Semua kenangan itu masih membekas jelas diingatannya, tentang keluarga bahagia, tak akan pernah hilang sampai kapan pun.
Tak sampai lama dia di sana akhirnya Aslan memutuskan untuk pergi.
Sementara Nadia, Zayn ataupun Steve sungguh tak menyadari keberadaannya.
"Cium cium cium!" ucap semua orang, bersorak meminta sepasang suami dan istri itu untuk sang memberikan ciuman.
Nadia merasa sangat malu, belum apa-apa kedua pipinya sudah merah merona.
Bahkan Zayn pun ikut berteriak meminta sang ayah untuk segera mencium ibunya.
Steve lantas menatap Nadia lekat, seketika di sana dia merasa hanya ada dia dan Nadia, sementara orang lain tak ada.
Bahkan suara bising pun tak lagi terdengar.
Bagi Steve, hanya ada istrinya di sini.
"Aku sangat mencintai kamu Nad," ucap Steve, dan setelah itu dia mencium bibir sang istri dengan begitu lembut.
WUU!!!! teriak semua orang, teriakan bahagia yang seperti mengantarkan Aslan keluar dari ballrom hotel tersebut. Suara riuh kebahagiaan yang makin membuatnya tersiksa.
Sementara Nadia memejamkan matanya, menerima ciuman itu dan merasakan cinta yang luar biasa dari sang suami, Steve.
__ADS_1
...TAMAT...