Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 45 - Makin Hancur


__ADS_3

Kemarin Cindy masih tidak percaya dengan kabar yang dia dengar tentang hubungan Nadia dan Steve.


Hingga pagi ini dia putuskan untuk datang pagi sekali ke kantor.


ingin melihat secara langsung apakah benar jika Nadia dan Steve datang bersama. Karena setahu Cindy selama ini Nadia selalu datang ke kantor menggunakan motor matic butut miliknya.


Cindy tidak mempercayai semua omongan orang karena itulah kini dia akan memastikannya sendiri secara langsung.


Jam 8 kurang 15 menit akhirnya dia melihat mobil milik Tuan Steve memasuki area parkir perusahaan ini. Cindy mengintip dari jendela ruang tunggu yang ada di lobby.


Bibirnya tersenyum miring, tidak mungkin kan Nadia keluar juga dari mobil mewah tersebut.


"Orang-orang itu hanya terlalu melebih-lebihkan," gumam Cindy.


Namun seketika kedua matanya mendelik saat melihat bahwa Nadia benar-benar keluar dari mobil mewah itu.


Mulutnya makin menganga, saat melihat tuan Steve menunggu Nadia, lalu mengelus puncak kepala wanita sialan itu dengan lembut.

__ADS_1


Astaga. Batin Cindy, dia menutup mulutnya menggunakan salah satu tangan. seketika tubuhnya gemetar seolah tidak punya tenaga untuk menopang berat badannya sendiri, Cindy nyaris jatuh terhuyung andai dia tidak berpegangan pada tembok di sampingnya.


Berulang kali menggeleng seolah menolak kenyataan ini, tapi pemandangan di depan sana jelas nyata dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Tidak, Tidak!!" pekiknya dengan suara yang tertahan.


Dia hanya mendapatkan Aslan, sementara Nadia?


Cindy menggeleng lagi, tapi apa yang dia lihat ini tak bisa dipungkiri.


Sementara Nadia dan Steve makin berani untuk menunjukkan kebersamaan mereka. Tak lagi canggung untuk saling menggenggam erat bahkan ketika di hadapan orang lain, Nadia juga menyapa beberapa orang yang dia temui dengan bibir yang tersenyum.


Sama seperti Steve yang selalu menunjukkan cintanya, maka dia pun akan melakukan hal yang sama. Memperlakukan Steve dengan hormat dan istimewa sekaligus.


Saat Nadia dan Steve sudah tidak berada di lobi lagi, semua orang di sana kembali membicarakan kedua orang tersebut.


semakin yakin dugaan mereka bahwa Nadia dan Steve memiliki hubungan bahkan akan segera menikah. mereka sudah tidak sabar undangan menyebar, pasti akan jadi perayaan yang besar untuk seluruh karyawan di perusahaan ini.

__ADS_1


sementara Cindy yang saat ini hatinya penuh dengan kebencian, memutuskan untuk segera pergi dari sana dan menuju meja kerjanya.


tapi dia tidak langsung duduk di kursi kerja melainkan langsung masuk ke ruangan sang suami, Aslan.


Cindy masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu, bahkan masuk ke dalam sana dengan kedua mata yang menatap nyalang.


"Katakan padaku, apa kamu tau tentang hubungan Nadia dan tuan Steve?" tanya Cindy penuh tuntutan, saking marahnya dia bahkan tidak memanggil Aslan dengan sebutan Mas, dia memanggil Kamu dengan nada tinggi.


Aslan terdiam, hanya membalas tatapan Cindy dengan tatapan yang tak kalah dingin.


"Jawab!"


"Cukup Cin, berhenti melihat kehidupan Nadia saat ini. Kita sudah memiliki kehidupan masing-masing, kita juga sudah menikah, apa lagi yang kamu permasalahkan?"


"Tentu saja ini masalah bagiku! setelah kita menikah kamu kehilangan semua hartamu, lalu Nadia, dia selalu mendapatkan yang terbaik!"


"Terserah, keluar dari ruangan ku sekarang! jika tidak, aku akan mengajukan pemecatan untuk dirimu."

__ADS_1


Deg! Cindy makin tersentak. Makin hancur hidupnya.


__ADS_2