Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 47 - Mengembalikan Semua Ucapan


__ADS_3

"Steve, Nadia pergi ke ruangan Aslan, apa perlu aku jemput dia?" tanya Jacob. dia tanpa sengaja melihat saat Nadia dan Aslan berjalan bersama keluar dari ruang rapat, lalu mengarah ke ruang kerja Aslan.


Mendengar informasi tersebut Steve pun terdiam sesaat, memang ada perasaan tidak terima di dalam hatinya ketika mengetahui Nadia bertemu dengan mantan suaminya itu. tapi rasa percaya Steve pada Nadia lebih mendominasi daripada kecemasannya sendiri.


Hingga dia pun tidak mempermasalahkan pertemuan itu, lagi pula saat ini masih berada di kantor dan jam kerja, dia sangat yakin jika Nadia akan bersikap profesional.


Tentang Aslan terserah pria itu mau bagaimana tapi dia sangat mempercayai Nadia.


"Tidak perlu, cukup awasi saja melalui cctv dan pastikan Aslan tidak menyakiti Nadia," putus Steve.


Jacob mengangguk dan segera pergi dari sana.


Sementara itu di ruangan Aslan, dia tidak langsung duduk di kursi kerjanya ketika dia dan Nadia sudah berada di sana.

__ADS_1


Aslan malah menghentikan langkah dan menghadap pada mantan istrinya itu, menatap Nadia lekat seolah menunjukkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini, tentang cinta yang masih ada di dalam sana.


Tatapannya begitu sayu, sungguh Aslan ingin mengucapkan maaf dengan benar, bahkan dia ingin mereka kembali bersama seperti dulu. tentang Cindy bisa dia Ceraikan dengan mudah.


Masalahnya sekarang adalah Apakah Nadia bersedia kembali dan membatalkan semua rencana pernikahannya dengan Steve.


Satu-satunya hal yang bisa Aslan gunakan sebagai alasan adalah anak mereka, tentang Zayn yang lebih baik jika mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya, bukan pengganti.


"Nad, Aku ingin bicara tentang kita. Sumpah, Aku sangat menyesal dengan semua yang terjadi di masa lalu. Aku khilaf Nad, aku mohon maafkan aku dan beri kesempatan aku untuk memperbaiki semuanya. Aku ingin kita kembali seperti dulu bersama Zayn," ucap Aslan langsung, tanpa basa-basi yang tidak berarti.


Namun semua pemikiran Aslan itu salah besar, Nadia yang sekarang bukanlah Nadia yang dulu dia kenal.


Nadia sekarang adalah wanita lain, wanita yang hatinya sudah disakiti berkali-kali, dihinakan oleh orang yang paling dia harapkan bisa melindungi.

__ADS_1


Jadi saat Nadia mendengar semua permohonan Aslan itu sedikitpun dia tidak merasa Iba, Nadia justru tersenyum miring.


Begitu mudah bagi Aslan untuk bicara tentang kembali bersama, seolah sudah lupa dengan apa yang telah dia lakukan selama ini.


Bukan hanya mengabaikan Nadia, tapi Aslan juga mengabaikan anak mereka, Zayn.


"Apa? kembali bersama?" Nadia tertawa kecil.


Sebuah jawaban yang membuat Aslan mencelos.


"Apa maksudmu aku harus memilih diantara kamu dan Steve?" tanya Nadia lagi.


"Tanpa perlu pikir panjang jelas aku akan memilih Steve, kamu tau kenapa? karena dia lebih kaya dari kamu, lebih punya jabatan, tidak membuat ku malu untuk memperkenalkan pada semua orang," tambah Nadia dengan menggebu, seperti mengembalikan semua ucapan Aslan kepadanya selama ini.

__ADS_1


"Jadi cukup, jangan membual untuk kembali. Kamu seperti sedang mempermalukan dirimu sendiri As. Berbangga lah dengan wanita pilihan mu itu, wanita yang selama ini kamu bangga-banggakan sampai menghinakan aku," ucap Nadia, dia tersenyum lagi, puas sekali hatinya setelah mengatakan kalimat tersebut.


"Aku permisi," timpal Nadia. Sejak awal dia memang tahu tak ada dokumen yang benar-benar Aslan butuhkan. Nadia hanya tidak ingin menghindar karena itulah dia turuti.


__ADS_2