Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 50 - Menemukan Kebahagiaan


__ADS_3

Wajah Nadia jadi merah merona saat mereka telah selesai saling memuaskan. Baju yang acak-acakan pun kini telah kembali tapi.


Namun rasa geleyar nikmat itu masih membekas bagi mereka berdua. Rasanya jika belum menyatu masih ada yang kurang.


Masih terbayang-bayang.


"Jac, aku ingin pernikahan ku dan Nadia diresmikan hari ini juga, urus semua surat-suratnya, aku dan Nadia hanya tinggal tanda tangan," ucap Steve, dalam sambungan telepon dengan sang asisten pribadi.


Di ujung sana Jacob tidak langsung menyanggupi, dia malah tertawa keras.


Sangat tahu jika sang sahabat sudah tidak tahan, dia sudah bisa menebak apa yang terjadi di dalam ruangan Direktur Utama tersebut.


Apalagi beberapa waktu lalu dia meminta Nadia untuk datang kesana.


"Baiklah Tuan, saya akan segera mengurusnya," jawab Jacob, meledek menggunakan bahasa yang formal. Setelah bicara seperti itu bahkan dia tertawa lagi.


Membuat Steve rasanya ingin menendang bokong Jacob.


Tanpa pamit, Steve langsung memutus sambungan telepon tersebut.


Sementara Jacob benar-benar menjalankan perintah sang Tuan.


"Sayang, jadi asisten Jacob yang urus semuanya? ku kira kita sendiri yang akan datang ke pencatatan sipil," ucap Nadia sekaligus bertanya.

__ADS_1


"Tidak perlu sayang, biar Jacob saja yang urus semuanya. Lebih baik sekarang kita datang ke rumah mama dan papa, kita sampaikan tentang keputusan menikah dadakan ini," jelas Steve, lengkap dengan senyumnya yang menggoda, membuat Nadia jadi semakin tersipu malu saja.


"Ayo," ajak Steve dan Nadia hanya bisa menurut, mengangguk sebagai jawaban.


Keluar dari ruangan itu mereka saling bergandeng tangan, Nadia juga kembali menyapa Larisa saat mereka keluar.


Sementara Steve hanya terus menatap ke depan memimpin langkah.


Dan Cindy yang menyaksikan secara langsung kedekatan keduanya pun makin benci saja, dia iri, sangat iri.


kini menjadi istri Aslan bukan lagi sesuatu hal yang sangat dia inginkan. Kini dia jadi ingin memiliki Steve juga.


Jika Nadia saja bisa mendapatkan pria itu, tentu saja bukan hal yang sulit baginya untuk merebut Steve.


Itulah yang ada di dalam pikiran Cindy sekarang, sungguh dia merasa tidak rela jika hidup Nadia jadi lebih beruntung dibandingkan dia.


Apa yang sudah jadi tanggung jawabnya akan Nadia selesaikan dengan baik.


Siang itu Nadia dan Steve segera menuju rumah kedua orang tua Steve. namun sebelumnya mereka lebih dulu menjemput Zayn yang sudah pulang sekolah.


Sekitar jam 2 akhirnya Steve, Nadia dan Zayn tiba di rumah kedua orang tua Steve.


Datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tentu menimbulkan banyak pertanyaan bagi mama Fenny dan papa Richard, tapi meski begitu mereka tetap menyambut dengan bahagia kedatangan semuanya.

__ADS_1


Terlebih ada Zayn juga.


"Aku dan Nadia ingin menikah lebih cepat Pa, Ma, jadi nanti saat acara cukup resepsi saja," terang Steve langsung saat mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah.


Nadia sedikit menundukkan wajahnya merasa tak enak hati. tapi mau bagaimana lagi ini adalah keputusannya dengan Steve. mengingat mereka yang semakin lama semakin tak bisa mengendalikan diri.


Dan mendengar ucapan anaknya itu, mama Fenny dan papa Richard kompak tertawa pelan, namun buru-buru menghilangkan tawa itu takut membuat Nadia merasa tidak nyaman.


"Baiklah Steve, itu bukan masalah bagi papa," jawab Richard, mama Fenny pun menganggukkan kepalanya setuju.


Jam 4 sore semua berkas yang diurus oleh Jacob telah rampung, Nadia dan Steve bahkan menandatangani surat pernikahan tersebut dihadapan mama Fenny dan papa Richard.


Telah resmi menjadi suami dan istri, mama Fenny dan papa Richard pun memberikan selamat, lengkap dengan pelukan hangat.


Kedua orang tua Steve juga merasa sangat bersyukur dengan pernikahan ini, sangat berharap anak mereka menemukan kebahagiaannya.


"Kalian pulang lah berdua, biar Zayn menginap disini," ucap mama Fenny, sungguh-sungguh bukan hanya karena ingin memberikan waktu untuk Nadia dan Steve bulan madu. tapi dia benar-benar ingin merawat Zayn.


Zayn yang sudah jadi cucunya ini akan jadi pelipur lara dia sebagai teman di masa tuanya.


Papa Richard pun menginginkan hal yang sama.


"Yes! aku mau menginap disini!!" sahut Zayn dengan antusias. Pasalnya Oma Fenny sudah membelikan Zayn mainan mobil yang bahkan bisa dia kendarai, jadi Zayn sangat senang.

__ADS_1


Dan jawaban bocah itu sudah jadi keputusan semua orang.


Malam ini Zayn akan tinggal disini, sementara Steve dan Nadia akan pulang berdua.


__ADS_2