Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 61 - Boddoh


__ADS_3

"Tidak, mana bisa video ini tersebar! tidak, mas Aslan harus segera tahu!" ucap Cindy dengan rasa cemas yang luar biasa dia rasakan.


Takut dan malu kini mulai menggerogoti dirinya, dari sudut pandang video itu jelas ini diambil dari kamera CCTV.


Bisa gawat jika ada orang lain yang melihatnya, apalagi orang itu adalah salah satu karyawan di perusahaan ini.


Cindy lantas segera berlari untuk masuk ke dalam ruangan sang suami, dia bahkan mendobrak pintu tersebut.


Brak!


Aslan yang sedang tersenyum duduk di kursi kerjanya seketika tersentak, dan jadi menunjukkan wajahnya yang marah saat melihat Cindy masuk.


"Mas gawat! ada yang sudah menyebar tentang video kita berdua!" ucap Cindy dengan tidak sabaran. dia bahkan langsung menutup pintu dan berlari ke arah suami suaminya tersebut, menunjukkan layar ponselnya yang sedang memutar sebuah video.


Aslan yang bingung langsung saja melihat layar ponsel tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat video itu adalah video percintaan panas mereka.


Aslan mendelik, sampai kedua matanya terlihat seperti mau keluar.


"Dari mana kamu mendapatkan video ini?!" tanya Aslan dengan suaranya yang mulai terdengar tinggi penuh dengan amarah.


Bahkan dia pun menatap istrinya itu dengan Tatapan yang sangat tajam seperti siap menerkam Cindy saat itu juga, karena video ini bisa saja menghancurkan hidupnya, masa depannya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu Mas ada nomor baru yang mengirimkannya padaku," jelas Cindy apa adanya.


"Nomor baru?"


"Iya, ini!" Cindy kemudian mengeluarkan video itu dan menunjukkan nomor yang mengirimkan video tersebut pada sang suami.


Dan melihat nomor ponsel itu seketika Aslan jadi semakin tercengang, karena itu adalah nomor ponsel yang dia gunakan untuk mengirim berita bohong pada seluruh karyawan di perusahaan ini.


"Tunggu dulu, kenapa malah video ini yang terkirim padamu harusnya bukan ini yang terkirim."


"Apa maksud kamu Mas?!" tuntut Cindy, seketika cemasnya jadi semakin bertambah saat melihat wajah sang suami yang nampak kebingungan.


lengkap dengan ketakutan yang mulai menguasai diri.


Bagaimana jika semua orang di kantor ini malah menerima video yang sama seperti milik Cindy.


"Astaga, tidak, tidak bisa seperti ini," gumam Aslan, seketika tubuhnya jadi lemas, dia bahkan sampai harus berpegangan pada meja agar tidak terhuyung.


"Mas kamu kenapa? ada apa sebenarnya? Apa kamu tahu siapa orang yang mengirimkan video ini?!!" tanya Cindy bertubi, sungguh dia ingin segera tahu kebenarannya, karena Cindy pun sangat mencemaskan tentang video tersebut.


bisa habis hidupnya dimaki-maki oleh orang seluruh kantor jika sampai semua orang mengetahuinya.

__ADS_1


"Tidak, harusnya bukan video itu yang terkirim Cin, Aku bahkan tidak tahu sedikitpun tentang video tersebut."


"Kamu bicara apa sih?! bicara yang jelas! Apa yang seharusnya terkirim? memangnya nomor ini nomor ponselmu?!" lama-lama Cindy jadi geram sendiri karena suaminya itu tidak langsung menjelaskan pada poin permasalahan mereka, malah jadi berbelit-belit seperti ini.


Sementara rasa cemas itu semakin menguasai dirinya.


Dan Aslan yang juga merasa bimbang pun akhirnya menjelaskan semuanya pada sang istri, bahwa dia berniat menghancurkan hubungan antara Nadia dan Steve.


dengan cara menyebar berita bohong bahwa mereka berdua mengawali hubungannya dengan cara perselingkuhan.


Aslan menyebar berita itu untuk seluruh karyawan di perusahaan ini menggunakan nomor ponsel tersebut.


harusnya berita itulah yang diterima oleh Cindy bukan video ini.


"Gila kamu mas, coba aku lihat ponsel mu!" pekik Cindy, dia bahkan langsung merebut ponsel Aslan dan memeriksanya sendiri apakah yang dikirim Aslan benar seperti apa yang dia ceritakan.


Dan ternyata pesan itu kini sudah benar-benar berubah jadi video panas tersebut.


"Astaga, boddoh kamu Mas! BODDOH!!" pekik Cindy.


Jadi yang tersebar pada semua orang memang benar video tersebut.

__ADS_1


__ADS_2