
"Sabar Steve, Semalam kamu sudah terlalu banyak menikmati manisnya tubuh istrimu. Sekarang biarkan dia beristirahat dengan tenang," gumam Steve.
Setelah menelan ludahnya sendiri dengan susah payah akhirnya pria itu pun segera masuk ke dalam kamar, tak lupa dia kembali menuntut pintu dan bahkan menguncinya.
Jantungnya makin berdegup cepat ketika langkah kakinya makin mendekati ranjang, karena semakin dekat ke arah sana semakin Jelas pula dia melihat lekuk tubuh istrinya.
Nadia benar-benar terlihat seksi di mata Steve, belum lagi tanda merah yang dia ciptakan di sekujur tubuh itu makin membuatnya tak tahan.
Astaga, ini sesak sekali. batin Steve, hasratnya makin menggebu-gebu.
Namun seketika saat dia melihat Nadia mulai bergerak menggeliat, lalu mendengar saat istrinya itu melenguh seolah lelah sekali.
"Emhhh sayaang," panggil Nadia, dia telah terbangun namun kedua matanya masih terpejam, diantara setengah sadar dia memanggil suaminya.
Dan mendengar panggilan tersebut, Steve pun segera duduk di tepi ranjang dan memeluk pundak Nadia.
Deg! Nadia yang terkejut dengan cepat membuka kedua matanya, dan makin terkejut saat melihat Steve sudah bangun, sudah rapi, sudah sangat tampan.
__ADS_1
Sementara dia?
Glek! Nadia menelan ludah kasar.
Sementara dia masih telanjjang bulat dan tidur disini.
Nadia makin tersentak saat melihat tubuhnya tidak ditutupi apapun, selimut yang semalam dia pakai kini telah berada di bawah kakinya.
"Steve," ucap Nadia dengan kesadarannya yang sudah terisi penuh, dia buru-buru bangun dan hendak mengambil selimut di bawah kakinya. Tapi kemudian Steve malah menahan tangannya yang bergerak dengan tergesa itu, membuat Nadia seketika terdiam dan tidak berkutik sekaligus.
"Tidak perlu pakai selimut lagi, aku akan segera mengantar kamu ke kamar mandi," ucap Steve, bicara dengan santainya seolah melihat tubuh Nadia seperti ini sudah biasa baginya.
Apalagi tatapan Steve membuatnya tidak berkutik, membuat tubuhnya berdesir, sementara ujung kedua dadanya sudah mengeras.
Nadia hanya mampu menggigit bibir bawahnya sendiri untuk merendam semua hasrat yang datang tiba-tiba.
Dia hanya diam saat akhirnya Steve bangkit dan menggendongnya, membawanya untuk segera pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang, aku bisa mandi sendiri," ucap Nadia lirih, bicara pelan sekali. Dia sedang berusaha untuk menutupi kegugupannya sendiri.
Tidak ingin berontak meski Steve terus menatap ke arah tubuhnya lekat.
"Tidak, aku akan membantu mu untuk mandi, setelah itu aku juga akan menemani kamu sarapan," putus Steve, masih menggendong Nadia seperti itu, dia pun mengisi bathtub dengan air hangat, saat dirasa cukup barulah Steve membaringkan Nadia di dalam sana.
Membuat Nadia benar-benar merasa nyaman ketika menyentuh air hangat tersebut.
"Kamu sudah bangun lebih dulu, lalu Kenapa tidak membangunkan aku sekaligus?" tanya Nadia, dia masih diam saja di dalam bathtub tersebut, sementara Steve sudah bergerak untuk menambah aroma pewangi di air sang istri.
"Sengaja, aku tau kamu kelelahan gara-gara semalam," balas Steve, lengkap dengan wajahnya yang menggoda.
Sampai membuat Nadia tersipu malu.
"Jangan banyak bertanya, aku akan memandikan kamu," ucap Steve.
Dia lantas menggosok seluruh tubuh sang istri, bahkan sampai di bagian inti.
__ADS_1
"Emhh," lenguh Nadia tanpa sadar, sampai membuat Steve menoleh ke arahnya.
Jadi saling tatap.