Pesona Istri Orang

Pesona Istri Orang
Bab 56 - Pemandangan Paling Indah


__ADS_3

Di rumah Steve.


Niat awalnya Steve dah Nadia akan menjemput Zayn saat bocah itu pulang sekolah, tapi ternyata mama Fenny tidak mengizinkan.


Mama Fenny mengatakan bahwa mereka lebih baik menghabiskan waktu bersama untuk bulan madu lebih dulu, sementara kepengasuhan Zayn sementara dengan dia saja.


Meski mengetahui jika niat mama Fenny baik dan Zayn pun merasa nyaman untuk tinggal di rumah Omanya, tapi tetap saja ada perasaan mengganjal di dalam hati Nadia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Cemas, tidak tenang, selalu terpikirkan apa yang saat ini sedang dilakukan oleh sang anak. Menangis atau tidak, tidur atau tidak, minum air putih yang cukup atau tidak.


Berjalan dengan Zayn justru membuat Nadia tidak tenang.


Apapun yang terjadi Nadia lebih merasa tenang jika dia bisa melihat anaknya ada di sekitarnya, ada bersamanya.


Dan kegundahan Nadia tersebut bisa dibaca oleh Steve dengan jelas, pria itu lantas menarik Nadia untuk masuk ke dalam dekapannya, setelah beberapa saat lalu panggilan telepon mereka dengan mama Fenny terputus.


"Besok kita jemput Zayn, ya?" tanya Steve dan Nadia hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.


Hari ini mereka akan datang ke rumah Nadia, mengambil beberapa barang penting yang belum sempat Nadia bawa.


Jam 10 pagi itu keduanya sudah berada di rumah tersebut.


Rumah yang sudah cukup lama ditinggal sejak perceraiannya dengan Aslan.

__ADS_1


Nadia kira rumah itu akan sangat berantakan, tali ternyata tidak. Ternyata Steve telah memerintahkan salah satu pembantunya untuk tinggal dan merawat rumah ini.


Steve selalu saja seperti itu, selalu membuatnya terharu, selalu membuatnya merasa benar-benar dipedulikan, dicintai.


"Kenapa tidak bilang kalau ada pelayan di rumah ini?" tanya Nadia, matanya menyipit menatap penuh tanya.


"Kejutan," balas Steve, lengkap dengan bibirnya yang tersenyum menggoda.


"Sekarang tunjukkan di mana kamar mu?" tanya Steve lagi.


Nadia tidak menjawab dengan kata-kata, tapi dia langsung menarik tangan sang suami untuk menuju kamarnya.


Masuk ke dalam sana dan dikunci pintunya.


Menjatuhkan Steve di atas ranjang dan dia langsung duduk di atas tubuh pria itu.


"Ouh Nad, apa yang kamu lakukan?" tanya Steve.


Nadia hanya tersenyum malu-malu, perlahan dia meninggalkan semua baju.


Sementara Steve senyumnya makin lebar saja.

__ADS_1


Melihat secara perlahan tubuh sang istri bagian atas jadi polos, kedua dadda sinyal itu menggantung dengan sempurna, lengkap dengan ujung tang menegang.


Rambut panjang Nadia tergurai dengan begitu indah, menambah kesan seksi dan nakal sekaligus.


"Kamu siapa?" tanya Steve, karena yang dia kenal adalah Nadia si pemalu, tapi wanita di atas tubuhnya ini begitu berani.


Nadia tidak menjawab pertanyaan itu, dia memukul dadda sang suami sebagai balasan, sampai Steve tertawa dibuatnya.


"Drive me crazy baby," ucap Steve, satu kalimat yang membuat Nadia tak ragu-ragu untuk melayani sang suami.


Dia pun melepaskan semua kain yang melekat di tubuh Steve, sampai benar-benar polos.


Hal pertama yang Nadia lakukan adalah mengulum senjata yang sudah menegang hebat itu.


"Ahgg," desah Steve, dia tidak banyak bicara dan hanya menikmati semuanya.


Siang ini cuaca makin panas dengan permainan sang istri.


Nadia bukan hanya bergoyang di atas tubuhnya, namun wanita itu pun menggeliat tubuhnya yang seksi.


"Ini benar-benar gila sayang, kamu buat aku melayang," ucap Steve, melihat Nadia menari di atas tubuhnya adalah pemandangan paling indah.

__ADS_1


"Ahh ahh ahh," desah Nadia tak tertahan, seirama dengan tubuhnya yang naik turun.


__ADS_2