
"Yak ampun." Dara membantu Kenari mengeringkan rambutnya dengan seuntas handuk kecil biru.
"Kamu tahu, 'kan gremis saja bisa membuatmu demam, lah ini malah hujan-hujanan." keluh Dara lagi.
"Cepat ganti seragam sustermu, pakai punyaku saja." Dara berjalan menuju loker miliknya guna mengambil pakaian dan memberikannya pada Kenari.
Kenari hanya diam saja, ia berlalu setelah menerima pakaian ganti.
Dirinya masih tidak percaya tentang semua yang Garuda katakan. Mungkinkah Dara?
***
"Ayo, Kamu harus makan agar tidak sakit." Dara memapa tubuh Kenari begitu pintu kamar mandi terbuka.
Membantu Kenari berjalan ke arah meja bulat serta 4 bangku kecil yang biasa para kariawan gunakan untuk sekedar rehat.
Bahkan Dara sudah menyiapkan bekal yang ia masak pagi tadi untuk Kenari.
"Ak...." Dara menyodorkan satu sendok nasi ke arah Kenari.
"Ayo," Dara kembali meminta pada Kenari untuk membuka mulutnya. Namun, Kenari masih saja diam ia memandangi wajah sahabatnya itu dengan penuh kegelisahan.
Kenapa rasanya sangat berbeda, jika biasanya menjadi hal wajar jika Kenari makan dari suapan Dara, lalu kenapa kini Kenari merasa ingin sembunyi dari Dara.
Kenari dan Dara adalah satu paket yang selalu bersama, hingga tidak jarang kedekatan Mereka sering sekali dsalah artikan oleh rekan-rekan kerja. Tapi, Kenari selalu menanggapinya dengan candaan.
Keraguan jelas tergambar dalam wajah Kenari hingga membuat Dara meletakan sendok nasinya.
"Apa ada yang menyakitimu?" tanya Dara serius bahkan tangan Dara menggenggam telapak tangan Kenari yang tergeletak diatas meja.
Reflek Kenari menarik tangannya dengan segera.
"Ada apa Nar?" tanya Dara dengan wajah kecemasan yang selalu Kenari lihat jika dirinya berada dalam kesulitan.
Kenari berdiri dengan kasar hingga membuat kursi yang ia duduki jatuh ke belakang.
__ADS_1
Melihat Kenari bersikap begitu membuat Dara semakin cemas ia juga ikut berdiri. Namun, belum genap mendekat Kenari sudah pergi dahulu dari ruangan itu.
Kenari berjalan terburu menuju kamar milik Garuda.
Brak!
Pintu terbuka kasar membuat sang penghuni terkejut hingga handuk yang melilit di tubuhnya jatuh begitu saja.
Reflek Kenari memejamkan mata lalu membalik tubuhnya membelakangi Garuda.
Dengan segra Garuda meraih handuk yang tergeletak di lantai dan kembali melilitkan pada tubuh bawahnya.
"Lain kali ketuk pintu, atau jangan-jangan Kamu memang sengaja ingin mengintipku?" ungkap Garuda sehingga membuat Kenari kesal dan memutar tubuh ke arah Garuda.
Sial.
Ternyata Garuda masih belum berpakaian sehingga membuat Kenari kembali membelakanginya.
"Wanita jaman sekarang sangat menyeramkan."
"Hentikan ocehanmu Tuan Garuda Al-Irsyad, cepat pakai pakaianmu jika tidak Kamu akan menyesalinya." entah bagaimana Kenari bisa mengatakan hal seperti itu, mungkin karena ia sudah sangat kesal.
"Aku penasaran apa yang bisa Kamu perbuat, untuk mengenali teman sendiri saja Kamu tidak bisa, dasar lemah!" hardik Garuda.
Mendengar hal membuat Kenari semakin kesal. Sungguh kini isi kepalanya seolah telah penuh, hingga rasanya tidak ada ruang lagi.
Sulit diterima akal, bagaimana bisa teman yang ia anggap seperti keluarga sendiri justru memiliki niat berbeda darinya.
Lalu bagaimana bisa Pria yang ia kagumi parasnya dan ia percayai sebagai seorang pasien ternyata adalah seseorang yang sehat jasmani dan rohaninya.
Lalu apa artinya ciuman itu?
Disaat dirinya terlena dan menikmati sentuhan lembut dari pria yang ia kagumi hingga membuatnya gelisah tidak bisa tidur karena senang, ia justru mengetahui jika dirinya hanya umpan.
Sungguh, rasanya kepala Kenari akan menumpahkan isinya saat ini juga. Kekesalannya bertambah setelah Garuda menghardik dirinya.
__ADS_1
Kenari mengepalkan kedua tangan ia memberanikan diri dan berbalik badan saat itulah tatapan Kenari dan Garuda terkunci.
Kenari berjalan dengan langkah penuh keyakinkan dan nampak begitu tegas, ia masuk ke dalam kamar mendekati Garuda dan seketika mencium bibir Garuda.
Terkejut!
Tentu saja, bahkan Garuda tidak menduganya.
Ciuman Kenari masih berlangsung.
Berbeda dari Kenari yang aktif ******* dan mengisab bibir Garuda.
Garuda justru diam saja, ia masih terkejut hingga tidak dapat berbuat apa-apa.
Namun, aksi Kenari itu ternyata menghipnotis Garuda.
Perlahan Garuda mulai memejamkan mata bahkan kini Garuda tidak diam saja, ia menerima sentuhan lembut pada bibirnya dan membalasnya.
Garuda menyesab pelan bibir peach Kenari menikmati setiap inci.
Bahkan tangan Garuda telah berpindah dengan memeluk pinggang Kenari.
Sadar akan hal itu, Kenari menarik wajahnya hingga tautan bibir Mereka terlepas.
Kenari tersenyum sebelum akhirnya ia kembali mendaratkan bibirnya dalam ciuman Garuda.
Tidak menunggu lama, Ciuman kedua Kenari lantas disambut hangat oleh Garuda, hingga keduanya saling memejamkan mata dan bertukar silava.
Seketika Kenari membuka mata dan mendorong dada Garuda, hingga membuat Garuda nyaris terhuyung.
Kenari tersenyum sarkas merasa senang menyaksikan hal itu.
"Ap—"
"Itu balasan dariku, aku kembalikan 2 hutang ciumanmu, mulai sekarang jangan pernah menyentuhku lagi." Kenari pergi begitu saja setelah mengatakan hal itu.
__ADS_1
****
Bersambung.