Pesona Pria Depresi.

Pesona Pria Depresi.
Salah Cinta


__ADS_3

"Da—dar—ra...." Kenari mematung ia terlalu terkejut. Namun, detik berikutnya ia terjatuh dengan duduk di lantai.


Rasanya kedua kaki Kenari tidak sanggub menopang tubuhnya yang bergetar hebat.


"Kenari, lihatlah aku sudah membunuhnya...." ungkap Dara seraya tersenyum bahagia dengan pisau yang berlumuran darah di tangan kanannya, tidak hanya itu bahkan tetesan darah menengalir melalui sela-sela jari tangan Dara, hingga membuat lantai putih itu nampak seperti area bembantaian.


"Hahaha...." tawa Dara membuat tubuh Kenari semakin terasa membeku.


"Aku menghabisinya, sekarang Kamu bebas melakukan apa saja, aku sudah menyingkirkan dokter cerewet ini, Kamu senang, 'kan?" Dara berjalan mendekati Kenari.


Memegang kedua bahu Kenari tanpa membuang pisau tajam di tanganya.


Rasa takut membuat bibir Kenari terlihat bergetar, jika saja Kenari bisa berteriak. Tapi, ia bahkan tidak bisa mengucabkan satu katapun.


Jika saja Kenari bisa lari menjauhi Dara. Tapi, jangankan lari, bahkan Kenari tidak memiliki tenaga hanya untuk menggerakan tangan, menyingkirkan sentuhan Dara dari pundaknya.


Tubuh Rani tergeletak di tengah-tengah ruangan. Dengan luka tusuk yang lebih dari satu terdapat dibagian perut, dada, hingga nampak sayatan besar pada leher Rani. Tentu saja siapa yang masih bernyawa dengan luka sebanyak itu?


Bahkan warna merah dari kentalnya darah nampak menggenang di sekitar tubuh Rani, sehingga Bau anyir mengeruak mendominasi udara di dalam ruangan.


Sungguh, Dara menepati ucapannya untuk mencabik-cabik tubuh Rani.


Dara terlihat seperti monster, tidak ada lagi kesan lugu di wajah gadis berusia 25 tahun itu. Semuanya Dara lakukan hanya untuk Kenari, untuk cintanya terhadap Kenari.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Dara setelah memahami wajah pucat dan takut yang Kenari tunjukan.


"Apa lukamu sangat sakit? Ayo, aku akan mengantarmu ke dokter."


Dara berusaha memapah tubuh lemah Kenari dan membantunya untuk berjalan.


Rasa takut yang Kenari alami membuat dirinya benar-benar pasrah. Tubuhnya lemah karena kehilangan banyak darah terlebih luka tusukan yang ia derita terasa semakin berdenyut, beruntung tidak terlalu dalam.


Tapi, jauh dari rasa sakit yang fisiknya terima, mental dan hatinya lebih terluka, dan mungkin akan teringat selama sisa hidupnya.


Situasi Kenari memaksanya untuk tetap diam, dan menuruti keinginan Dara.


Sadar jika dirinya terjebak, maka jalan satu-satunya adalah berpura-pura. Dengan begitu Dara akan tetap bersikap tenang dan membantunya menuju rumah sakit.


"Kamu akan baik-baik saja, aku selalu menjagamu." sambung Dara.


Setelah tiba pada mobil yang terparkir, Dara membuka pintu untuk Kenari saat Kenari akan memasuki kendaraan hitam berlogo huruf 'H' itu, sorot lampu dari mobil lain mengalihkan perhatian Mereka.


Tentu saja keduanya terkejut, tidak menyangka bahwa akan ada orang lain selain Mereka. terlebih sosok yang keluar dari mobil hitam itu adalah Garuda dan Gavin.


Garuda bergegas berlari kecil mendekati Kenari yang berada pada rangkulan Dara.


Kenari melepaskan tangan Dara dari pundaknya dan berlari kecil 3 langkah lalu berhambur pada pelukan Garuda.

__ADS_1


Dengan sendirinya Garuda melingkarkan tangan pada tubuh Kenari, memeluknya erat bahkan ia mencium ujung kepala Kenari.


Isak tangis Kenari seketika pecah dalam pelukan Garuda. Ia sembunyikan wajahnya dalam dekapan pria datar itu.


"Kamu terluka?" ucap Garuda seraya menyentuh luka tusuk yang banyak mengeluarkan darah.


Garuda melepas pelukan demi melihat wajah wanita yang ia curi ciumannya beberapa hari lalu.


Menyelisik pakaian Kenari. Benar saja lengan baju, pundak, bahkan kedua pipi Kenari terdapat bercak darah.


Saat itu Garuda menyadari bahwa terjadi hal buruk di dalam gedung sontak Garuda menarik tubuh Kenari dan memeluknya dengan erat.


mendapat perlakuan seperti itu tangis Kenari semakin pecah hingga kedua bahunya bergoyang.


Dara berdecik pelan lalu mengambil sesuatu dari dalam mobil.


Melihat Dara menodongkan pistol yang ia ambil dari dalam mobil membuat Gavin sigab berdiri di depan Garuda dan Kenari dengan turut menodongkan pistol ke arah Dara yang berjarak hanya 4 meter dari mereka.


Namun saat itu juga tubuh Kenari lemas dan pingsan dalam dekapan Garuda.


***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2