Pesona Pria Depresi.

Pesona Pria Depresi.
Haruskah?


__ADS_3

"Tuan, kenapa tidak memberi tahu yang sebenarnya kepada Nona Kenari?" ucap Gavin saat menemui Garuda di kamarnya.


"Ia harus tahu bahwa Dara sangat berbahaya Tuan."


"Biarkan saja Vin, biarkan dia bermain dengan perasaan gelisah setelah dia puas barulah kita memberikan bukti kejahatan Dara."


"Tuan," Gavin membaca pesan yang Kenari kirimkan.


"Nona Rani membawa pergi Nona Kenari."


Garuda mengerutkan dahinya.


"Lacak lokasinya." guratan cemas nampak di wajah tegas Garuda.


"Terakhir lokasi berada di jalan tol menuju pusat kota." Gavin melacak lokasi ponsel yang Rani buang saat di jalan.


"Sial!" Garuda memekik kesal.


"Periksa semua cctv di area itu, temukan segera."


"Baik Tuan."


Gavin segera memasuki ruang rahasia dan bergulat dengan semua alat elektronik disana.


Meretas cctv jalanan bukan perkara sulit untuknya.


***


"Ini...." gumam Kenari saat Rani menunjukan kamar pribadinya yang dipenuhi foto Garuda, bahkan sebuah bingkai besar terpajang di tembok kamar.

__ADS_1


"Dia adalah pangeran impianku, tampan, 'kan? Kamu suka? Hahahaha ... Kamu sangat suka, apalagi dengan sentuhan bibirnya yang lembut, benar?" Rani berjalan mendekati Kenari.


"Kamu gila."


"Ya! Aku gila! hahaha aku gila oleh cinta Garuda."


Kenari menatap nanar pada Rani yang kini berdiri sangat dekat dengannya.


"Cintaku sangat tulus tapi Dia justru tergoda oleh wanita ******, untunglah wanita itu mati dengan sendirinya, aku tidak perlu mengotori tanganku dengan darahnya. Hahahaha ...." tawa Rani menggema keseluruh langit-langit kamar.


"Garuda brengsek! Pria itu tetap tidak mau menerima cintaku!" teriak Rani.


"Meski aku sudah merawatnya, tapi dia justru tergoda dengan wanita ****** sepertimu!" Rani mencengkram rahang Kenari.


"Cih!" Rani menghempaskan cengkramannya.


"Kamu gila!"


"Ya! Aku gila! Cintaku berubah jadi kebencian. Kebencian yang mendarah daging! Aku akan memulainya dari dirimu." Rani mengambil silet dari atas nakas dan mendekati Kenari.


Reflek Kenari berjalan mundur hingga tubuhnya tersudut tembok.


"Jangan takut sayang, ini hanya pahatan kecil di wajahmu agar terlihat lebih indah,"


Kenari menggeleng. Berharab Gavin segera menemukan keberadaannya.


Bugh!


Rani tersungkur akibat tendangan dari Kenari yang mengenai perutnya.

__ADS_1


"Ahkkkk!" teriak Rani meluapkan amarah atas perlawanan Kenari.


Kenari berlari menuruni tangga. Ia harus keluar dari rumah besar ini, nalurinya mengatakan hal buruk akan menimpahnya.


Melihat Kenari kabur, Rani lantas bangkit dan mengejarnya.


Sial. Kenapa saat seperti ini selalu ada drama terjatuh?


Kaki Kenari terkilir akibatnya ia terjatuh dan menggelinding dari tangga.


Melihat hal itu Rani tertawa sangat kencang.


Rani menghampiri Kenari yang masih terkapar di lantai tidak berdaya.


"Akh...." keluh Kenari saat Rani menjambak rambutnya, secara tiba-tiba, bahkan tubuh Kenari masih terkapar di lantai.


"Hahaha...." Rani bahkan menyeret tubuh Kenari dengan cara menarik rambutnya, hingga tubuh itu ngesot di lantai mengikuti arah Rani berjalan.


"Hei!" teriak Dara yang berdiri di ambang pintu.


Kemarahan nampak di wajah manis Dara.


"Ahahaha... Ada pemain baru." ucap Rani seraya melepaskan tarikannya dari rambut Kenari.


Kenari yang sudah lemah dengan sudut bibir yang berdarah dan rambut berantakan serta wajah basah oleh air mata. Ia perlahan bangkit dan berdiri melangkah mundur dari jangkauan Rani.


***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2