
Setelah meninggalkan Cika di restoran, Al mengendarai mobilnya ke sebuah tempat favoritnya dia udah janjian dengan teman lamanya yang kebetulan juga sedang berlibur di sana.
Tapi pikiran dan hatinya sangat gelisah, ia tak tau apa penyebabnya, yang pasti ia buruh suasana tenang yang bisa menjernihkan pikirannya.
Rasa bersalah terhadap Luna semakin besar apalagi ia melihat ternyata ayahnya sengaja menyewa wartawan untuk membuat gosip tentang dirinya dan Cika.
Bukan hanya itu bahkan papanya Cika juga sengaja membesar besarkan perjodohan sang anak dengan dirinya.
Padahal mereka semua tau jika Al tidak menerima perjodohan tersebut, ia hanya setuju untuk mengenal Cika dan selebihnya keputusan ada di tangannya.
Dan sampai detik ini hati dan pikiran nya menolak perjodohan tersebut.
Karena semuanya hanya ada Luna dan Luna, sampai kapanpun ia tidak akan menyetujui rencana ayahnya.
Jika sampai ayahnya melewati batas, maka Al yang akan membuat ayahnya membayar atas tindakannya sendiri.
Al sudah sampai di tempat dan di sana ternyata sudah ada Nawan dia adalah teman Al waktu kuliah dulu dan tak sengaja bertemu saat ia makan makan bersama Cika.
Setelah itu keduanya bertukar kontak dan akhirnya sekarang janjian untuk ketemu.
'' Hay bro udah lama lo ? tanya Al setelah sampai di depan Nawan dan duduk di depannya.
'' Baru juga sampai, ini baru aja mau pesan '' jawab Nawan
'' Sekalian juga sama gw '' kata Al
'' Mau yang anget apa dingin ''
'' Dingin aja deh '' jawab Al
Setelah Nawan pesan ia menoleh ke Al
'' Lo netap di sini Al ? ''
'' No gw netap di Mexico ''
'' Jadi lo juga liburan di sini kok tunangan lo mana ?
'' Tunangan ? bingung Al
'' Iya tunangan, bukannya lo di jodohkan sana orang tua lo dengan wanita waktu itu, berita nya udah nyebar kemana mana '' jelas Nawan
Mendengar itu Al mengambil nafas dan membuangnya dengan kasar, berharap dapat menjernihkan pikiran nya tapi nyatanya tidak.
Nawan yang melihat Al terus diam menjadi heran
'' Lo ada masalah cerita lah sama gw ''
Al memandang Nawan
'' Lo udah berkeluarga? '' tanya Al
'' Belum tapi segera '' jawab Nawan dengan memperlihatkan cincin tunangannya.
__ADS_1
'' Sama siapa tetap sama yang dulu ? ''
Nawan menggeleng
'' Dia selingkuh bro '' lanjut Nawan
'' Really ''
'' Ya begitulah '' jawab Nawan apa adanya
Setelah itu pesanan mereka datang dan mereka terus mengobrol hingga tak sengaja tatapan bawan berhenti pada sosok yang pernah ia lihat sebelumnya.
Setelah itu Nawan melirik Al
'' Kenapa lo bengong gitu ? '' heran Al
'' Al setelah melihat ini gw yakin lo akan segera terbebas dari perjodohan itu '' kata Nawan
'' Jangan belit belit ''
'' Coba lo noleh ke belakang '' kata Nawan sok misterius
Tanpa basa-basi Al langsung menoleh ke belakang dan matanya langsung melotot tapi setelah itu ia tersenyum dan langsung menyusun sebuah rencana dadakan.
Dan ternyata itu adalah Cika yang sedang bersama dengan om om dan tampak keduanya sangat menikmatinya, bahkan tangan om tersebut sudah berada di paha Cika.
Dan jika membalas nya tak kalah genit.
Bahkan di tempat itu di sediakan kamar untuk pengunjung yang ingin menginap atau pun menyewa untuk beberapa jam.
Setelah rencana dadakan nya tersusun rapi Al langsung meminta Nawan untuk membantunya.
'' Gila lo ya baru ketemu setelah bertahun tahun gw buat gw dalam masalah lo '' kesel Nawan
'' Ya maka dari itu lo harus bantu gw, setelah lo pulang belum tentu kita bisa bertemu lagi anggap aja ini pengorbanan lo sebagai tenan lama ''
'' Lo udah berubah ya sekarang banyak bicara dan gak kaku lagi '' ucap Nawan
'' Ya begitu lah kita akan berubah jika berurusan dengan wanita yang tepat '' jawab Al
'' Ya udah gw bantu, lo tenang aja rencananya pasti berhasil '' kata Nawan
'' Buruan sono berangkat ''
'' Oke ''
Setelah itu Nawan pergi sesuai dengan instruksi yang di berikan oleh Al.
'' Jika tunangan gw tau bisa mati gw '' batin Nawan
Dalam hati ia takut jika sampai ketahuan dengan tunangannya, tapi di satu sisi ia ingin membantu Al agar segera terbebas dari sang ayah, karena ia sangat paham dan sangat tahu karena iapun dulu pernah berada di posisi Al.
'' Semangat Nawan '' kata Nawan menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
'' Lama deh cepetan '' kata Al lewat sambungan telpon
Al dan Nawan akan berkomunikasi lewat handphone agar Nawan lebih mudah menjalankan rencana dari Al.
Dan untung saja saat Nawan sampai di tempat Cika, Cika sedang seorang diri karena om om itu sedang or go memesan kamar.
Ya kalian tauklah apa yang akan Cika lakukan tanpa author jelaskan kan 😆😆😆
Setelah itu Nawan dengan sengaja duduk di meja Cika dan berpura pura sedang menelpon kekasihnya.
'' Baiklah sayang kamu butuh uang berapa untuk shopping nanti aku langsung transfer oh dan satu lagi mobil keluaran terbaru yang kamu minta sore ini akan datang ''
Awalnya Cika ingin marah tapi setelah mendengar keroyalan laki laki tersebut ia mengurungkan niatnya dalam hati ia ingin berlama lama dengan laki laki tersebut tapi di satu sisi ia sudah memiliki janji dengan om nya.
'' Gw harus bisa berteman dengan laki laki ini gw yakin hidup gw akan terjamin dan gw yakin di bawah sana pasti besar dan sangat perkasa membayangkan saja sudah buat gw basah '' batin Cika
Sedangkan Nawan merinding melihat tatapan Cika yang mengarah pada pusat kejantanan nya.
'' Sial sial jangan sampai dia ngiler dengan pusaka gw '' batin Nawan
Nawan tersadar karena Al menyuruhnya untuk mengontrol dengan Cika.
'' Maaf gw langsung duduk tanpa melihat ada perempuan cantik yang duduk di sini '' kata Nawan
'' Gpp '' kata Cika genit
'' Pengen gw congkel tu mata dan mulutnya '' batin Nawan
'' Perempuan secantik lo kok sendirian mau gw temenin gak ? '' ucap Nawan
'' Lain kali aja karena sekarang gw udah ada janji dengan seseorang '' jawab Cika
'' Tidak masalah '' kata Nawan tapi tangannya dengan sengaja menyenggol air yang ada di depan Cika
'' Sorry gw gak sengaja ''
'' Gpp gw ke toilet dulu ya '' kata Cika
Setelah Cika pergi Nawan dengan cepat memasang alat penyadap suara di ponsel Cika dan memasukkan obat perangsang di dalam minumannya.
Sedangkan Nawan masih setia menunggu Cika agar rencana selanjutnya berjalan dengan lancar.
Cika sudah kembali dan dengan sengaja Nawan mengajaknya untuk minum sebentar.
Tanpa basa basi Cika minum karena iapun pasti sudah di tunggu oleh omnya.
Setelah rencananya sukses Nawan pergi ke tempat duduknya bergabung dengan Al.
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Like komen yang banyak
__ADS_1
Beri author hadiah yang banyak dong hahahaha