
Al dan Luna sama sama terdiam untuk beberapa detik hingga suara Al membuyar kan lamunan Luna.
'' Allu '' panggil Al
'' Hah iya ada apa '' kaget Luna
'' I Miss you so much '' kata Al
Luna kembali terdiam ia juga sangat merindukan Al, rindu akan sosok yang berbeda ketika hanya berdua dengan nya, rindu akan keusilan Al, dan juga rindu dengan sentuhan manja Al.
'' Kenapa diam kau tidak merindu kan ku? '' tanya Al
'' Tidak, eh maksud ku aku juga merindukan mu Al cepatlah balik '' ucap Luna
'' Tunggu lah sebentar lagi urusan ku akan segera ku selesai kan '' kaya Al
'' Baiklah, kamu kamu masih ingat kan dengan syarat yang aku ajukan sebelum nya ? '' tanya Luna
'' Aku ingat dan selalu akan ingat sampai saat ini aku masih belum melanggar nya Allu aku masih tetap setia dengan satu perempuan yaitu kamu beby '' kata Al serius
'' Aku hanya tidak ingin kau jadikan aku permainan Al '' kata Luna
'' Aku paham beby, kau kan aku akan selalu menepati janji dan ucapan ku ''
'' Terus gimana dengan perjodohan yang orang tua mu atur? '' tanya Luna
Luna hanya ingin kepastian agar kedepan nya ia bisa mengambil sikap.
Sedang kan terdiam mendengar pertanyaan tak terduga dari Luna
Sedang kan Luna juga terdiam Luna paham Al sedang bingung harus menjawab dari sisi yang mana.
'' Allu ''
'' Hem ''
'' Kau tau aku tidak pernah percaya dengan yang nama nya pernikahan '' kata Al
'' Iya aku tau, tapi kalau dari sisi yang aku liat kamu bukan nya tidak percaya Al melainkan hanya takut Al '' jawab Luna jujur
'' Takut ? '' bingung Al
'' Iya karena kau pikir tidak akan setia pada satu perempuan dan kau takut jika kau melukai hati istri mu '' kata Luna
'' Maaf jika aku mengatakan itu Al tapi ~ ''
__ADS_1
Belum selesai Luna ngomong udah sambut oleh Al
'' Gpp beby aku ngerti '' kata Al dengan lembut
'' Hem '' jawab Luna sekena nya
Luna pikir Al tidak mau menjawab pertanyaan nya dan sengaja mengalih kan topik pembicaraan agar bisa lolos dari pertanyaan Luna.
'' Allu '' panggil Al
'' Hem '' jawab Luna males
'' Aku di jodohkan sama ayah ''
Mendengar ucapan spontan Al Luna mendadak kaku iya tidak tahu harus merespon gimana tapi yang pasti saat ini hati nya seperti ada yang menusuk nusuk dan lama kelamaan seperti nyeri.
Sedang kan Al sengaja berbicara seperti itu bukan tanpa alasan ia hanya ingin tau gimana respon dari Luna, setelah mendapat kan Luna terdiam Al tersenyum dan tampak sangat bahagia.
Karena Al sudah sangat hafal dan kenal betul dengan kepribadian Luna jadi meskipun ia tidak ada di samping nya ia bisa tau dengan nada bicara nya.
'' Baiklah sekarang kita liat apakah dugaan gw benar atau salah, jika benar Luna menyimpan perasaan terhadap gw maka dia akan marah tanpa menunggu penjelasan gw te lebih dulu, tapi jika dia hanya menganggap gw partner dia juga akan diam '' batin Al
'' Tapi aku langsung menolak nya Allu tapi sebagai ~ ''
'' Kau bilang apa di jodoh kan dan kamu menolak kenapa kamu lakuin itu, kenapa gak kamu terima aja dia kan cantik seksi kaya apalagi yang kamu tunggu '' kata Luna dengan suara cukup keras.
Dan setelah itu ia langsung mematikan telpon nya s cara sepihak.
Al kaget dengan sikap Luna apalagi sampai menutup telpon nya tanpa berpamitan terlebih dulu.
Al merasa aneh dengan itu, Al pikir Luna akan ngegas seperti biasa nya karena Al tau Luna selalu berpikir positif dan akan selalu bersikap dewasa dengan permasalahan apapun tapi kali ini Al juga merasa kaget.
Tapi kemudian ia senyam senyum sendiri memikir kan wajah kesel Luna.
Sedang kan Luna masih menahan gejolak yang ada pada diri nya dan jangan lupa kan kutukan yang keluar dari mulut nya ia petdembah kan untuk al.
Setelah di rasa cukup tenang Luna berbaring dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
Tapi kemudian ia tersadar dengan apa yang dia lakukan.
'' Mampus '' kata Luna teriak dan langsung duduk di tempat tidur nya.
'' Apa yang gw lakukan bisa bisa Al tau tentang perasaan gw '' kata Luna frustrasi
Luna dkk sudah kembali dan kembali dengan aktivitas nya yang padat.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu ia tidak akan menjelas kan apa pun ke Al.
Dan sebagai ganti nya ia akan mengirim kerjaan ke Al melalui email.
Itu adalah trik Luna.
Jika suatu saat Al menanyakan alasan nya kenapa ia sampai marah marah tidak jelas Luna bisa menggunakan pekerjaan sebagai alasan nya, lebih tepat nya pekerjaan di jadikan kambing hitam nya.
Sedang kan di tempat lain Al sedang mandi karena badan nya lengket semua, cukup lama Al di kamar mandi
Setelah keluar ia menemukan handphone nya menyala menanda kan ada pesan yang masuk.
Dan benar saja itu email dari Luna, tapi bukan pesan pada umum nya melain kan pekerjaan nya yang harus segera ia kerja kan
'' Dasar '' kata Al dengan senyumannya.
Setelah itu Al langsung berganti pakaian dan akan segera menyelesai kan pekerjaan nya.
Al dan Luna tipikal orang yang serius tapi juga santai.
Jika sudah menyangkut dengan pekerjaan maka kedua nya akan fokus pada pekerjaan dan akan mengesamping kan urusan lain nya termasuk urusan pribadi mereka.
Saat ini Al sedang fokus tapi ia teringat dengan hp nya yang sudah ia lempar ke ranjang, buru buru Al mengambil HP nya dan segera menghapus semua jejak panggilan keluar sebelum ada yang mengetahui nya.
Jika tidak bisa di pasti kan Al akan semakin lama berada di bawah kendali ayah nya.
Al tidak bermaksud untuk tidak berbakti terhadap ayah nya hanya saja untuk saat ini pilihan ayah nya kurang tepat lagi pula ia ingin menentu kan sendiri jalan hidup nya kedepan nya termasuk dengan pendamping hidup nya.
'' Maaf ayah tapi kali ini biar kan Al yang menentu kan pilihan Al baik buruk nya akan Al tanggung sendiri '' kata Al
Setelah di rasa cukup Al mematikan telepon nya, dan segera menyelesai kan pekerjaan nya.
Sedang kan Luna juga lembur karena besok ada rapat penting dan berkas berkas nya ada di Luna jadi ia akan mengecek ulang agar tidak ada kesalahan sedikit pun.
Itulah kenapa semua berkas berkas penting Luna yang pegang karena ia cukup kompeten dan sangat teliti.
BERSAMBUNG.....
Cukup untuk hari ya sayang 2 bab loh
Jangan lupa like dan komen nya yang banyak ya di tunggu loh sana author
Jangan lupa juga vote, GIF, dan tekan favorit ya say.
Bye bye
__ADS_1