
Setelah itu baik Al atau pun ayah nya sama terdiam.
Tapi meski pun begitu pikiran mereka tidak sama, sang ayah memikir kan bagaimana cara nya agar Al tidak curiga terhadap ia bersama Cika.
Sedang kan Al memikir kan bagaimana cara nya membawa Luna bersama nya tanpa di curigai oleh sang ayah sekali pun mereka sedang berdua an.
Untung menghilang kan rasa canggung dan grogi nya Robert berinisiatif untuk menjelaskan .
'' Tadi malam ayah memang bersama Cika tapi cuma sebentar, awal nya ayah ingin membawa kamu pulang tadi kata Cika dua yang akan mengurus kamu, jadi ayah memapah kamu bersama dengan calon mertua mu menuju ke kamar restoran '' kata Robert sangat lancar tanpa terlihat jika ia sedang berbohong.
Jika saja Al tidak memiliki bukti-bukti tentang ke brengsekan sang ayah tentu saja Al juga akan percaya dengan semua apa yang ayah nya omongin.
Karena sebagian pembisnis ayah nya cukup pintar saat berbicara.
Tapi karena Al sudah memiliki bukti jadi dia tidak percaya apapun yang ayah nya katakan.
'' Oh Al pikir ayah bermalam sama Cika '' kata Al dengan sok polos
'' Gak mungkin lah Al kamu ini ada ada aja '' bantah Al
Al hanya mengangguk saja tanpa berniat untuk membalas ucapan sang ayah karena apapun yang di kata kan oleh ayah nya sudah tidak ada arti nya bagi Al.
Karena bagi nya semua hanya akal-akalan nya saja dan semua ucapan nya hanya ada kebohongan.
'' Al '' panggil Robert
'' Hem ''
'' Nanti kan malam Minggu kamu temenin Cika jalan jalan ya untuk mempererat hubungan kalian '' pinta nya
'' Kenapa harus Al kenapa tidak ayah saja lagian Al capek yah ya hitung-hitung sebagai pendekatan yah '' ucap Al
'' Hah pendekatan apa maksud nya kamu '' kata sang ayah bingung plus takut Al curiga
__ADS_1
'' Ya pendekatan yah '' kata Al
'' Tapi kamu calon suami nya Al bukan ayah ''
'' Ya siapa tau nantik ayah tambah doyan dengan dia '' sengaja Al berbicara kata doyan.
'' Kamu makin ngelantur aja ngomong nya '' bantah sang ayah
'' Sudah lah lagian gak ada beda nya mau Al yang nemenin dia jalan jalan atau pun ayah semua nya sekarang nampak sama, semua nya udah di atur oleh ayah dan Al yakin ayah lebih paham dari pada Al, tapi menurut Al sih dia akan lebih senang jika ayah yang nemenin '' kata Al memainkan sebuah tema teki dalam ucapan nya.
'' Ya mana ada gitu Al dia kan calon istri kamu '' bantah Robert
'' Tapi Al udah nolak perjodohan ini dari awal, hanya saja ayah yang maksa Al untuk mengenal Cika lebih dalam lagi '' kata Al
'' Kamu kenapa sih Al aneh gitu hari ini '' heran Robert dengan sikapnya Al
'' Al hanya takut gak bisa ngendalikan diri saat sama Cika yah, body dia tuh enak banget kayak nya kalau di pegang pegang, di remes remes, apalagi dada nya pasti enak saat di gigit '' kata Al sengaja padahal ia sendiri merasa jijik saat mengucap kan kata kata tersebut dari mulut nya.
Mendengar ucapan Al Robert juga teringat dengan permainan ranjang Cika yang menurut nya sangat wow 😍😍😍
Melihat ayah nya terdiam Al yakin jika saat ini pikiran ayah nya sedang berkelana memikir Cika.
Al sudah sangat hafal dengan hal yang berbau begituan, bahkan dalam mata terpejam pun Al bisa menebak apa yang ada di pikiran sang ayah.
'' Terserah ayah dan Al ingin istirahat saat ini capek ''
Setelah itu Al pergi menuju kamar nya dan langsung mengunci pintu nya.
Setelah itu Al langsung membuka pakaian dan tidur dengan nyaman di ranjang empuk nya.
Al langsung menghubungi Luna karena setelah melihat story Luna tadi pagi pikiran Al selalu fokus pada Luna ia tidak bisa fokus sama yang lain nya.
Sedang kan Luna baru selesai mandi setelah selesai makan siang.
__ADS_1
Tadi malam ketiga nya kompak untuk tidur bersama tapi setelah makan siang mereka juga kompak ingin kamar masing-masing al hasil saat ini mereka sedang berada di kamar masing-masing.
Bukan tanpa alasan mereka ingin kamar masing-masing sebab tadi malam ke-tiga nya tidak bisa nyenyak dalam tidur nya karena ter ganggu satu sama lain.
Luna terganggu dengan Fio yang selalu ngorok, Fio yang terganggu dengan cara tidur Sea, sedang kan Sea terganggu dengan Luna yang selalu menganggap diri nya adalah guling.
Berbeda dengan saat mereka ikut sea ke luar kota karena meski pun mereka bertiga tapi mereka mempunyai kasur masing masing.
Sedang kan kalau di villa di sana hanya ada satu kasur, 2 bantal tidur dan satu bantal guling.
Mereka bahkan bisa mengambil bantal, selimut atau pun kasur di bawah kolong ranjang mereka di sana lengkap tapi memang mereka nya aja yang males karena tidak ada yang bisa mereka suruh.
'' Al '' kata Luna saat melihat handphone nya.
'' Angkat gak ya, video call lagi gw kan lagi gak pakai baju rambut juga masih basah '' bingung Luna
Akhir nya dengan perasaan campur aduk Luna mengangkat nya dan hal pertama yang dapat Luna liat adalah dada bidang Al yang tampak sangat kekar dan keras.
Mata Luna tak berkedip melihat pemandangan indah di depan matanya, tubuh yang selalu Luna rindu kan, tubuh yang selalu menggoda nya, dan tubuh yang menghangatkan, tubuh yang selalu memanja kan nya saat mereka sedang melakukan penyatuan.
Tak jauh berbeda dengan Al, ia nampak terpesona dengan Luna, bahkan Al berkali-kali meneguk air liur nya bayangan saat ia berada di atas Luna terekam jelas di ingatan nya, apalagi saat Luna yang berinisiatif untuk memimpin permainan mereka, itu membuat Al sudah untuk mengendalikan diri nya sendiri.
Al baru cukup sadar jika kelakuan nya selama ini memang salah, dan tak dapat di benar kan, tapi ia lakukan hanya semata-mata untuk kebutuhan nya lagian dia tidak salah 100% di sini, karena bagaimana pun mereka yang menawarkan tubuh nya pada Al.
Sedang kan Luna ia yang meminta nya, dan setelah mengenal Luna cukup lama akhir nya Al tau, semua kebahagiaan itu bukan berasal dari uang, ya meski pun segala nya butuh uang, kebahagiaan itu mudah jika bersama dengan orang yang tepat, sedang kan kekayaan itu bonus.
Karena selama ini Al menganggap uang adalah segala nya, uang adalah hidupnya, uang adalah kebanggaan nya, ia bisa membeli dan berbuat apapun dengan uang.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa tinggalkan jejak
Bantu like, koment ya
__ADS_1