
Jam 13.00 mereka semua sudah berada di restoran yang tadi malam Robert pesan
Selain untuk makan siang mereka juga ingin mengambil CCTV yang mereka pasang tadi malam.
Sedang kan Robert dan Cika udah keluar sejak tadi.
Pelayan yang tadi malam menginformasikan bahwa ada tadi pagi ada se seorang yang masuk ke kamar Cika dan Robert tapi hanya sebentar setelah itu orang tersebut keluar dan langsung pergi meninggal kan restoran tersebut.
Akira kita siapa ya ada yang tau gak ?
Setelah itu Sean meminta pelayanan itu untuk menemani nya pergi ke kamar yang sebelum nya di pesan oleh Cika.
Sean sengaja mengajak pelayanan tersebut karena ia takut di kemudian hari akan ada masalah yang di timbul kan akan ulah nya bersama dengan Viktor dan Al.
Sean hanya bersikap waspada saja, karena setiap orang pasti memiliki rencana yang tak bisa ia tebak.
Orang tua aja bisa memanfaat kan anak nya dan bisa berbuat apapun agar keinginan nya terpenuhi apalagi orang lain.
Sean masuk ke kamar tersebut hal pertama yang Sean lihat adalah berantakan persis seperti kapal pecah.
Bahkan ada sebagian bantal yang rusak akan ulah dua manusia yang tak tau malu itu.
Apalagi seprei nya sudah hilang entah kemana, di ranjang tersebut hanya ada 2 bantal dan 1 guling yang berantakan lebih tepat nya sudah tidak layak di pakai
Sebab isi bantal tersebut sudah berserakan dimana-mana.
Tak ingin teman nya melewat kan hal yang luar itu Sean berinisiatif untuk memfoto dan membuat video untuk di perlihat kan kepada Viktor dan Al.
Tapi sebelum Sean mengambil CCTV jarum tersebut tiba-tiba ide jahil nya keluar.
'' Lebih baik gw kerjain aja 2 manusia tak tau malu itu '' gumam Sean dengan senyum jahilnya.
'' Pelayan '' panggil Sean
'' Iya tuan ? '' jawab pelayan itu dengan sopan
Karena bagaimana pun selain Sean tamu Sean juga memiliki bukti saat diri nya akan menjebak teman nya, ia masih takut jika bukti tersebut akan Sean berikan ke bos nya.
Jika sampai itu terjadi maka jelas ia akan kehilangan pekerjaan nya yang selama ini tekuni.
'' Apakah jika ada kerusakan yang tak sengaja tamu perbuat mereka harus ganti rugi ? '' tanya Sean
__ADS_1
'' Sesuai peraturan jika ada tamu yang merusak sesuatu di sengaja atau pun tidak di sengaja mereka harus mengganti rugi sesuai harga barang tersebut, atau jika tamu mau mereka bisa mengganti nya dengan barang tapi dengan syarat barang tersebut harus sama persis dan sesuai dengan merk yang ada di restoran ini '' jelas sang pelayan dengan sopan.
'' Apakah ini juga termasuk ? '' tanya Sean menunjuk ke arah ranjang
'' Termasuk tuan '' jawab nya
'' Kalau gitu urus masalah ini agar mereka ganti rugi tapi jangan lupa untuk memberi kan bukti nya, seperti video atau pun foto paham '' kata Sean tegas
'' Paham tuan '' jawab sang pelayan
Setelah itu pelayan tersebut dengan cekatan mengerja kan apa yang seharus nya ia kerja kan dan secepat mungkin akan melapor kan pada atasan nya.
Sedang kan Sean mengambil CCTV jarum tersebut dan memasuk kan ke sebuah box kecil uang sudah ia siap kan sejak kemarin.
Akhir nya Sena selesai dengan tugas nya sedang kan sang pelayan pergi untuk menemui atasan nya.
Sean berjalan dengan santai menuju tempat VVIP yang sudah di pesan Al, dengan tenang ia masuk dan langsung menyerah kan CCTV itu ke Al.
Tapi Al tetap Al dimana pun dan kapan pun jiwa kewaspadaan nya selalu menjadi nomor satu.
Sean dan Viktor juga sudah sangat hafal dengan itu karena itu tanpa sepengetahuan Al Viktor diam diam membawa laptop siapa tau di butuh kan dan benar saja Al membutuh kan laptop tersebut.
Setelah itu Al menyalin ke flashdisk serta meng-copy foto ke tersebut untuk di kirim ke Viktor dan Sean.
Sedang kan Al hanya mengiyakan meksipun jiwa nya berontak ingin ikut balik tapi demi misi nya ia rela bertahan di sana.
Al hanya bertahan setelah ini semua ayah nya jadi sadar dan tidak akan memaksa kan kehendak nya lagi terhadap Al.
Ya meskipun itu sangat mustahil.
Setelah semua nya beres dan bukti sudah ada di tangan nya, Al langsung mengantar Viktor dan Sean ke hotel setelah itu ia akan mengantarkan mereka ke bandara.
Tidak butuh tiket atau pun menunggu jadwal penerbangan karena mereka akan menggunakan pesawat pribadi Al untuk kembali.
'' Gw balik ya Al '' pamit Sean
'' Gw juga bro '' ucap Viktor
'' Hati hati '' kata Al
Setelah itu mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan.
__ADS_1
Setelah itu Al menuju ke kediaman sang kakek berharap ayah nya tidak ada di sana.
Karena bagaimana pun Al masih tidak terima dengan perlakuan ayah nya.
Al mengendarai mobil nya dengan sangat tenang karena setelah ini ia tidak memiliki agenda lain dan tujuan nya setelah sampai hanya untuk tidur siang.
Tapi sayang keinginan Al tidak terkabul, sebab setelah Al sampai ayah baru turun dari lantai dua dan terlihat lebih segar dari biasa nya.
'' Dasar orang tua biadab '' gumam Al
Al terus berjalan seoalah ia tidak melihat keberadaan sang ayah.
'' Al '' panggil Robert
Mendengar panggilan sang ayah Al menghirup udara sebanyak banyaknya dan membuang nya.
'' Hem '' jawab Al
'' Sini duduk dulu '' kata Robert bersikap biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa apa.
Mau tidak mau Al duduk dan akan mengikuti permainan sang ayah
'' Ya ampun kenapa gw harus mempunyai ayah macam dia, bahkan tidak ada rasa bersalah dalam diri nya, ya setidak nya meskipun gw gak ingin perjodohan ini terjadi ya gak perlu di sikat juga kali '' batin Al
'' Gimana tadi malam Cika ? '' tanya sang ayah
'' Hah kok malah nanyak ke Al '' kata Al mamainkan peran nya.
'' Terus ayah harus tanya ke siapa Al ''
'' Bukan kah ayah yang lebih tau apa yang terjadi dengan Cika '' kata Al sengaja ingin melihat perubahan ekspresi sang ayah.
Dan benar saja ada keterkejutan di wajah ayah nya tapi hanya beberapa detik setelah itu kembali seperti semula.
'' Kau ini ngomong apa sih Al '' kata Robert
'' Gpp yah cuma kata pelayan ayah yang bawa Cika jadi Al pikir Cika pulang di antar sama ayah '' kata Al sok polos
'' Hah '' kaget Robert
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya