Pesona Tuan Albert ,, !!

Pesona Tuan Albert ,, !!
Main gelap gelapan


__ADS_3

Luna menoleh saat Al menatap nya dengan intens.


'' Kenapa, aku terlihat aneh ? ''


'' Tidak kamu nampak sangat cantik ''


'' Tapi kenapa kamu agak kurusan sayang ? '' tanya Luna


'' Iya tah aku gak ngerasa kamu aja kali yang gendutan '' pancing Al


'' Ih di bilangin juga gak percaya malah ngatain aku gendut '' kata Luna kesal


Al hanya tersenyum ia sangat suka melihat Luna kesel ia pun juga merindukan percekcokan tidak jelas seperti ini dengan Luna.


'' Udah yuk balik udah larut '' kata Al


'' Tapi ~ '' Luna hendak protes tapi di sambar Al terlebih dulu.


'' Iya besok jalan jalan lagi, tapi sekarang kita balik dulu ke kamar ini udah larut '' kata Al


Luna mangangguk dengan patuh.


Mereka berjalan beriringan dengan tangan yang masih setia saling menggenggam.


'' Aku kangen deh Al jalan jalan kayak gini sama kamu '' ucap Luna tiba tiba


'' Kangen aku ? '' goda Al


'' Iya ''


'' Yakin ? ''


Luna mengangguk.


Al melepaskan genggaman nya dan membalikkan tubuh Luna hingga berhadapan.


'' Kangen yang ini juga gak '' kata Al dengan sengaja meremas bokong montok Luna


'' Al jangan gila deh ini kita di luar '' kata Luna protes


'' Aku bahkan bisa berbuat lebih dari ini beby '' kata Al


'' Sayang kita lagi di luar '' kata Luna manja


Luna hanya tidak mau ikut ikutan ya g otak nya memang sudah gesrek.


'' Aku tidak peduli beby '' jawab Al


Setelah itu Al langsung memeluk Luna dengan sangat erat


Luna tau Al tidak pernah main-main dengan ucapan nya dan Luna dapat melihat tatapan sayu dari Al.


Yang berarti Al mengingin kan sesuatu dari nya.


Dengan secepat kilat Luna melepas kan diri dari Al, tapi Luna kalah, Al lebih gesit dari diri nya.


'' Kau tidak akan bisa kabur beby, bukan kah kau merindukan ku, merindukan sentuhan dari ku kenapa ingin kabur '' kata Al dengan meremas bola bola kenyal Luna dari belakang.


'' Ahhhhhhh '' satu de*ahan lolos dari mulut Luna.


'' Bahkan kau juga menginginkan nya beby ''


'' Tapi tidak di sini juga Al, ini di luar kamu gila ya '' kesel Luna.


Al segera membawa Luna ke samping hotel karena di sana cukup gelap dan jauh dari jangkauan CCTV.


Jadi apapun yang mereka akan lakukan tidak akan ada yang tau, meski pun ketahuan semua orang pasti cuek.

__ADS_1


'' Al '' kata Luna merengek


Karena Luna tau apa yang ada di pikiran Al.


'' Tidak ada waktu untuk protes beby, karena aku sudah tahan '' jawab Al


'' Oke oke tapi di kamar ya '' pinta Luna ''


'' Tidak '' tolak tegas Al


Luna membuang nafas nya dengan kasar.


'' Baik lah tapi jangan telanjangi aku di sini '' pinta Luna


'' Tidak beby hanya ku buka sebagia saja '' jawab enteng Al


Luna tidak menjawab ia hanya memejamkan mata nya karena setelah berbicara Al langsung mengangkat tantop nya ke atas dan langsung meng*lum pucuk bola bola nya.


Sedang kan Luna memain kan rambut Al.


Udara yang dingin tidak bisa menghilang kan rasa panas dalam diri mereka.


Luna yang tadi nya merasa dingin bahkan sudah melepas jaket nya.


Al memain kan li*ah nya di dalam sana membuat Luna tidak karuan.


Sedang kan Luna berusaha untuk tidak mengeluarkan suara nya.


'' Keluar kan saja beby ''


'' Kamu gila ya kalau di dengar orang gimana '' jawab Luna


Luna menoleh ke kiri ke kanan ia takut jika kegiatan mereka di pergoki oleh orang meski pun ia juga menikmati nya tapi rasa takut juga ada dalam hati nya.


Berbeda dengan Al yang nampak sangat menikmati dan biasa biasa saja.


Tangan kiri nya mencoba menurunkan sedikit celana ya g Luna pakai.


Setelah agak longgar tangan nya masuk menuju pusat inti Luna.


Luna yang merasa kan tangan Al berada di pusat inti nya langsung berteriak memanggil nama Al.


'' Al '' kata Luna


Suara yang ia tahan sedari tadi keluar.


'' Kenapa beby ? '' pancing Al


Sedang kan tangan nya dengan lincah kel*ar masuk di dalam sana.


'' Enak beby ? ''


Luna hanya mengangguk tanpa berniat menjawab.


'' Ahhhhhhh '' satu desa*an lolos lagi dari Luna.


Al memang sangat pandai memanjakan nya dengan sentuhan sentuhan yang di berikan pada tubuh nya.


Mulut Al pun tidak tinggal berada di bola bola kenyal Luna.


Sedang kan Luna juga berinisiatif untuk memain kan tongkat ajaib Al yang nampak sudah tegang.


Tangan Luna terulur untuk membuka ikat pinggang yang Al gunakan.


Setelah berhasil nampak tongkat ajaib itu berdiri dengan tegak.


'' Kau juga tegang sayang ? '' tanya Luna

__ADS_1


'' Sangat, kau ingin memain kan nya beby ? '' tanya Al


'' Aku juga sangat merindukan tongkat ajaib milik mu ini Al ''


'' Kalau gitu bermain lah beby '' ucap Al


Luna tidak menjawab ia langsung menjawab dengan tindakan tangan nya yang sudah bergerak aktif di pusat Al.


Al menggeram saat merasakan tangan Luna dengan lincah memain kan milik nya.


Al sudah lama tidak merasa kan sensasi itu dan sekarang ia bisa merasa kan lagi kenikmatan yang tiada duanya tersebut.


Luna ingin memanjakan Al ia bahkan lupa dengan ketakutan yang tadi menyerang hati nya.


Tangan ke-dua nya sama sama aktif, mereka sama-sama ingin memuaskan pasangan nya.


Dalam hal ini kedua nampak tidak egois tidak mementingkan kenikmatan diri nya sendiri.


'' Beby cukup sekarang berbalik lah aku tidak dapat mengendalikan nya '' pinta Al


Luna yang paham langsung berbalik membelakangi Al


Al sedikit mendorong tubuh Luna agar sedikit menunduk.


Setelah itu Al memasukkan milik nya ke pusat Luna dengan pelan tapi pasti.


Luna hanya bisa menutup mulut nya saat merasakan milik Al memasuki nya.


Al mendiamkan nya sebentar memberi ruang untuk Luna agar bisa bernafas.


'' Milik mu tambah sempit beby ? '' jujur Al


Karena saat memasuki Luna Al merasa sedikit kesusahan.


'' Bukan kah tambah enak ? '' jawab Luna


Al tidak menjawab ia hanya menggerakkan tubuhnya sedikit demi sedikit.


Kedua nya meracau tidak jelas.


Luna menegakkan tubuhnya saat merasakan tangan kekar Al memainkan bola-bola kenyal nya.


Luna sangat menikmati penyatuan mereka, begitu pun dengan Al.


Gerakan Al semakin cepat.


'' Sayang lebih cepat aku hampir sampai '' pinta Luna


Al mengikuti keinginan Luna karena diri nya juga sudah hampir sampai.


Setelah beberapa menit erangan kedua nya terdengar.


Pertanda jika kedua nya sudah sampai pada puncak secara bersamaan.


Al masih belum mengeluar kan milik nya ia masih mendiamkan di dalam milik Luna


Sedang kan Luna berusaha mengatur nafas nya.


''Al lepas kan itu ayo kembali ke kamar '' pinta Luna


Al merapikan pakaian Luna terlebih dulu setelah itu ia mengecup kening Luna dengan sayang dan berbisik '' terimakasih beby ''


Luna hanya menjawab dengan senyuman nya.


BERSAMBUNG.....


Lope lope pada kalian yang udah dukung karya author

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2