
Sudah seminggu Luna kembali meninggal kan Al seorang diri.
Al sudah kembali ke apartemen milik kakek nya.
Tapi pikiran nya sedang kacau sebab ia harus menyusun rencana agar bisa lebih cepat balik tanpa menunda waktu lagi.
Al sudah mengetahui permasalahan Luna tapi ia berlagak tidak tahu.
Hanya saja Al heran kenapa Luna tidak pernah menyingung permasalahan nya dan terlihat tenang tenang saja
Al juga sudah menambah menambah bodyguard bayangan untuk menjaga dan mengawasi Luna.
Tapi ada yang janggal sebab ada yang melindungi Luna juga selain Al dan itu mampu membuat Al frustasi.
Siang ini Al akan mengajak Cika untuk makan siang dan akan berbicara dengan hati ke hati.
Jika Cika menolak terpaksa Al akan menggunakan cara nya sendiri untuk menyelesai kan permasalahan nya.
Setelah dengan Cika selesai maka setelah itu Al akan menghadapi sang ayah.
Apa yang akan di lakukan oleh Al terhadap ayah nya itu tergantung dengan sikap ayah nya.
Sedang kan Robert yang melihat perubahan dari Al karena akhir akhir ini Al tampak memikul beban yang sangat berat.
Robert ingin bicara dengan Al tapi selalu di tolak oleh Al.
Robert tidak ingin memaksa yang terpenting Al tidak berbuat macam-macam seperti kemaren kemaren nya.
Anak buah Robert selalu menjadi sasaran Al jika Robert masih memaksa kehendak nya.
Sedang kan Cika baru tiba di apartemen nya dan tanpa di duga ternyata di sana sudah ada ayah nya.
'' Baru pulang ? '' tanya sang ayah.
Cika tidak mengetahui keberadaan ayah nya karena ia merasa cukup lelah dan ingin ingin tidur tidak ingin melakukan apa apa.
Cika kaget mendengar suara sang ayah.
Cika langsung menuju ke tempat ayah nya berada.
'' Kok ayah ada di sini ? '' heran Cika
'' Kenapa gak boleh ? '' jawab sang ayah.
'' Bukan gak boleh hanya saja ini terlalu mendadak yah ''
'' Cika kemari '' ucap sang ayah
Cika menurut dan langsung duduk di sebelah ayah nya.
'' Ad apa yah ? ''
'' Tidak ada hanya saja ayah kangen sama kamu ''
Cika menyandarkan kepala nya di bahu sang ayah.
'' Yah Cika mandi dulu ya biar seger '' pamit Cika
Ayah nya hanya mengangguk dan berkata '' Jangan lama lama ''
__ADS_1
Cika pergi ke kamar nya dan langsung membaring kan tubuh nya di ranjang.
Cika merasa sangat lelah sebab ia harus melayani 3 om ATM berjalan nya.
Setelah di rasa cukup Cika bergegas untuk mandi ia takut ayah nya sendirian terlalu lama.
Sedang kan ayah nya berada di dapur untuk membuat minum.
Cika dan ayah nya memang tidak tinggal serumah karena Cika ingin bebas dan dia juga merasa canggung jika harus satu atap dengan sang ayah.
Karena bagaimana pun dia dan ayah nya adalah orang asing.
Cika anak dari orang yang ia cintai maka nya Edo mau mengasuh dan merawat nya.
Edo nama ayah dari Cika.
Cika kembali ke lantai satu lebih tepat nya ke ruang tamu.
Dan tidak ada sang ayah di sana, Cika pun mencari sang ayah tapi tetap tidak ada.
Cika m nuju ke dapur juga tidak ada hanya saja Cika bmenemukan sebuah jus lemon yang nampak sangat seger.
Tanpa pikir panjang Cika meminum nya tapi setelah beberapa menit Cika merasa ada yang aneh dengan tubuh nya.
'' Kok aku ngerasa getah ya padahal baru selesai mandi AC nya juga hidup '' gumam Cika
'' Seperti habis minum obat perangsang '' gumam Cika lagi
Cika berusaha bertahan dengan reaksi obat tersebut.
Cika tidak bisa menuduh ayah nya karena ayah nya memang sering kali mengkonsumsi obat tersebut untuk mrmbangkit kan gairah nya.
Dan minuman yang ia minum pun pasti punya sang ayah.
Tapi tidak mungkin juga ia menerkam sang ayah ya meski tidak ada ikatan darah di antara mereka.
Cika ingin pergi ke kamar nya tapi pikiran nya terdorong untuk pergi ke kamar tamu.
Cika masuk dan tidak ada siapa pun di sana.
Saat Cika akan keluar Edo keluar dari kamar mandi dan terlihat dia baru selesai mandi.
'' Cika ngapain ke sini '' tanya Edo
'' Yah ~ '' ucap Cika
Ia tidak bisa meneruskan kata kata nya sebab ia lebih tertarik melihat tubuh sang ayah yang hanya di tutupi handuk sebagai.
Cika mendekat
'' Kau terlihat agak aneh apakah kau kepanasan '' pancing Edo
Ia takut Cika meminum obat yang ia siap kan untuk wanita bayaran nya dan diri nya.
Edo berencana untuk mengajak wanita malam ke apartemen milik Cika.
'' Aku kepanasan yah '' jujur Cika wajah nya sudah merah semua.
Edo tidak menyangka Cika yang akan meminum obat dosis tinggi tersebut.
__ADS_1
Tapi detik berikut nya Edo tersenyum.
'' Mau ayah bantu '' tawar Edo
Cika hanya mengangguk sebab diri nya sudah tidak dapat menunggu lagi ia ingin sentuhan itu.
Edo berjalan mendekati Cika
'' Duduk lah di sini '' tepuk Edo di sebelah nya.
Cika mendekat dengan tubuh yang gemetaran.
Edo menarik tubuh Cika lebih dekat dari nya.
Mendapat sentuhan itu Cika mendesis.
Cika menarik tangan Edo menuju ke p*ha mulus nya dan mata nya sibuk melihat bibir tebal Edo.
'' Yah lakukan itu sekali lagi '' pinta Cika
Ya memang benar ini bukan kali pertama nya mereka berhubungan intim.
Sebab yang mengambil kesucian Cika adakah Edo sendiri.
Tapi itu di luar rencana nya sebab saat itu kedua nya sama sama mabok dan tidak menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat.
'' Kau yakin ? '' tanya Edo
Cika mengangguk mantap
'' Aku sudah tidak tahan '' jujur Cika
Melihat itu Edo bergerak mengikuti insting nya.
Tangan nya membelai p*ha mulus Cika dan dengan gerakan cepat menarik CD yang Cika gunakan.
Cika mengerang dan dengan gerakan kilat Cika langsung mencium Edo tanpa canggung.
Edo mengikuti permainan liar Cika.
Tangan Edo sudah berada di goa milik Cika.
Secara otomatis Cika mele*ar kan pa*a nya untuk mempermudah gerakan sang ayah.
Mendapat lampu hijau dari Cika Edo senang dan langsung memasuk kan jar* tengah nya ke goa milik Cika.
'' Lebih dalam '' pinta Cika
Mendengar itu Edo menambah kan satu jar* nya lagi ke goa Cika
'' Ah daddy '' erang Cika
Cika membuka pakaian nya sendiri dan penutup buah kenyal nya.
'' Dad '' panggil Cika
Edo paham apa yang Cika ingin kan tapi sebelum itu Edo menghentikan kegiatan tersebut dan meminum obat kuat agar bisa menggempur Cika sampai puas.
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Skip atau gak ya kegiatan panas Cika dengan sang ayah di bab selanjut nya.
Koment di bawah ya