
Ketiga orang yang ada di ruang tamu tersebut menoleh ke arah tangga.
Al berjalan dengan sangat tegas dan penuh dengan kewibawaan.
Tanpa sadar ketiga orang yang ada di sana mereka gugup karena aura yang di pancar kan oleh Al.
Bahkan Cika dan Edo masih berdiri tanpa berniat untuk duduk.
Lebih tepat nya bukan tidak mau duduk hanya saja Cika dan ayah nya merasa linglung.
Al langsung duduk di sofa tunggal dengan kaki di kanan nya berada di atas kaki kiri nya.
Kehadiran Al bagaikan eksekusi bagi ketiga nya.
Tanpa janjian dan tanpa melirik satu sama lain ketiga orang yang ada di depan Al kompak menelan ludah nya dengan kasar.
Al tersenyum melihat ketegangan ayah nya dan juga kedua makhluk yang ada di depan nya.
Al tidak ingin keterlaluan untuk ketiga makhluk yang ada di depan nya ia hanya ingin membuat ketiga nya menyetujui pembatalan perjodohan yang sudah ayah dan keluarga Cika sepakati.
Tidak akan ada kekerasan tidak akan ada pembalasan atau pun semacam nya.
Karena prioritas Al saat ini adalah Luna Al tidak ingin menunda kepulangan nya hanya gara gara hak yang tidak penting bagi nya.
Hanya saja jika suatu saat mereka berulah Al tidak akan segan-segan untuk mengeksekusi mereka secara langsung dengan tangan nya sendiri.
Al menepuk tangan nya dua kali dan datang lah dua anak buah Al.
Sedang kan Cika dan Edo di biarkan berdiri Al tidak berniat untuk membiar kan kedua nya duduk .
Setelah anak buah Al mendekat Al memberi kan perintah.
'' Putar sekarang ''
Anak buah Al yang memang takut dengan aura yang pancar kan oleh Al hanya bisa mengangguk tanpa ingin bersuara.
Anak buah Al langsung menjalan kan tugas nya.
Dan ternyata di samping tempat duduk mereka sudah ada sebuah layar monitor besar yang akan Al dan anak buah nya gunakan untuk misi terakhir Al.
Cika, Robert dan Edo melirik satu sama lain karena mereka tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Al.
'' Aku tidak akan berbicara panjang lebar hanya satu yang ingin aku katakan SADAR '' ucap Al
Al sengaja menekan kata sadar agar ketiga orang yang ada di depan nya itu sadar diri.
__ADS_1
Tapi karena memang ketiga orang yang ada di depan itu tidak peka jadi mereka tidak mengerti apa yang coba Al tegas kan untuk ketiga nya.
Setelah beberapa detik akhir nya layar monitor yang ada di samping mereka menampil kan sesuatu.
Dan ternya itu adalah video dimana Cika yang sering melayani om om hidung belang untuk memuas kan hasrat nya.
Ketiga orang yang ada di sana keget karena bukan hanya satu melain kan banyak.
Hitung saja satu malam Cika bisa melayani dua sampai tiga orang.
Tapi sebelum itu Al menyuruh anak buah nya untuk keluar ruangan.
Karena bagaimana pun juga Al tidak ingin anak buah nya melihat adegan yang tidak pantas untuk di lihat
Apalagi di sana nanti nya akan ada mika sang ayah yang sedang bermain dengan Cika.
Cika kaget bukan main karena Video tersebut sangat terlihat jelas bahwa perempuan itu memang diri nya dan di sana juga ada suara nya dan terdengar sangat jelas dan sangat keras.
Cika masih berpikir untuk membela diri nya dan akan melakukan segala cara untuk meyakinkan Al jika diri nya bisa berubah.
Begitu pun juga dengan Edo dia berpikir jelas untuk bisa membela putri angkat nya agar bisa meneruskan perjodohan tersebut.
Sedang kan Robert biasa aja karena memang dia sudah tau sejak awal.
'' Apakah setelah ini kamu masih merasa pantas untuk menjadi pendamping ku ? '' tanya Al pada Cika
'' Masih '' jawab Cika.
'' Apa yang membuat mu merasa pantas bahkan aku saja merasa jijik setelah melihat video itu '' kata Al dingin
'' Karena kita sama '' jawab Cika berani
Mendengar itu Al tertawa terbahak-bahak tapi di mata ketiga orang orang itu tawa Al sangat mengerikan.
'' Bahkan saat aku ingin bersenang-senang aku masih memilih, tidak sembarang perempuan yang bisa menaik ke ranjang seorang Albert '' kata Al tegas
Mendengar itu Edo ingin membantu putri nya.
'' Al ~ '' Edo masih belum selesai ngomong sudah di potong oleh Al
'' Panggil saya tuan karena anda bukan orang terdekat saya yang bisa seenak nya memanggil nama saya dengan sebutan nama '' kata Al dingin.
Edo yang mendengar itu merasa harga diri nya di injak-injak.
Tali ia tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
'' Dengar kan baik baik jika kalian masih ingin memaksa kan perjodohan yang menjijikkan ini akan saya pastikan itu akan berdampak pada perusahaan kalian ''
'' Sebagai salam perpisahan aku ada hadiah untuk kalian '' ucap Al tersenyum misterius.
Setelah itu Al menekan remote yang menampil kan adegan panas sang ayah dan juga Edo sang ayah angkat yang sedang bermain dengan Cika.
Robert cukup terkejut dengan itu bahkan dada nya terasa sangat perih melihat adegan diri nya dan juga Cika, ia sangat terkejut dengan hal itu.
Robert pikir ia sudah bermain dengan sangat cantik tapi tidak bahkan saat diri nya bercinta di apartemen Cika juga terekam dengan jelas
Robert memandang Al yang nampak sedang fokus pada ponsel nya.
Ingin bertanya tapi takut setelah melihat ekspresi Al.
Setelah itu baru lah adegan Edo dan Cika.
Setelah di rasa cukup Al mencabut flash disk dan melempar kan nya pada orang yang ada di depan nya.
'' Simpan itu baik baik dan setelah ini jangan pernah mengganggu kehidupan ku, jika tidak kalian akan tahu siapa seorang Albert sebenar nya ''. ucap Al dingin
Ketiga orang yang ada di depan tidak berani menjawab Al
Mereka hanya sibuk dengan pikiran masing-masing dan menekan semua gejolak yang ada pada diri mereka.
Setelah itu Al bangun tapi sebelum sampai di pintu utama Al kembali berucap.
'' Itu hanya salinan nya yang asli ada di tangan ku jika sampai kalian merencanakan sesuatu di belakang ku Klian akan tanggung sendiri akibat nya ''
Setelah itu Al pergi tanpa berniat untuk menoleh atau pun berpamitan Al tidak ingin berurusan dengan mereka lagi.
Yang Al lakukan saat ini hanya untuk memberi peringatan pada ketiga orang tersebut tanpa menghukum atau pun semacamnya.
Karena saat ini fokus Al hanya satu yaitu Luna
Al ingin memutus kan sendiri hidup yang akan ia jalani termasuk juga dengan pendamping.
Al tidak akan membiarkan seseorang untuk mencampuri urusan nya lagi termasuk sang ayah.
Tanpa membuang waktu Al langsung menuju bandara untuk penerbangan ia tidak ingin membuang waktu lagi karena keselamatan Luna sangat penting bagi nya.
Sedangkan ketiga orang yang ada di mansion sang kakek masih syok terlebih Robert.
BERSAMBUNG....
Like koment ya g banyak
__ADS_1