Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Pencuri Lukisan


__ADS_3

"Aurelia Tolong Berhenti." Ujar Zack


Zack Menjelaskan Jika Mereka Hanyalah Pengunjung Dan Akupun Bertanya Tentang Siapa Mereka Dan Zack Menjawab Jika Mereka Ialah 3 Murid Terbaik Dari Akademi Seni


"Perkenalkan Nama Saya Aurelia , Murid Terbaik Dalam Bidang Melukis."


"Oke , Nama Saya Namiel Murid Terbaik Dalam Bidang Memahat."


"Ohh Perkenalkan Nama Saya Helia." Aku Memperkenalkan Diri


"Dan Perkenalkan Nama Dia Kapella , Dia Agak Pemalu Dan Dia Pintar Dalam Bidang Ukiran."


"Zack , Bagaimana Dengan Pencuri Yang Masuk."


"Tenang Saja , Semua Patung Guardian Steenbeld Telah Dikerahkan." Ujar Zack


"Baguslah , Ingat Jangan Sampai Masuk Kalau Tidak Kau Tau Akibatnya." Ujar Aurelia


"Sesuai Perintahmu." Jawab Zack


Aku Bingung Kenapa Zack Sangat Menuruti Perintah Aurelia Dan Tentu Saja Jika Aku Sudah Bingung Aku Harus Bertanya Kalau Tidak Aku Akan Stress


"Zack , Kalau Boleh Tau Kenapa Kau Sangat Menuruti Aurelia." Aku Bertanya


"Tidak ada." Zack Menjawab


Zack Seperti Menyembunyikan Sesuatu Sesuatu Yang Sangat Dia Takuti , Aku Melupakannya Jam Sebentar Lagi Menunjukan Jam 1 Siang Dan Belum Tanda Tanda Jika Pencuri Datang Sampai Tiba Tiba Lampu Menara Mati


"Ada Apa Ini."


"Jadi Dia Sudah Datang Ya." Ujar Zack


Burung Merpati Berterbangan Dan 10 Detik Lagi Angka Menunjukan Jam 1 Siang , 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Seketika Burung Merpati Meledak


Ledakan Mampu Menghancurkan 10 Patung Guardia Steenbeld Dan Dari Asap Ledakan Memunculkan Dengan Topeng Gagak Yang Mirip Plague Doctor Di Atas Patung


"Siapa Dia." Aku Bertanya


"Kalian Bisa Menamaiku Apa Saja." Ujar sang Pencuri


Pencuri Itu Langsung Mengeluarkan Cakar Dari Tangannya , Cakar Itu Sangat Mengerikan Karena Di Setiap Jari Mempunyai Ujung Yang Sangat Runcing


Pencuri Itu Langsung Melompat Dan Menyerang 5 Sekaligus Patung Guardian Dengan Cakarnya , Cakaran itu Membuat Patung Terpotong Seperti Potongan Keju


"Tunggu , Kenapa Kok Bisa." Aku Bingung


"Perkenalkan Nama Cakar Ini Ialah Huilen , Aku Peringatkan Jika Cakar Ini Dapat Memotong Apapun."


Barzaroa Lalu Mengeluarkan Pedangnya , Kapella Menggunakan Sihir Ukiran Untuk Merubah Batu Menjadi Sebuah Pedang Dan Aurelia Menggambar Burung Rajawali


Barzaroa Dan Kapella Lalu Menyerang Manusia Bertopeng Gagak , Barzaroa Menyerang Lebih Cepat Namun Pedang Dari Barzaroa Ditahan


"Pedang Ini Mau Melawan Cakar Huilen , Jangan Mimpi."


Pencuri Langsung Memegang Pedang Barzaroa Dan Melemparkan Barzaroa Ke Arah Kapella Yang Menyebabkan Tabrakan , Untung Tidak Sampai Mematahkan Tulang Dari Merek


"Ckk." Ujar Aurelia


Aurelia Lalu Menggunakan Sihir Khusus Dari Dunia Lukisan Yaitu , Sihir Ini Adalah Sihir Khusus Yang Dapat Untuk Mengeluarkan Sebuah Hal Dari Lukisan


Aurelia Mengeluarkan Burung Rajawali Dari Lukisan, Burung Itu Menyerang Manusia Bertopeng Gagak Dengan Cakarnya Yang Tajam


"Kau Tau Diriku Itu Pintar." Ujar Manusia Bertopeng Gagak


Dia Lalu Mengeluarkan Pisau Bedah Dan Melemparnya Ke Arah Rajawali , Pisau Itu Membuat Rajawali Terluka Sangat Para Sampai Melobangi Tubuhnya


"Hadeh , Cuman Rajawali Kah." Ujar Pria Bertoprng


Pria Itu Lalu Membuka Topinya Dan Dia Melemparnya Ke Atas , Saat Topi Itu Menyentuh Tanah Terjadi Ledakan Dahsyat


"Tunggu , Apa Ini." Shin Berkata


Saat Asap Ledakan Hilang Pria Bertopeng Itu Berpindah Dibelakang Shin , Dan Pria Itu Menodongkan Pistol Ke Belakang Kepalaku


"Jika Kau Mengeluarkan Sihir Mu Maka Diriku Akan Menekan Pelatuk Ini."


"Maafkan , Diriku Karena Tidak Bisa Menjagamu Nona." Ujar Shin

__ADS_1


Karena Aku Tidak Mau Ada Drama Diriku Langsung Menoleh Dan Memegang Tangannya


Lalu Merebut Pistolnya


"Tunggu Apa Ini."


Akupun Balik Menondongkan Senjata Ke Arahnya Sambil Berkata


"Sekarang Jawab , Siapa Kamu Sebenarnya."


"Apakah Kau Sudah Percaya Jika Yang Menang Dirimu." Ujar Manusia Bertopeng


Ada Sebuah Benda Yang Berbentuk Bulat Jatuh Dari Baju Pencuri Dan Pencuri Mulai Berhiting Dari Angka 1


"1 , 2 , 3 ."


"Kamu Lagi Menghitung Apa." Ujar Diriku


Tepat Selesai Berhitung Sebuah Ledakan Asap Muncul Karena Asap Itu Dia Terlapas Dariku , Dia Lagi Lagi Menipuku


"Sudah Dibilang , Jangan Pernah Meremehkan Pencuri Bertopeng Gagak." Ujarnya


Asap Perlahan Menghilang Dan Pencuri Itu Tepat Berdiri Di Atas Menara Seni Lukisan Dan Saat Aku Ingin Mengejarnya Pencuri Itu Berkata


"Aku Tidak Mau Membuat Keributan , Ada Hal Lain Yang Penting Dari Melayanimu Bertarung." Ujarnya


"Dasar Penakut." Ujar Namiel


"Meskipun Aku Berhenti Menyerang Bukan Berarti Aku Berhenti Ingin Mencuri Lukisan Penciptaan Ya." Ujar Pencuri Itu


Pencuri Itu Pamit Sambil Mengatakan "Onse" Dan Setelah Mengatakan Itu Sebuah Ledakan Asap Muncul Lagi


"Memang Menyebalkan , Aku Tidak Tau Kenapa Dia Lebih Suka Ledakan Asap."


Aurelia Lalu Pergi Menuju Kapella Untuk Menyembuhkannya Dan Akupun Juga Sama Tapi Karena Aku Tidak Bisa Menggunakan Sihir Penyembuh Aku Meminta Kepada Shin Untuk Melakukan Teleport Ke Suatu Daerah


Shin Pun Mau Dan Dia Pun Melakukan Teleport


Aku Lalu Meminta Zack Untuk Menyediakan Sebuah Kamar


"Zack , Boleh Sewakan Kamar."


"Untuk Mengobati Luka Barza." Aku Menjawab


"Baiklah."


Zack Pun Membawaku Ke Hotel Yang Ada Didunia Seni , Hotel Itu Sangar Indah Karena Didalamnya Terdapat 4 Kaca Patri


"Zack , Siapa Yang Ada Dikaca Itu."


"Ohh , Merekalah 4 Ceresial."


Mereka Terlihat Cantik , Ada Yang Sedang Membaca Surat Ada Yang Sedang Memegang Alat Lukis Berupa Palet Dan Kuas Ada Yang Sedang Duduk Di Patung Singa Dan Ada Yang Mengukir Batu , Para Ceresial Terlaht Sangat Bahagia Di Kaca Itu


"Aku Iri Melihat Wajah Mereka." Aku Berkata


Dengan Wajah Yang Masih Memandang Kaca Itu


"Dirimu Juga Cantik Kok." Zack Berkata Dengan Megang Wajahku


"Iya Aku Tau."


Akhirnya Kami Memesan Kamar Hotel , Setelah Memesan Kami Dibawa Ke Kamar Yang Pintunya Ada Ukiran


"Baiklah , Ini Kamar Tuan." Pelayan Berkata Sambil Mempersilahkan Masuk


"Ini Sempurna." Aku Memuji Kamar Ini


"Baiklah Kalau Begitu Aku Pergi Dulu." Zack Pamit


"Baiklah." Aku Menjawab


Zack Dan Pelayan Itupun Pergi Dan Selepas Mereka Pergi Diriku Menciptakan Benang Sebagai Pengganti Perban Untuk Mengobati Barzaroa Sampai Shin Pun Datang Membawa Sebuah Pil


"Baik Ini Yang Diminta Nona , Sebuah Obat Obatan." Shin Berkata Sambil Memberikan Pil Itu


"Anuu , Pil Apa Itu." Aku Bertanya

__ADS_1


"Ohh Pil Ini Ialah Pil Penyembuh Dia Dapat Menyembuhkan Sesuatu Walaupun Secara Perlahan Dan Maaf Aku Cuman mendapatkan Satu Karena Di Sekolah Adanya Cuman Pil Ini Dan Itupun Satu." Shin Menjelaskan


"Ohh."


"Selain Itu Aku Juga Meminta Izin Jika Aku , Kau Dan Barzaroa Izin Tidak Masuk Sekolah." Shin Berkata


"Apakah Marie Boleh." Aku Bertanya


"Dia Memperbolehkan." Shin Menjawab


Aku Mengeluarkan Barzaroa Dari Dimensi Buatanku , Barzaroa Sekarang Masih Pingsan Diakibatkan Serangan Dari Pria Bertopeng


Akhirnya Sekian Menunggu Dia Akhirnya Bangun Juga


"Maaf Merpotkanmu Hel." Kata Barzaroa


"Tidak Apa Apa." Aku Berkata Sambil Menyuruh Dia Istirahat


Barzaroa Terlihat Mau Berdiri Namun Diakibatkan Pertarungan Tadi Dia Belum boleh Berdiri Apalagi Punggu Dan Tangannya Sakit


"Shin , Bolehkah Dirimu Keluar." Aku Menyuruh Shin Untuk Keluar Sebentar


"Baiklah." Ujar Shin


Shin Pun Keluar Alasanku Menyuruh Shin Keluar Dikarenakan Aku Mau Mengobati Luka Dari Barzaroa , Akupun Memulai Pengobatan Dengan Membuka Bajunya Dulu


"Tungga , Hel Kau Mau Apa." Barzaroa Menanyakan Dengan Wajah Memerah


"Santai Saja Deh." Aku Menjawab


Saat Aku Membuka Bajunya Aku Melihat Banyak Luka Yang Bahkan Membuatku Berpikir Kenapa Dia Memiliki Luka Sebanyak Itu , Aku Pun Menanyakan Tentang Luka Itu


"Bar , Kenapa Dirimu Banyak Luka." Aku Menanyakan


"Baiklah Aku Akan Memberi Taumu Luka Itu Didapat Pada masa Kecilku."


"Di Dunia Berpedang Seorang Anak Berumur 7 Tahun Harus Diajari Tentang Berpedang Bahkan Waktu Pelajaran Pedangnya Bukan Pedang Kayu Namun Pedang Asli." Barzaroa Bercerita


Aku Mendengarkannya Dan Merasa Kasihan Kepadanya Namun Ada Sekitar 2 Hasil Yang Baik Dari Ilmu Berpedanya Yaitu Badan Yang Menurutku Seksi Dan Kemampuan Fisik Meningkat


"Aduh , Sakit Sakit Sakit."


"Ahhh Maaf , Aku Cuman Sedikit Suka Sama Tubuhmu." Aku Berkata Jujur


"Tubuhmu Juga Cantik Kok , Dari Awal Aku Menyukaimu." Ujar Barzaroa Sambil Mencium Keningku


"Silahkan Lanjutkan Ceritanya." Aku Berkata Sambil Malu


"Jadi Alhasil Diriku Kabur Dari Duniaku Menggunakan Kapal Charon." Zack Melanjutkan Ceritanya


"Tunggu Bukankah Kapal Charon Adalah Kapal Orang Mati." Aku Bertanya


"Iya , Tapi Orang Hidup Juga Bisa Asal Dapat Persetujuan Dari Kharon Itu Sendiri."


Waktu Sudah Banyak Berlalu Sampai Tak Terasa Hari Sudah Malam Dan Akhirnya Diriku Sudah Selesai Mengobati Dirinya


"Terima Kasih Telah Mendengar Curhatanku Ya." Ujar Barzaroa Sambil Tersenyum


"Gak Papa Kok."


"Ohh Yaa Sebenarnya Nama Asliku Ialah Rendy Dan Nama Barzaroa Hanyalah Nama Klan Ku Saja."


"Baiklah , Salam Kenal Ren."


Shin Pun Masuk Dan Berkata


"Sudahkah Berduanya."


"Iya."


Kami Bertiga Pun Tidur Karena Sudah Malam


Ada 4 Kasur Yang Sudah Disiapkan , Aku Tidur Di Kasur Paling Atas


Kami Bertiga Tidur Dengan Nyenyak Di Hotel Sampai Pada Tengah Malam Lonceng Berbunyi Zack Membangunkan Kami Dan Berkata


"Hel Bangun , Pria Bertopeng Itu Kembali." Ujar Zack Sambil Panik

__ADS_1


"Apa." Aku Kaget


__ADS_2