
Aku dan murid lainnya dibangunkan oleh Cognite , aku lalu menanyakan apakah ini mimpi dan Cognite menjawab jika sebelumnya kalian semua pingsan dan setelah di cek jiwa kalian menghilang
"Kurasa jiwa kalian telah berkeliaran dan baru kembali saat ini." ujar Cognite
Aku lantas mengingat foto yang diberikan lelaki yang aku temui di dunia Rekaan , aku langsung memberikannya ke Cognite dan akhirnya Cognite akan langsung membawa Yorneia ke pengadilan para dewa
Yorneia yang telah tersadar langsung menjauh dari Cognite dikarenakan dia tidak ingin dipenjara , Cognite lalu membuat barier tingkat tinggi untuk mengurung Yorneia
"Jangan kira kau dapat menangkap ku."
Tubuh dari Yorneia seketika berpisah , satu lelaki yang mewakilkan elemen api dan satu perempuan yang mewakilkan elemen es , lelaki itu membawa kapak besar bewarna merah sedangkan yang satu lagi tidak membawa apa apa akan tetapi aura sihir nya begitu luar biasa
Serangan diawali dengan kapak merah yang diluncurkan ke arah Cognite namun Cognite dapat menahannya menggunakan dinding sihir , dilanjutkan dengan serangan es yang berasal dari perempuan yang membuat tubuh dari Cognite membeku
Aura sihir milik Cognite begitu besar sehingga dia dapat dengan mudah menghancurkan sihir es , pertarungan terus berlanjut dengan sengit yang membuat sekolah cukup kacau sehingga ada salah satu guru yang langsung mengikat mereka semua dengan sihir tanaman
Dia ialah guru Tumbuhan Blafola , dia bisa masuk dengan mengeluarkan Tumbuhan berduri yang dapat menghancurkan segala pertahanan sihir , dia mengikat mereka 3 dengan akar Tumbuhan
"Sekarang ikut ibu ke ruang penghakiman."
Aku cukup terkejut melihatnya , meskipun guru tumbuhan itu bertubuh seperti anak anak ternyata kekuatan sihir nya sungguh besar sehingga membuat Cognite terdiam mendengar kata kata nya
Kami pun sampai ke Ruang penghakiman dan Cognite membebaskan Emely dari dimensi kurungan , Emely memeluk diriku dan berterima kasih karena telah membebaskanya
"Aku ingin mendengar penjelasan mu Yorneia." Cognite menatap tajam
Yorneia lalu melepas sihir pemisahnya , dalam keadaan terikat dia menjelaskan alasan kenapa dia menghancurkan dunia ke 7 dan 8 dan Yorneia berkata jika dia tidak ingin ada yang merebut posisinya sebagai 7 Pilar sehingga membuat dia berkontrak dengan 2 dewa penguasa didunianya
"Pantas saja Balrog dan Selin sering tidak menghadari rapat." ujar Cognite
Balrog merupakan dewa penguasa ke 2 yang menguasai setengah Dunia Nifmuspelheim , dunia yang dikuasai nya dipenuhi dengan gunung berapi aktif dan raksasa api yang pernah dipanggil Yorneia selain itu Balrog mempunyai kekuatan unik yaitu dapat mensummon gunung api yang magma nya dapat menghancurkan daerah sekitar dan Balrog dapat mengeluarkan aura panas yang membakar musuhnya
__ADS_1
Sedangkan Selin dia merupakan penguasa pertama yang sangat mengenal Zahlis , dia selalu menutup matanya dikarenakan jika dia membuka matanya maka seseorang yang melihatnya akan langsung membeku dan dia mempunyai kemampuan unik yaitu dia dapat membekukan area sekitarnya hanya dengan menyentuh tanah
"Menurutku Vanie , apa hukuman yang pantas untuk Yorneia." ujar Cognite kepada seseorang
"Siapa itu Vanie." didalam hati aku bertanya
Seketika dimensi secara perlahan terbelah dan mengeluarkan wanita dengan pakaian kimono bewarna pink sambil menutup mulutnya dengan kipas selain itu rambut bewarna hitam serta panjang membuat dia cukup cantik dan dia ialah dewa penguasa Dunia ke 7
"Bagaimana kau bisa selamat." kata Yorneia sambil terikat
"Ara , maafkan aku karena tidak memberi taumu kalau diriku selalu berada di sihir dimensi ciptaan ku." dengan nada halus Vanie menjawab
Vanie sering menyembunyikan dirinya agar kejadian buruk tidak menimpanya , dia hanya memberi tau jika dia mempunyai senjata yaitu selendang dengan ujung nya yang tajam dan kipas yang sekarang menutupi mulutnya
"Dan juga aku ingin berterima kasih ke Nona Helia karena telah menemukan pelaku atas penghancuran dunia ke 7-8."
Aku bertanya dimana dewa Dunia ke 8 namun Cognite menjawab dia mati karena tidak bisa sihir api milik Yorneia bisa membakar alam semesta
"Ara , sudah kubilang aku selalu berada di dimensi ku dan yang berada didunia ku hanyalah cloning yang aku buat."
Sekarang sudah ditetapkan jika Yorneia akan dihukum mati dan yang mengeksekusinya bukan lah Cognite namun pelayan raja Iblis yaitu Elizabeth Bathory
"Kenapa dia bisa berada disini."
Elizabeth datang dengan wajah yang tersenyum dan saat dia menoleh kepada ku secara tiba tiba aku merinding , dia lalu menyapa ku dengan senyuman
"Helia , lama tidak berjumpa." senyum Elizabeth
"I-iya lama tidak berjumba."
Elizabeth mengatakan kalau dirinya senang sekali dikarenakan dia akan mengeksekusi orang kuat , dia juga berkata kalau dia sudah berkontrak dengan salah satu dewa terkuat yaitu Nemesis sang dewa pembalasan yang membuatnya dapat mengendalikan Erinyes yang merupakan bawahan dari Nemesis
__ADS_1
Jika Nemesis menghukum para dewa dan mahluk yang menentang para dewa maka Erinyes menghukum mahluk yang telah berbuat dosa besar seperti membunuh orang tua akan langsung dikejar untuk dihukum
"Baiklah , dosa mu terlalu banyak Yorneia sehingga aku tidak tau harus menghukum mu memakai apa."
Karena tidak mau susah Elizabeth lalu menggunakan skill sebuah skill yang dapat memunculkan puluhan shotgun dan ini sangat cocok untuk mu , dia memindahkan Yorneia ke dimensi nya dan langsung menembak Yorneia dengan tersenyum , di dimensi ini sihir tidak dapat digunakan
Selain itu orang yang berada di dimensi ini akan abadi jadi setelah seseorang mati akibat siksaan dia akan dihidupkan kembali oleh Elizabet dan itu terjadi kepada Yorneia , dia mati lalu dihidupkan lagi
"Berhenti." kata Yorneia dengan tubuhnya yang telah berlobang akibat tembakan Elizabeth
"Apakah aku akan berhenti menyiksamu , tentu tidak." Elizabeth berkata sambil tersenyum
Elizabeth lalu menciptakan lingkaran sihir bewarna merah , Yorneia yang telah lelah tidak dapat bergerak sekalipun untuk meninggalkan lingkaran sihir buatan Elizabeth , itu merupakan sihir api pembalasan milik Nemesis yang telah diberikan kepada Elizabeth
"Rasakan siksaan ini."
Lingkaran sihir langsung mengeluarkan api bewarna hitam api itu bukan membakar tubuh tapi membakar jiwa , Elizabeth langsung mengeluarkan wujud Dewi nya yang mempunyai sayap bewarna hitam dan berkata
"Apakah rasanya sakit."
Saking kuatnya sihir api pembalasan sehingga apinya menyebar ke luar sehingga hampir membuat ruangan penghakiman terbakar , Vanie lalu mengeluarkan sihir dimensi disekitar dimensi penghakiman milik Elizabeth agar api itu tidak semakin besar
"Cognite , dia terlalu berlebihan."
Saat semuanya panik karena api pembalasan telah menyebar seketika lingkaran bewarna biru muncul , menurut Vanie lingkaran ini ada energi sihir yang luar biasa besar dan didalam dimensi Yorneia berkata
"Lady Efrina." kata Yorneia sambil merasakan sakit karena terbakar
Lingkaran itu mengeluarkan monster yang mirip wujud kedua dari leviathan tapi wajahnya lebih mengerikan dari leviathan , dia adalah Sea Serpent atau ular laut yang dipelihata Efrina
~Bersambung
__ADS_1