
Amduscias sang mantan dewa penguasa Musiconie yang tahtanya direbut oleh Selnani , ini semua terjadi 5000 tahun yang lalu yang dimana Dunia Musiconie mengkudeta Amduscias karena merupakan musisi khusus Raja Iblis Zagan
Selnani dibantu oleh mantan dewa penguasa dunia pedang yaitu kakek dari Zahlis , kakek dari Zahlis memiliki kemampuan yang dimana dia dapat melihat detik detik masa depan , mereka berdua berada di istanah yang Amduscias bangun
"Amduscias , aku harap kau turun dari tahta jika tidak aku akan meminta para dewa untuk membunuh raja iblis Zagan." kakek Zahlis mengancam Amduscias
Secara tiba tiba Amduscias sudah berada di depan kakek Zahlis sambil memegang wajah kakek Zahlis , Amduscias mengeluarkan aura intimidasi nya yang membuat mereka terdiam
"Suara ketakutan yang indah karena berasal dari sang dewa." senyum Amduscias
Amduscias lalu mengancam balik kakek Zahlis dan Selnani dengan berkata kalau dia akan membantai mahluk dari Dunia Pedang dan Dunia Musiconie jika dewa membunuh raja Iblis Zagan , menurut kakek Zahlis dan Selnani ancaman yang dikatakan Amduscias bukan lah main main karena dia sudah pernah membunuh puluhan naga dalam satu malam menggunakan tangan kosong
"Kalau begitu cepat turun tahta , kami semua sengsara karena mu." ujar Selnani
"Baiklah kalau begitu."
Amduscias pun turun tahta dengan sebuah alasan yang tidak jelas , kakek Zahlis memikirkan kenapa Amduscias dengan mudahnya turun tahta dan dia menemui Amduscias langsung di salah satu kastil raja iblis
disana terlihat Amduscias sedang meminum wine dan pelayannya memainkan alat musik , kakek Zahlis lalu berkata ke Amduscias kenapa dia dengan mudahnya turun tahta
"Itu bukan urusan mu kakek tua."
Dengan cepat kakek Zahlis mengarahkan pedang cahaya ke arah Amduscias , Amduscias merasa tidak terancam dengan kakek Zahlis dan lebih menghabiskan gelas wine yang dipegangnya
"Kau memang selalu seperti ini ya Amduscias."
"Baiklah , akan kuberi tau kenapa diriku langsung turun tahta."
Amduscias mengeluarkan tongkat konduktor nya yang membuat kakek Zahlis kaget karena tongkat itu merupakan harta berharga Dunia Musiconie yang dapat mengendalikan semua monster yang berada didunia Musiconie
"Karena aku sudah memberi tau mu maka aku harap kau bisa pergi."
Bukannya pergi kakek Zahlis langsung menyerang kepala Amduscias dengan pedang nya namun serangan itu ditahan menggunakan tongkat konduktor milik Amduscias
"Aku mengetahui jika kau memiliki wajah pengkhianat."
__ADS_1
"Maksud kau."
Amduscias pun menyerang dari bawah sehingga membuat kakek Zahlis tercekik , Amduscias berkata kalau kakek tua seperti mu tidak pantas untuk berkata seperti itu namun kakek Zahlis membalas dengan memotong tangan Amduscias yang sedang dalam keadaan mencekik dirinya
"Aku bukan kakek tua biasa dasar bodoh."
Tangan Amduscias terputus dan Amduscias memuji kehebatan kakek itu , tangan Amduscias yang terputus langsung beregenerasi dan Amduscias menantang kakek Zahlis untuk bertarung
Kakek Zahlis menerima tantangan Amduscias , dia langsung menyerang Amduscias menggunakan pedangnya namun serangan itu ditahan menggunakan cakar tajam yang Amduscias munculkan
Pertarungan mereka dimata pelayan Amduscias seperti kilauan cahaya yang tidak bisa dilihat , kakek Zahlis yang sudah menemukan celah langsung mengeluarkan tehnik berpedang "Pemotong ketiadaan"
Akan tetapi dengan cepatnya Amduscias menoleh ke arah kakek Zahlis dan berkata jangan mengotori pakaian ku lagi , Amduscias lalu menyerang kakek Zahlis menggunakan cakarnya yang tajam tepat ke arah dada
Amduscias pun terbangun karena aku yang membangunkan nya , dia pingsan setelah meminum begitu banyak wine dan aku menyuruh nya agar segera kembali ke Kastil raja iblis
"Maksud kau apa memerintah seorang musisi terkenal."
"Aku tidak punya tempat lagi jadi tolong kau segera pergi." aku memarahi Amduscias
"Bukannya disini ada kamar tamu." kata Amduscias
Amduscias tidak mengatakan apapun dan dia meminta kepada Emely untuk membersihkan kamar tamu dan Emely berkata kalau dia akan membersihkan tempat tidur Amduscias , sifat dari Amduscias membuat diriku sedikit emosi namun Alan menenangkan ku dan langsung mengantarkan diriku ke tempat tidur
Pagi pun tiba aku tidak bisa tidur karena mendapatkan nightmare atau mimpi buruk , Alan yang baru saja masuk kekamar ku lalu menanyakan mimpi apa yang aku alami dan aku menjawab
"Mimpi ini sangat seram bahkan diriku tidak bisa berkata apa apa saat mengalaminya."
Aku bermimpi tentang kekosongan , disana ada sesosok mahluk yang menyeramkan yang memiliki pakaian bewarna hitam gelap seperti ketiadaan bermata merah seperti ruby berkulit pucat seperti hantu dan kakinya memiliki puluhan tentakel
"Yaaa , mending jangan dipikirin Nona tentang mimpi itu."
Aku pun turun ke ruang makan dan seperti biasa Amduscias disana sedang menikmati makanan yang dibuat Emely dan segelas wine yang dia minta ke Cognite
"Amdus , kenapa kau pagi pagi sudah meminum wine." marah diriku
__ADS_1
"Yaa terserah dan aku memiliki informasi untuk mu." ujar Amduscias dengan serius
"Apa."
"Aku mendengar kalau Cognite akan melakukan espedisi ke kastil raja vampire untuk menemukan dark sword sebuah pedang yang dapat menutupi dunia dengan kegelapan."
"Dan juga raja vampire merupakan mantan raja Iblis yang sekarang posisinya digantikan oleh Lilith."
Disisi lain yaitu di kastil Raja vampire atau bisa dibilang Kastil Melzogade terlihat raja vampire sedang meminum segelas darah yang dibawa pelayannya yang bernama Luca , Luca memiliki rambut yang bewarna merah dan dia merupakan anak yang kehilangan orang tuanya dan diasuh oleh raja vampire
"Luca , seseorang akan memasuki Kastil ini tanpa izin dariku , musnahkan semuanya yang datang tanpa diundang." raja vampire memberikan perintah
"Yes , vostro onore."
Luca merupakan anak yang nasibnya sama seperti Alan yaitu sama sama keluarganya dihancurkan namun ditolong oleh sesosok perempuan dan menjalin kontrak pelayan dan tuan dan juga raja vampire ini sebenarnya berkelamin perempuan yang bernama Heleina
"Ohhh , ya Luca bagaimana menurut mu tentang Helia."
"Menurut ku dia perempuan yang baik dan cant-."
Serangan melancar ke arah Luca dan untung saja tidak mengenai nya , Luca dengan berkeringat bertanya kepada Heleina apakah perkataan nya salah dan membuat hati tuannya terluka
"Tidak , aku hanya beranggapan kalau kau lebih menyukai Helia daripada diriku."
"Tidak dan maafkan aku tuan atas kata kata ku yang tidak sopan."
"Tidak apa apa."
Beralih ke diriku yang sudah berada disekolah , perkataan Amduscias benar karena Cognite ingin semua murid untuk mendapatkan Dark sword dan mereka akan dijaga oleh Amduscias , seketika ada seseorang yang memasuki paksa ke akademi God Sarrow
"Siapa kau."
"Akhirnya terbuka juga , perkenalkan diriku pelayan raja vampire dan nama ku ialah Count Zagarose Naniela."
Amduscias langsung mengetahui kalau dia merupakan bawahan Heleina yang merupakan bangsawan bergelar Count yaitu keluarga Zagarose yang merupakan penguasa daerah di sekitaran kerajaan vampire
__ADS_1
"Baiklah Helia atau teman raja Iblis Lilith aku menantang mu untuk beradu pedang." ujar Naniela
~Betsambung