Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Rapat 4 Penguasa


__ADS_3

Elisha Setuju kalau dia yang mengambil Batu kristal Tone , dia lalu memanggil 2 pelayan setianya untuk membantu mendapat Batu Kristal Tone


Salah satu rambut pelayan itu bewarna hitam dan satu lagi putih , Rambut mereka yang menjadi daya tarik Dan mereka dipungut Dari Sebuah panti asuhan


"Perkenalkan , Nama saya Lux Dan ini saudara saya Luck." Mereka memperkenalkan dirinya


Lux sebagai kakak memiliki rambut yang Bewarna hitam sedangkan Luck yang sebagai adik memiliki rambut bewarna putih , Elisha melatih mereka Agar menjadi kuat


"Anuu , Luck hari ini kita akan menjalankan misih pencuria Batu Kristal Tone." Elisha memberi tau


"Misi lagi ya." Wajah Luck terlihat Lesu


"Sstt." Tegur Lux dengan cara mencubit tangannya


Luck lalu berteriak Karena merasakan sakit Lux yang melihat itu langsung Meminta maaf kepada Elisha Dan Gigan , Jantung Lux saat itu sedang berdetak cukup Kencang Karena takut akan dimarahi/Disiksa Oleh Elisha Karena kecerobohannya


"Maafkan Aku tuan , Aku yang Salah Dan dihukum dikarenakan Salah menyebut kata." Luck berkata didepan Elisha sambil menundukan kepala


Elisha lalu berkata kalau dia tidak akan Pernah menyiksa Dan memberi hukuman hanya masalah sepele seperti itu , Elisha berkata kalau mereka Adalah barang langka yang Sangat susah ditemukan Didunia ini yaitu orang yang mau berkorban


"Terima kasih Nona Atas belas kasihnya." Mereka berdua berkata dengan menunjukan senyuman Manis


Berpindah ke tempat Nostradamus , Nostradamus Saat ini sedang dilatih habis habisan dengan Richard , Richard memperhatikan gerak jari Dan kecepatan dalam memainkan Armonica


"Kau Harus berlatih dengan keras Karena 3 Hari lagi pertandingan dimulai." Ujar Richard dengan suara lantang


Berpindah ke Lilith , Dia menemui Amduscias Agar mengehntikan tantangannya namun Amduscias membantah dengan mengatakan


"Aku tidak akan membiarkan Seseorang sombong kepadaku karena memainkan alat musik yang indah , Lagipula apa pedulinya kau dengan diriku." Ujar Amduscias


"Hhhh , Nostradamus memang seperti itu jadi Aku Harap kau memakluminya." Lilith berkata


"Dia Itu terlalu sombong Apalagi ketika memainkan terompet saat Pesta." Ujar Amduscias


"Baiklah jika itu Mau Mu." Jawab Lilith


Amduscias pun pamit Dan pergi ke Hutan larangan , Hutan larangan ialah Hutan yang sering ditempati Oleh Amduscias untuk menghibur sahabatnya Zagan yang Sedang marah


Lilith lalu mengatakan Hari hati Karena merasakan perasaan yang tidak mengenakan disana Dan Amduscias hanya mengangguk , Amduscias pun terbang Dan butuh kurang lebih 9 menit untuk sampai

__ADS_1


Saat Itu Hutan larangan masih sepi Karena kekuatan besar Zagan yang membuat orang biasa tidak akan mampu memasukinnya Setelah memasukinya Amduscias lalu mengeluarkan alat musik biola Dan mulai memainkan nya , Ketika selesai Seseorang berbaju pengantin putih mendatangi Amduscias


"Siapa kau , perasaan disini tidak ada Seseorang yang dapat memasuki Hutan telarang." Tanya Amduscias


Orang itu sama sekali tidak menjawab Dan dia Mengeluarkan Pisau , Orang itu lalu terbang Dan mencoba menusuk Amduscias namun Amduscias menghindarinya Dan langsung membalas dengan meniup trompet


Trompet dari Amduscias memiliki Kemampuan diantara lain Menyebabkan guntur , Membuat tsunami , Mengaluarkan angin yang Sangat kencang Dll Tapi serangan itu percuma Karena tidak dapat mengenainya


Aku datang bersama Alan dikarenakan Merasa ada Energi aneh , Saat aku melihatnya Aku kaget Karena dia bisa terbebas Dari ikatan yang aku keluarkan


"Nona siapa dia." Tanya Alan


Wanita itupun Berlari ke arahku dengan mengeluarkan Pisau , Aku lalu mencoba menyerangnya dengan berbagai macam sihir elemen namun Wanita Itu tidak terluka


"Sudah kuduga." Gumam diriku


Aku lalu duduk bersimpuh Dan mulai menggenggam tangan Dan berdoa dengan khusuk Seketika Roh pengantin Merasa sakit yang luar biasa , Amduscias juga merasakan sakit yang seperti dibakar


"Hei berhenti." Ujar Amduscias yang kesakitan


Aku yang kaget memberhentikan doa yang membuat Roh pengantin kembali menyerang Walaupun dalam Kekuatannya sudah melemah


"Aku sudah muak dengan semua ini , Mati Dan tersiksalah kau di Neraka." Aku berkata sambil menumpahkan air di tangan lalu membasahinya


Percikan air Mengenai tubuh serta wajah roh pengantin sehingga membuatnya teriak kesakitan Dan perlahan lahan mati , ini Adalah Cara yang ampuh membuatnya mati Tanpa membuat Amduscias kesakitan


"Hhhh." Aku bernapas lega Karena roh itu telah menghilang


"Tuan , Anda tidak apa apa kan." Tanya Alan


"Santai saja , Aku tidak apa apa." Jawab diriku


Alan lalu menggendongku , Aku lalu menegurnya Karena Aku tidak pernah berkata kalau Aku ingin digendong namun Alan berkata kepadaku


"Kau telah mengusir sesuatu yang Pernah membuat Amduscias susah mengalahkannya jadi kau pantas mendapatkan perlakukan seperti ini." Ujar Alan dengan senyuman yang manis


"Terima kasih Alan." Aku balas dengan senyuman


Amduscias lalu menghentikan Alan Dan langsung bertanya sesuatu kediriku

__ADS_1


"Kenapa kau bisa mengusir dia Dan kenapa Aku tidak bisa mengusir nya Padahal Aku ini kuat." Ujar Amduscias dengan memperlihatkan wajah kesal


Aku lalu menjelaskan kalau dia Itu ialah Salah satu Dari roh jahat yang Telah Aku segel sebelum menjadi dewa , Aku juga tidak mengetahui Kenapa dia bisa kabur Dari segelan yang pasti ada Seseorang yang membebaskanya


"Ohh ya , Aku telah menyelamatkan Dirimu jadi apakah kau mau menghentikan pertandingan musik." Tanya diriku


"Walaupun kau telah menyelamatkan Ku tapi maaf , Pertandingan musik tidak akan kuhentikan." Jawab Amduscias


Amduscias pun pergi Tanpa mengucapkan perpisahan , Alan cukup marah akan perlakuan Amduscias ke kami Dan aku Meminta Agar Alan Tetap tenang


"Lan , Kau tenang saja jangan kegabah." Aku Berkata


"Tapi nona , Si Iblis tanduk unicorn itu membuat diriku muak Karena sudah merendahkan Kita." Alan mengatakan dengan wajah marah


Aku berbicara dengan Alan agar tetap santai walau ada orang yang membuatnya kesal , Itu Adalah Salah satu Hal wajib yang Diketahui Oleh pelayan Agar tidak mempermalukan tuan rumah


"Yaudah , Nona Aku minta maaf." Alan berkata sambil memalingkan mukanya


"Apakah kau membenciku." Tanya diriku


"Tidak , Aku cuman tidak suka kau membela Amduscias." Jawab Alan


"Yaudah maaf."


Setelah pembicaraan Ku Dengan Alan diriku mendapatkan Surat Dari Burung Gagak , Surat itu berisi undangan Dari 4 Penguasa Agung untuk membahas tentang Gigan Dan roh yang menyerang Amduscias


4 Penguasa agung ialah Iblis tertinggi yang menguasai berbagai Kemampuan tingkat Tinggi bahkan kekuatan Mereka setara raja Iblis , Mereka ialah Asmodeus sang penguasa nafsu , Marchochias Sang penguasa keputusasaan , Mephistopheles sang penguasa Jiwa Dan Aamon sang penguasa Kekuatan


Dipesan itu tertulis jika Aku tidak kesana Maka Aku Alan Dan Yang Lainnya Aku langsung dihancurkan , Akupun langsung menerima undangan Dan Seketika Burung Gagak berubah menjadi suatu Kunci


Pintu gerbang muncul Aku lalu Membukanya Menggunakan Kunci yang aku dapat Dan langsung menyeret Alan untung pergi mengawanin diriku


"Nona , Tunggu." Alan berteriak


Kami pun sampai ke Sebuah tempat disana terlihat 3 Laki laki Dan 1 Perempuan , Mereka menyembut kami dengan senyuman sambil berkata


"Selamat datang di Rapat 4 Penguasa yang Agung Wahai tamu yang terhormat." Ujar Mereka berempat dengan mengeluarkan senyuman


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2