Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Dunia Rekaan II


__ADS_3

Lukisan itu memperlihatkan keadaan para murid , Alena menunjukan senyuman manis nya dan berkata kalau dia terlalu bersemangat untuk hal ini sehingga membuat mereka semua kaget karena tidak biasa sang Dewi yang dingin menunjukan senyumnya


"Tunggu kenapa kalian semua kaget."


"Aku terkejut Dewi sepertimu bisa menunjukan senyuman yang indah." ujar Kagane dengan perasaan malu


"Baiklah , apakah kalian bisa keluar di tempat ku." ujar Shela


"Baru sebentar melihat sesuatu yang menarik."


"Tenang saja , aku pasti akan membuat nya lebih menarik." Shela tersenyum


Mereka pun keluar , Shela pun memikirkan hal yang menarik agar mereka semua senang dan dia melukis sesuatu dan Shela melukis nya dengan wajah bahagia , disisi lain diriku , Alan dan Tokita diserang oleh ular raksasa yang merupakan salah satu monster yang digambar oleh Shela didunia itu


Tokita dengan cepat mengeluarkan pedang dari sarungnya dan langsung menebas kepala ular yang membuat kepala dari sang ular terpengg , aku lalu bertepuk tangan saat melihat kehebatan Tokita dalam menggunakan pedang


Tidak hanya ular namun banyak monster bermunculan bahkan monster serangga yang pernah kami kalahkan juga muncul , aku berhadapan dengan monster yang tubuhnya hanya bewarna hitam dan memakai topeng


"Perkenalkan , diriku adalah monster kematian yang dikirim oleh Nona Alena ." ujar monster dengan suara mengerikan


"Siapa itu Alena." aku bertanya dalam hati


Monster itu langsung menyerang diriku menggunakan tangannya yang panjang , dia mendorong ku sampai ke pohon besar akan tetapi Alan sempat memotong tangannya menggunakan pedang Eclipse mode Sun


Menurut diriku dengan memotong tangan dari monster menggunakan pedang Eclipse Maka monster tidak akan bisa meregenerasi tangannya namun perkiraan ku ternyata salah , tangan Monster itu beregenerasi dengan cepat


"Aku adalah kematian , segala hal tidak akan berefek kepada ku."


Monster itu lalu menyerang Alan menggunakan tangannya yang diubah menjadi kapak , aku lalu berubah ke from kedua dan langsung menggunakan menggunakan kekuatan dari langit , aku membuat kilat dahsyat yang menyambar monster itu sehingga dia hancur berkeping keping dan tidak bisa bangkit atau beregenerasi kembali

__ADS_1


"Mustahil , kekuatan apa itu." clon Shela berkata dari menara yang jauh dari tempatku


Menara ini dilukis oleh clon Shela untuk memantau pergerakan tamu yang ia masuki ke dunia rakaan dan menara ini memiliki pertahanan yang kuat selain itu menara ini tidak dapat dilihat kecuali Shela Dan para clon nya


Disisi lain diriku kembali menggunakan from biasa , Alan dan Tokita memuji kekuatan ku dan sekarang mereka pergi ketempat lain untuk mencari teman teman lainnya , setelah mereka pergi secara tiba tiba monster itu beregenerasi disebabkan bunyi seruling Alena dan monster itu kembali ketempat tuannya


Disisi lain Shela sedang bingung memikirkan mau membuat monster apa saja untuk menyerang diriku , dia lalu mempunyai ide untuk melukis monster hydra yang kekuatan nya sama dengan yang asli dan memanggil mereka ke berbagai lokasi


Beralih ke Selafony dan 5 temannya yang sedang melawan monster hydra yang muncul di laut , Evan mememerintahkan agar manekin menembak hydra menggunakan shotgun akan tetapi walau sudah ditempak puluhan kali hydra tetap masih bisa bangkit


Seketika puluhan manekin milik Evan menghilang dan tentu itu ulah dari Shela , Evan bertanya alasan ini bisa terjadi lalu Shela menjawab karena dunia ini merupakan otoritas nya sebagai penciptanya jadi dia dapat melenyapkan segala serangan yang berada di daerah kekuasaannya


"Padahal hal ini sudah aku perlihatkan saat awal kita bertemu." ujar Shela sambil menghela nafas


Seketika panah api meluncur ke arah Shela yang membuatnya hampir terluka , Shela tiba tiba ngambek siapa yang menembakan panah itu dan panah itu ternyata ditembakan oleh Barbatos


"Tunggu , bukankah kau raja panah Barbatos." tanya Selafony


"Baiklah sir , aku ditugaskan untuk membunuh mu."


Shela yang asli lalu kaget terheran heran karena kenapa dia bisa memasuki dunia ini tanpa izin tapi menurutnya itu bukan masalah serius , Shela memberi perintah kepada clon nya untuk segera membunuh Barbatos


"Kalau membunuh nya sihh bakal susah tapi jika aku membawanya keluar boleh dicoba."


Barbatos lalu menembakan panah lagi ke arah ku namun dengan mudahnya Shela melenyapkan busur dan panah milik Barbatos , dia berkata kalau melawan nya disini sama dengan percuma


"Kau ingin melawan diriku di sini , tolong jangan bercanda."


Shela lalu menggambar burung elang dan seketika menjadi kenyataan , burung itu langsung menukik ke arah Barbatos dan ingin memangsa nya namun dia menembakan panah ke arah burung elang sehingga membuat burung elang itu hancur

__ADS_1


"Ternyata kau Masih bisa memunculkan panah dan busur setelah aku menghilangkan nya yaa , sungguh menarik." ujar Shela


"Terima kasih atas pujiannya sir."


Shela yang sudah kehabisan cara lalu memaksa Barbatos keluar dari dunianya , dia menciptakan ribuan tangan di buku gambar yang membuat tangan yang dibuatnya keluar dari lubang yang tanpa sadar tercipa dan menangkap tubuh dari Barbatos


"Andaikan anda tidak membuatku tertarik pasti anda langsung kubunuh."


"Anda licik juga yaa sir."


Secara perlahan Barbatos ditarik ke bawah oleh ribuan tangan , sebelum perpisahan Barbatos menembakan salah satu sihir panah terkuatnya yang bernama ke arah hydra , panah itu tepat sasaran ke dada dari hydra sehingga dia mati total dan tidak akan beregenerasi lagi


Akhirnya Barbatos sepenuhnya memasuki lubang yang seperti lumpur hisap , Shela lalu berpamitan kepada mereka karena masih ada urusan penting dan seketika tubuh Shela pecah seperti kepingan kaca , Barbatos kini kembali lagi ke dunia Holygens dan melapor rencana nya tidak berhasil kepada Hell


Info : Bagi yang belum tau lubang yang dibuat Shela dapat mengembalikan seseorang ke tempat asalnya


Shela tersenyum saat sudah memindahkan Barbatos kembali ke dunia asalnya dengan perantara clonnya dan juga ditempat Shela diperlihatkan salah satu 4 penguasa Aamon yang sedang dirantai menggunakan cat , Aamon ketahuan saat dia menyusup ke istanah bintang untuk mencari informasi tentang kebangkitan Mother of god


"Tenang saja aku berada dipihak kalian , aku akan membunuh Efrina dengan cepat." ujar Shela sambil memegang kepala Aamon


Disisi lain diriku sedang bertarung dengan hydra yang membuat diriku merasakan masa lalu saat di akademi Lemaini , Alan dan Tokita dengan kecepatannya menebas leher dari hydra namun itu percuma karena hydra dapat meregenerasi lagi dirinya


Daripada harus melawan nya sekuat tenaga aku memilih menggunakan api kehancuran untuk mengalahkan hydra , hari semakin malam yang membuat diriku DLL harus berkemah


Aku lalu membuat tenda dengan sihir penciptaan nya , sebelum tidur aku meminta Alan untuk mendatangiku karena diriku ingin berbicara hanya pada Alan bukan Tokita dan Alan menyetujui nya , Alan pun menemui ku


"Alan aku ingin berbicara sesuatu."


"Berbicara apa Nona."

__ADS_1


"Apakah kau itu Ray."


~Bersambung


__ADS_2