
Azazel pun melancarkan sihir bola kegelapan ke arah Flora , aku lantas melindungi nya dengan menciptakan Lima sihir penghalang
kekuatan Azazel tidak bisa dianggap remeh karena hanya dengan satu sihir bola kegelapan dia bisa menghancurkan 5 sihir penghalang
Tanpa disadari Maria sudah berada di langit langit dan melancarkan serangan berupa bulu yang setajam pedang ke arah Flora , aku lalu membawa Flora pergi dari pertarungan
"Tunggu Kakak kau maj bawa aku kemana." teriak Flora
"Diamlah." aku berkata
Maria mengatakan kalau diriku tidak bisa kabur Maria lalu mengeluarkan satu sihir anak panah dan mulai menembaki diriku dengan panah kegelapan , Maria lalu menghitung kecepatan terbang dari Helia dan ketika selesai dia menembakan panahnya
Panah itu melesat dengan sangat cepat walau tidak langsung menembus perut Ku namun panah itu menggores pipiku , aku berpikir kenapa panah itu sampai bisa menggores pipi ku padahal aku sudah bergerak dengan sangat
Flora yang melihat aku terluka langsung menyerang Maria menggunakan sihir , secara tiba tiba pohon Ygdrasil menumbuhkan puluhan pohon raksasa yang membuat kami bisa melarikan diri walau sementara
Aku beristirahat disalah satu pohon , aku baru menyadari jika energi kegelapan yang berada di panah Maria menyebar ke dalam tubuhku yang secara perlahan akan membuat diriku tertelan oleh kegelapan
"Kakak , kau tidak apa apa kan." Tanya Flora dengan wajah bersedih
"Tidak apa apa." aku menjawab pertanyaan Flora
Flora pun mengeluarkan sihir cahaya karena tau kalau kegelapan sedang menyebar ke tubuh ku , disisi lain Azazel sedang memberi tantang kepada Maria
"Hey Maria , aku punya tantangan bagaimana kalau kau menangkap Helia sendirian." ujar Azazel
"Kau meremehkan ku ya." ujar Maria
Maria lalu menyetujui tantangan Azazel , Azazel berkata jika Maria tidak berhasil dia tidak akan membunuh dirinya dan Azazel pun pergi dengan memberikan salah satu sihir kegelapannya kepada Maria
"Pria itu benar benar gila." itu yang dipikirkan Maria
Maria lalu terbang sambil mencari keberadaan Helia dan Flora , Maria lalu mencoba sihir yang diberikan Azazel yang bernama sebuah sihir yang membuat Maria mengeluarkan kegelapan yang sangat pekat bahkan sampai menutupi matahari yang berada di alam semesta tempat bertarung
"Kukira sihir ini tidak berguna." kata Maria didalam hati
__ADS_1
Disisi lain aku yang telah terbebas Dari kegelapan karena Flora langsung membuat penghalang cahaya untuk menahan sihir , entah kenapa kekuatan Maria selalu bertambah dan setelah Aku analisis ternyata Maria menyerap energi kegelapan yang berada disekitarnya
Tanpa disadari Maria melewati sihir penghalang lalu berjalan ke arahku dengan santai , Flora lalu mengikatnya dengan akar yang menyerap sihir namun dengan mudahnya Maria memotong nya
Secara tiba tiba kegelapan yang sangat pekat menghilang , ini disebabkan oleh dewa Eclipse yang menerobos dimensi dan langsung melenyapkan energi kegelapan yang berada di sekitarnya
"Hey , Helia apakah kau baik baik saja." tanya Eclipse
"Tunggu , Eclipse kenapa engaku bisa terbebas." tanya diriku
"Itu hal mudah bagiku." jawab Eclipse
Maria yang tidak mengetahui jika Eclipse seorang dewa langsung menyerang menggunakan sihi pisau angin , Eclipse lalu memunculkan matahari berukuran mini di jari telunjuknya lalu membalas serangan Maria
Serangan dari Eclipse langsung menghancurkan sihir pisau angin dan mengenai tanah sehingga ada ledakan besar , Eclipse lalu menyadari jika ada seseorang selain Maria yang berada di dalam asap ledakan
"Lama tidak berjumpa , Nyonya besar Efrina seseorang yang berkontrak dengan raja besar Belial dan menghancurkan puluhan semesta." ujar Eclipse
Seketika seorang perempuan dengan gaun biru muncul , perempuan itu sangat tidak mirip dengan Ibuku karena rambutnya yang bewarna biru tua bercampur putih sedangkan ibu ku berambut kuning
"Diamlah , aku disini hanya untuk menjemput Maria." kata Efrina dengan tatapan dingin
Tanpa menjawab Efrina lalu mengeluarkan sihir ledakan gelap , lingkaran sihir hitam muncul dibawah Eclipse lalu meledak namun Eclipse mengeuarkan sihir Barier yang membuatnya tidak terluka sama sekali
"Santai saja , aku sebentar lagi akan menghancurkan dirimu." ujar Eclipse
"Coba saja."
Eclipse langsung berlari dan melancarkan pukulan yang dapat menghancurkan bintang sekalipun , Efrina lalu mengeluarkan tangan iblis raksasanya dan menahan pukulan dari Eclipse
"Inikah kekuatan dari seorang dewa." ujar Efrina
Efrina lalu melempar Eclipse ke pohon Ygdrasil namun Flora menyelamatkan nya , Flora lalu membuat mahluk menyeramkan yang berasal langsung dari pohon Ygdrasil
Mahluk itu memiliki mulut kura kura karnivora , punggung nya berupa pohon yang sangat besar
__ADS_1
memiliki tangan yang besar dan tanduk panjang dan lancip di kepalanya
Mahluk itu berasal dari energi sihir alam yang berasal dari dunia Ygdrasil , monster ini memiliki inti yang ada di kedalaman tubuhnya jika inti ini tidak dihancurkan maka monster ini akan abadi
"Baiklah , perkenalkan nama monster ini Baleck dan dia yang akan menghancurkan mu." ujar Flora
Flora memerintahkan Baleck untuk membunuh Efrina , Baleck lalu memukul tangannya ke tanah yang membuat gempa sementara dan setelah itu Baleck lalu memukul dengan sekuat mungkin muka dari Efrina
"Jadi segini saja kekuatan monster yang diciptakan oleh mu." ujar Efrina dengan menahan pukulan Baleck dengan jari tunjuk
Efrina lalu mengeluarkan sinar yang membuat Baleck terpental , setelah itu Efrina pamit pergi dengan membawa Maria yang terluka akibat Eclipse
Karena sudah tidak ada urusan lagi kami pun pulang ke dunia iblis , aku disambut oleh pelukan Emely dan Alan , saat melihat Flora Emely menanyakan siapa dia
"Hai adik kecil , siapa dirimu." tanya Alan
"Justru aku yang bertanya , kalian siapa dan kenapa bisa kenal kakak ku." tanya Flora
Pembicaraan kami dihentikan oleh kedatangan Lilith , Lilith mengatakan apakah kau mau masuk Akademi aliansi para dewa atau bisa disebut God Sarrow
Lilith menjelaskan jika akademi ini dibuat untuk melawan Efrina , para dewa dulunya Merasa tidak perlu mengurus Efrina namun lama lama Efrina mengacaukan tatanan semesta dengan cara menghisap berbagai dewa di dunia lain
salah satu dewa yang pernah dikalahkan Efrina ialah dewa jahat pertama
" Sekuat itu kah Efrina."
Disisi lain Efrina sedang bertarung di tempat Gigan , Efrina akan membunuh Gigan untuk merampas kekuatan ketiadaan milik Gigan , Efrina terus menerus menyerang Gigan hingga membuat Gigan terluka parah
"Tunggu , kenapa kau bisa melukai diriku." tanya Gigan yang sekarat
"Biar aku beri tau sesuatu." kata Efrina dengan senyuman mematikan
Efrina memberi tau jika dia memiliki sebuah kemampuan yang unik yaitu bisa langsung menyerang ketiadaan , Gigan yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam karena mustahil selain dewa terkuat yang mempunyai kemampuan itu
"Baiklah , selamat tinggal entitas terkuat Gigan."
__ADS_1
Efrina menyerang Gigan dengan kabut kegelapan yang membuat Gigan seketika berubah menjadi partikel hitam dan diserap oleh Efrina yang membuat Efrina bertambah kuat , saat berubah menjadi partikel hitam ada kristal bewarna hitam dan itu ialah kristal ketiadaan milik Gigan
"Kristal yang bagus." Efrina berkata Dan menyerap kristal ketiadaan