Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Tinggal di hotel milik musuh


__ADS_3

Naniela langsung melancarkan serangan yang berupa sabit kegelapan ke arah ku , untung saja diriku dapat membelokan arah serangan menjadi ke arah Cognite dan Cognite langsung menahan serangan Naniela


"Kau kata adu pedang tapi kok malah mengeluarkan sihir


"Aku belum memberi tau mu jika keluarga zagarosa memiliki pedang yang dapat mengeluarkan kegelapan untuk menyerang musuh."


Naniela lalu melihat sekeliling dan raut wajahnya seketika berubah setelah melihat Amduscias yang sedang memperhatikan pertarungan kami wajah Naniela yang awalnya tenang menjadi marah , Naniela langsung menyerang Amduscias menggunakanlan pedang nya namun serangan itu dapat dihentikan hanya dengan 2 jari , Amduscias langsung melemparkan Naniela ke depan yang membuat suasana menjadi kacau


"Maaf Lady , tolong sebutkan apa alasan mu menyerang ku."


"Jangan berpura pura bodoh , kau lah yang telah mencuri harta berharga Musiconie dan telah melukai pendiri keluarga Zagarosa kau pasti Amduscias mantan dewa dan pelayan raja inlis bukan." kata Naniela sambil mengarahkan pedang nya ke depan Amduscias


Dengan cepat Amduscias mencekik leher Naniela dan berkata kalau tidak sopan berbicara masa lalu orang lain , Naniela tidak bisa bergerak karena aura yang dikeluarkan Amduscias


Seketika lelaki yang memiliki mata dan rambut bewarna merah datang , dia memakai jubah bewarna hitam gelap serta memiliki gigi taring dan dia bernama Luca yang merupakan pelayan Heleina


"Luca , kenapa kau ada disini." tanya Naniela


"Aku mendapatkan perintah dari tuan Heleina untuk membantu mu."


"Kalau begitu bantu aku untuk melawan Amduscias."


"Yes , Vostro onore."


Luca pun mengeluarkan sabit merah nya dan langsung menyerang Amduscias namun serangan itu berhasil dihindari dengan mudah , seketika mereka bertiga tidak bisa bergerak sama sekali


"Luca , cepat lari sang Dewi sudah datang." ujar Heleina menggunakan sihir telepati


Yang mengikat mereka adalah guru tumbuhan yang sebenarnya adalah Dewi Dementar yang pernah aku tolong untuk menemukan anakanya Persephone , Dementer memakai pakaian serba hijau dan ditangannya ada sebuah buku


"Dementer lama tidak berjumpa." aku menyepa nya


"Iya , tapi aku sudah mengawasi mu Helia."


"Iyakah."


"Baiklah , kalian para vampire dan Amduscias biarkan aku perlihatkan keindahan kitab Dementer yang merupakan salah satu dari 13 kitab."


Saat kitab Dementer terbuka kitab itu mengeluarkan dedaunan yang memiliki cahaya bewarna hijau terang selain itu sekeliling mereka juga mengeluarkan cahaya , akhirnya Amduscias tau kenapa dirinya dan 2 vampire tidak bisa bergerak


"Jadi begitu yaa rencana mu Dementer."


Alasan mereka berdua tidak bisa bergerak karena mereka terikat dengan tumbuhan yang mirip benang yang sangat tipis namun kuat dan ini berasal dari jari Dementer , Luca lalu memotong tumbuhan itu menggunakan sabit miliknya


"Tuan Naniela , kita diperintahkan untuk pergi meninggalkan pertempuran."

__ADS_1


"Apa tapi itu merupakan rencana yang bagus."


Luca pun membuat lingkaran teleportasi yang menghubungkan akademi God Sarrow dan kerajaan vampire , Dementer lalu mengikat kami serta Amduscias menggunakan akar yang keluar dari kitab Dementer dan melemparkan nya ke lingkaran teleportasi sebelum lingkaran itu sepenuhnya tertutup


Kami melewati terowongan dan berakhir di tempat yang mirip negara prancis , seseorang menanyakan kepada kami alasan kami keluar malam hari dalam bahasa prancis


"Kenapa kalian keluar di malam hari bukannya berbahaya karena vampir berkeliaran." mereka mengatakan dengan bahasa prancis


"Nona apakah kamu mengerti bahasanya." tanya Alan


"Tenang saja Alan."


"Permisi apakah ini merupakan daerah Prancis ." aku bertanya juga dalam bahasa Prancis


"Oui (Iya) ."


Aku sudah menduga jika tempat ini merupakan prancis karena aku melihat menara Eiffel dari kejauhan yang sedang mengeluarkan cahaya yang indah , aku lalu meminta agar Selafony , Leon , Cognite , Nesya , Zack , Tokita DLL untuk menukar baju


"Apakah disini."


"Kalian tinggal menukar baju dengan sihir jadi tidak perlu telanjang."


"Tapi kami tidak punya sihir yang kau bilang."


Akupun menghela nafas dan menjentikan jari , seketika baju yang mereka pakai berubah menjadi baju bangsawan pada era Victoria hanya Alan dan Emely yang tidak aku ubah pakaian-nya karena dia sudah memakai pakaian pelayan khas inggris dengan Alan yang memakai rompi


"Berati Prancis merupakan tempat kelahiran orang orang hebat dong." kata Zack


"Bukan begitu juga , banyak orang orang hebat yang lahir bukan dari Prancis contohnya Socrates yang merupakan filsuf terkenal berasal dari Yunani , Wu Zetian yang merupakan Maharani (Kaisar Wanita) dari dinasti Zhou , Jenghis khan yang merupakan penyatu bangsa mongo dan penakluk negara asia."


"Tidak kusangka manusia ternyata kuat juga ya." kata Nesya


Aku pun mendengar suara langkah kaki yang keras tidak hanya aku tapi semuanya yang membuat kami terdiam sementara Amduscias mengatakan bahwa ini bukan langkah kaki manusia , seseorang memakai jas dan membawa tongkat dengan jam mewah pun muncul dari balik kabut


"Dia bukan orang Prancis." kata ku


"Maksud anda Nona." tanya Emely


Aku mengatakan itu karena dia memakai pakaian di era Victoria yang dimana vampire kebanyakan berkeliaran di Eropa terlebih lagi di inggris , orang itu bertanya kepada ku apakah diriku tersesat


"Lady , apakah anda tersesat."


"Tidak dan aku merasakan engkau bukan manusia."


"Maksud anda , jika anda tersesat bagaimana kau menginap di hotel milik keluarga ku , hotel yang keluarga ku miliki besok akan mengadakan acara jadi aku harap kalian bisa ikut."

__ADS_1


"Terima kasih atas tawaran mu dan aku ingin tau siapa nama mu."


"Ohhh , nama ku adalah Isdien zagarosa."


Semua orang langsung terdiam ketika orang itu mengatakan Zagarosa , aku menenangkan mereka semua sampai Isdien pergi dari tempat ini , Isdien pun pergi melewati ku Dan mereka semua langsung panik ketika Isdien pergi


"Tunggu bukan kah dia satu keluarga dengan Naniela." kata Zack


"Jangan panik , kita hanya butuh ke hotel yang ada di kartu yang diberikan Isdien."


Sebelum pergi Isdien memberikan ku kartu nama nya dan kami lalu berjalan ke hotel milik keluarga Isdien , sekitaran 2 jam kami pun sampai dan langsung memasuki hotel yang dihiasi lampu hias , saat masuk kedalam hotel Selafony , Zack , Leon dan lainnya terkejut karena hotel milik keluarga Zagarosa memiliki lampu kristal yang sangat besar


"Hey kalian semua , jangan membuat kita seperti orang biasa." ujar aku memakai telepati


"Tapi ini sangat mewah sampai diriku tidak bisa berkata apa apa."


Serangan berupa pisau tiba tiba mengarah ku dan serangan itu berasal dari 2 pelayan hotel , aku meminta mereka semua tenang terutama Alan dan Emely , aku menanyakan kepada mereka berdua kenapa menyerang diriku


"Kami tidak akan membiarkan penyusup memasuki tempat ini." ujar mereka


"Kami adalah tamu yang memiliki undangan."


"Kalau begitu dimana undangannya."


"Ini."


Akhirnya mereka pun langsung memperbolehkan ku menginap di hotel , aku menyadari kalau mereka bukan manusia karena mereka menutupi hawa keberadaan , aku juga tidak bisa mendengar detak jantung mereka


"Kenapa kalian berisik pada malam hari."


Seseorang datang dan dia adalah Kaisar china dari dinasti Qing yaitu Daoguang , meskipun dia Kaisar aku tidak ingin memberi hormat karena dia telah mengeksekusi para penyebar agama Kristen tapi walaupun begitu aku tetap mengakui nya sebagai raja karena dia telah menguasai hampir perbatasan Tiongkok


"Aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu."


"Iya ada apa Kaisar Daoguang."


"Jika kau sudah tau aku merupakan Kaisar dari Tiongkok kenapa kau tidak ingin berlutut kepada ku."


"Aku kurang sudi untuk berlutut kepada mu."


"Maksud kau." Daoguang menatap tajam kearah ku


"Tidak ada , aku hanya merasa kasta ku lebih tinggi daripada dirimu."


"Sungguh hebat , baru pertama kali diriku melihat seseorang yang tidak ingin berlutut kepada Kaisar , aku ingin menawari sesuatu kepada mu."

__ADS_1


"Apa itu."


~Bersambung


__ADS_2