Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Pesan Helaina


__ADS_3

"Amduscias , apakah kau mengenal nya."


"Tidak , aku sama sekali tidak mengenal nya."


"Apa kau bilang , kita sudah pernah bertarung 7 hari dan kau bilang lupa." Elivina marah karena Amduscias tidak mengenal nya


"Lagian aku merupakan mahluk yang suka ketenangan jadi mana mungkin aku bertarung."


"Baiklah , jika kau lupa biarkan aku memperkenalkan diriku dan aku harap kalian bisa ingat."


Elivina lalu memperkenalkan dirinya sebagai Penyihir Alchemist dari Dunia vampire dan dia belajar hingga menjadi kuat hanya demi membunuh Amduscias , karena latihan nya dia diangkat menjadi pemimpin pasukan sihi ras vampire pada umur yang terbilang sangat mudah yaitu 14 tahun (melawan Amduscias pada umur 11 tahun)


"Meskipun kau bilang berapa Kali aku tetap tidak mengenal dirimu."


"Dasar kau memang benar benar menyebalkan."


Elivina lalu membuat Rainbow Magic circle yang bersinar sangat terang dan mengeluarkan rantai yang langsung mengikat Amduscias , Elivina berkata kalau ini merupakan sihir yang dia ciptakan dan sihir ini bernama


"Kau hebat juga dapat mengeluarkan sihir ini tanpa rapalan dalam umur yang terbilang sangat muda." Amduscias memujinya


Setelah memujinya Amduscias lalu berkata kalau sihir ini tidak cukup kuat dan langsung menghancurkan rantai yang mengikat nya , Elivina panik kenapa sihir nya tidak kuat untuk menahan Amduscias


"Tolong bertarung nya jangan disini , tuan Napoleon nanti marah." pelayan itu memohon kepada mereka


"Yang dikatakan nya benar juga , aku tidak bisa mengeluarkan kemampuan ku jika aku berada di ruangan ini." Elivina berpikir


"Oy gadis kecil , apa yang kau pikirkan." kata Amduscias


"Apa maksud mu gadis kecil hah." Elivina marah karena dibilang gadis kecil


Elivina lalu menjentikan jari nya yang membuat kami semua berpindah ke suatu tempat , Elivina mengatakan kalau dia akan memperlihatkan seluruh kemampuan hebat nya dan akan mengalahkan Amduscias namun Amduscias berkata kalau dia mendengar di dalam diri Elivina ada suara kepanikan dan Elivina pasti sedang gugup karena takut kalah


"A-apa maksudmu , aku sama sekali tidak gugup."


Elivina lalu mengeluarkan sihir api bewarna ungu , Elivina mengatakan kalau api ini berasal dari pembakaran 2 senyawa kimia yang bernama kalium nitrat Dan kalium Sulafat , untuk orang yang tidak mengerti kimia ini disebut sihir tapi untuk orang yang mengerti kimia ini adalah reaksi biasa


"Kau harusnya tidak perlu menjelaskan hal itu karena tidak ada gunanya juga." ujar Amduscias


"Dasar kau."

__ADS_1


Hujan api bewarna ungu berjatuhan dan mulai membakar tempat pertarungan , Emely lalu menggunakan sihir air untuk memadamkan api bewarna ungu dibantu dengan Cognite yang membuat lingkaran sihir bewarna biru yang mengeluarkan air yang begitu banyak


"Nona kau harus pergi." Alan menarik diriku


"Kenapa , aku bisa jaga diri sendiri kok."


"Tapi bukankah anda harus memulihkan tenaga anda."


"Tidak apa apa , kau hanya perlu menjaga diriku sebagai pelayan."


Elivina lalu mengganti serangan nya menjadi serangan , sebuah pisau angin dengan cepat mengarah ke arah Amduscias dan hampir memotong semua bagian tubuh darinya , karena Amduscias menghindar dia hanya terluka dibagian tangan kananya


"Kau cukup kuat untuk seukuran bocah perempuan." ujar Amduscias tersenyum


"Apa kau masih belum mati juga."


Elivina lalu menggunakan sihir yang ia ciptakan yaitu , diawali dengan jari Elivina yang menumpahkan setetes darah dan darah itu merambat ke arah Amduscias seperti akan dan langsung mengikat Amduscias


"Bagaimana dengan ini , kau tidak akan bisa lari."


"Kau ini memang seperti anak kecil ya , cepat sekali berbangga."


"Aku harap kau tidak melancarkan serangan yang sia sia lagi." ujar Amduscias


"Apakah kau menghina diriku."


"Ya , begitulah."


Serangan bewarna biru secara tiba tiba muncul yang membuat Amduscias menghindar dan melepaskan tangan nya , serangan itu berasal dari Luca yang diperintahkan oleh Helaina untuk melindungi Elivina


"Luca , kau sedang apa." tanya Elivina


"Kau itu sombong Elivina sehingga Nona Helaina mengkhawatirkan keadaan mu."


"Aku bisa sendiri untuk melawan Amduscias."


"Kalau seperti itu biar aku sendiri yang melawan nya."


Luca lalu membuat sabit yang dia pegang berputar dengan kecepatan tinggi dan warna sabit yang awalnya biru menjadi gelap karena sihir dari Kitab Nyx , Luca lalu mengarahkan sabit yang berputar sangat kencang ke arah Amduscias dan dibantu oleh Elivina dengan menggunakan sihir pengganda

__ADS_1


Menurut Amduscias serangan ini sangat kecil kemungkinan untuk menghindari dan dia lebih memilih untuk berlindung dibelakang Cognite , Cognite menanyakan kenapa dia berlindung dibelakang nya dan Amduscias mengatakan kalau dia tidak mungkin bisa menghancurkan sabit sebanyak itu


"Baiklah."


Cognite lalu membuat dinding sihir berlapis agar bisa menahan putaran dari sabit Luca namun satu persatu dinding hancur karena tidak bisa menahan kuat nya puataran sabit Luca , kami memikirkan cara bagaimana dapat kabur dari serangan milik Luca dan dengan cepat aku terpikir sebuah ide


Aku meminta Tokita yang mempunyai kecepatan yang hampir menyamai cahaya untuk menyerang Luca saat Luca lengah dan Emely akan menembakan panah air ke arah Elivina agar Elivina tidak dapat mengacaukan serangan Tokita


Rencana pun dimulai dengan Cognite yang menambah kekuatan dari dinding sihir sehingga semua serangan Luca dapat diberhentikan walau hanya 5 menit dan dengan cepat Tokita bergerak ke atas dan menghantamkan pedang nya ke arah Luca sedangkan Emely menembakan panah air untuk memisahkan Luca dan Elivina


"Jangan kira rencana itu bisa membunuh kami."


Luca lalu memanggil sabit nya kembali dan menahan serangan Tokita , walaupun dapat ditahan tapi pedang Tokita mengeluarkan petir yang membuat Luca mundur dan Elivina tidak bisa menolong Luca karena terus menerus ditembak menggunakan panah air


"Aku harap kau cepat menyerang." kata diriku


"Jangan kira aku menyerah pada mu."


Luca lalu memutar sabit nya kembali dan mengarahkan nya kepada ku , Alan dengan cepat menahan serangan Luca menggunakan pedang Eclipse mode Moon yang membuat ledakan terjadi akibat benturan 2 kekuatan


selain itu Emely juga kalah karena diserang menggunakan sihir es oleh Elivina dan mereka pun pamit untuk pulang , aku menanyakan apa tujuan mereka sebenarnya dan Luca menjawab


"Apakah kau tidak memberi tau nya Elivina."


"Ahhh , maaf aku terlalu bersemangat melihat musuh berbuyutan ku sehingga aku lupa menyampaikan pesan sang Ratu."


"Kalau begitu apa pesan nya." tanya diriku


"Ratu kami meminta berdamai dengan kalian." Elivina menyampaikan nya dengan singkat


"Kalau seperti itu kenapa kalian malah menyerang kami."


"Apa maksud mu , aku hanya bertarung dengan Amduscias namun kalian malah ikut campur."


"Sekarang yang lebih penting kenapa ratu kalian meminta berdamai dengan kami , apakah Ratu kalian menyembunyikan sebuah rahasia."


"Ya , hal itu benar dan rahasia nya adalah Ratu kami merupakan saudara raja Iblis Agung Lilith."


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2